
Kini Pinky sudah beradi di dalam mobil Regan,tujuan mereka yaitu ke sekolah bareng. baru di awal perjalanan Pinky hanya diam, ia hanya bisa menunduk sembari ******* ***** jarinya yang terasa dingin mungkin karena efek ac yang ada di mobil Regan.
Regan menoleh pada sosok gadis bermata empat yang sedari tadi hanya menundukan kepala tanpa membuka suara.
"Hal apa aja yang udah elo aduin ke papa gue?" Tanya Regan to the point. sontak Pinky langsung menoleh pada Regan.
"Aku mengadu apa?" Bertemu dan punya nomor telepon papa mu saja aku tidak punya.
"Gak usah bohong, lalu tau dari mana papa gue soal motor itu?"
Pinky menggeleng."Aku beneran gak tau apa apa Regan! Bahkan motor itu aku udah coba iklas!"
"Denger kalau bukan karena papa gue yang minta gue anterin elo ke sekolah gue gak akan mau dan gak akan sudih nganterin cewek cupu yang sangat gue benci ke sekolah!"
"Yaudah kalau gitu turunin aja aku di jalan ini sebelum sampai di sekolah!" ucap Pinky tanpa keraguan.
"Ooh oke! Lo pikir gue bakalan iba nurunin cewek kayak lo gitu aja di sini!" Perlahan mobil pun stop di tepi raya.
Pinky buru buru melepas sabuk pengaman yang melekat pada tubuhnya, tapi anehnya kenapa tidak bisa di lepas.
"Katro banget sih elo cewek cupu,wajar kampungan gak pernah naik mobil orang kaya yah gini"
Pinky kesal kenapa sabuk ini tidak bisa di lepas.Alhasil Regan turun tangan membantu Pinky melepaskan sabuk pengaman itu.
"eh mau ngapain?" Pinky membulatkan mata pada Regan yang seperti ingin menciumnya.
__ADS_1
"Mau cium elo! Gimana elo pasti rindu kan kecupan dari gue." Regan menyunggingkan senyum jahat.
"Ha kamu gila yah! Tidak jangan." Pinky menutup mata dengan kedua tangannya saat Regan semakin dekat.
haps,Regan sudah selesai membuka sabuk pengaman itu. "Buka mata lo, jangan geer gue cuma buka sabuk pengaman lo doang kok."
Alhasil Pinky membuka kedua tangan yang menutupi matanya. Di sana ia terkejut masih dalam posisi yang sama,Regan tidak pindah posisi bahkan Regan dan Pinky saling memandang karena posisi mereka sangat dekat.
Dag dig dug dag dig dug tunggu bunyi apa ini, kenapa jantung Pinky dan Regan memompa lebih cepat tidak seperti biasanya.
Regan memandangi wajah Pinky yang masih tertempel kaca bulat di matanya.
"Kalau di liat dari deket kayak gini, kok gue ngerasa Pinky itu cantik yah coba aja dia gak pakek kaca mata pastii" Regan berucap di dalam hati.
Regan mencoba meraih kaca mata yang ada di wajah Pinky. Dugg.
"Awwh! Sakit." Regan memegang jidatnya yang di jedotkan dengan jidatnya Pinky. Alhasil Regan menjauhkan tubuhnya.
"Salah sendiri, yauda deh aku mau turun. Bye makasih tumpangannya!"
"Yaudah turun sana! Dasar cewek nyebelin!"
Regan melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh meninggalkan Pinky begitu saja.Pinky mengibas ngibaskan wajahnya yang terasa panas.
Ia menilik jam di tangannya."jalan dikit gak apa apa kali yah siapa tau nemu angkot."
__ADS_1
Pinky berjalan tak tau arah, ia sedikit panik karena bentar lagi jam masuk akan segera di mulai.
Sebuah mobil mewah warna biru berhentih tepat di sampingnya. Sang pemilik mobil pun keluar dari mobil.
"Pinky kok kamu jalan kaki?"
"Arnold!"
"Elo mau ke sekolah kan, yaudah bareng gue aja gimana?"
Pinky garuk kepala
"aduh gak usah deh makasih nanti aku cari angkot aja."
"Ini hampir jam masuk,pasti gak mau kan nyampe telat lagi.Ayolah berangkat bareng gue aja mau yah ki please."
"yaudah deh aku mau"
"oke sip,"
Mobil Arnold pun tiba di sekolah ketika 2 menit lagi gerbang sekolah akan di tutup. Perlahan mobil mereka memasuki halaman parkir.
Tanpa rasa ragu Arnold turun terlebih dahulu setelah itu secara romantis ia membuka kan pintu mobil supaya Pinky tinggal keluar saja.
Semua orang melihat itu terutama Regan.
__ADS_1