Terpikat Pesona Cewek Cupu

Terpikat Pesona Cewek Cupu
Selamat Ulang Tahun Ibu


__ADS_3

"Regan...!!"Arnold marah-marah saat masuk ke dalam kelas Regan.


Regan reflek ketika suara keras Arnold memanggilnya seperti ingin mengajak tawuran.dan langsung saja Regan berdiri dari bangkunya.


"Biasa aja kali manggilnya gak perlu pakek acara marah-marah segala."


"Elo itu dasar bermuka dua yah, gue tau kok elo sering deketin Pinky di waktu dia udah cantik doang kan."


"Ha, maksud lo apaan sih?"Ucap Regan yang tak mengerti.


"Halah gak usah sok-soo begok deh loh, lihat di saat penampilan Pinky masih cupu elo sering banget ngerjain dia dan sekarang setelah dia udah cantik elo malah bermod modus untuk dekatin dia."


"Denger yah Arnold, sebelum dia udah jadi cantik gue emang udah deket sama dia kita sering kok berangkat ke sekolang bareng dan buktinya bokap gue sama nyokapnya Pinky itu saling kenal. Ck. Kayak dulu gak pernah aja lo ngerjai Pinky."


"Pokoknya gue minta sama elo yah untuk tidak deketin Pinky lagi kalau enggak gue akan beri perhitungan sama lo."Ucap Arnold mengancam.


"Elo mau ngancam gue dengan apapun intinya gue gak akan ngejauhi Pinky karena elo bukan siapa-siapanya dia. Oh iya lupa elo kan sama Pinky gak pernah ada kata jadian apalagi Pinky sering nolak elo di saat elo nembak dia, sekarang elo deh yang harusnya belajar tau diri"

__ADS_1


"Ah,sialan lo!"Arnold ingin melayangkan tinjunya ke wajah Regan namun kedua teman Regan malah menghalangi Arnold untuk tidak bermain tangan.


"Wesst santai dong bro, jangan main tangan dong."Ucap Adit.


"Mending udah kan cewek cantik di luaran sana banyak yang cantik bukan cuma Pinky yang cantik."Kata Romi.


"Alah lepasin, kalian berdua itu gak perlu ikut campur. Karena ini urusan gue sama orang ini!"


"Yah perlu dong kan kita berdua temannya Regan."Ucap Adit yang tak ingin kalah.


Guru fisika tiba-tiba masuk pada jam pertama pelajaran sehingga membuat guru tersebut menegur Arnold karena berada di kelas yang salah.


Arnold menyeringai tajam menatap Regan dan kedua temannya yang saat ini sudah berdiri di bangku masing-masing. Arnols melangkah keluar dari kelas begitu saja tanpa mengucapkan kata maaf kepada sang guru fisika.


Alarm pukul 23.57 berbunyi nyaring di kamar Pinky saat ini, sehingga membuat Pinky terpaksa harus bangun demi suatu tujuan. Ia dengan cepat berlari ke arah dapur dan mengambil sebuah cake coklat berukuran sedang yang tersembunyi di dalam kemari es.


Segera gadis itu menaru lilin-lilin kecil dan menyalakan api di atas cake ulang tahun terkhusus untu ibunya. Setelah selesai ia berjalan dengan langkah penuh hati-hati menuju kamar ibunya.

__ADS_1


Ia membuka kamar itu secara perlahan dan membangunkan ibunya yang saat ini tertidur nyenyak dengan lampu yang menyalah.


"Ibu, bangun dong."


Renita menggeliat di dalam tidurnya ketika sadar siapa yang telah membangunkannya di jam segini, tidak lama tendengar suara nyanyian lagu ulang tahun.


"Happy birthday ibu, happy birthday ibu,happy Birthday,Happy birthday,Happy birthday ibu..


Renita sungguh terharu mendapatkan kejuatan ulta dari anaknya sendiri.


"Ayo dong bu, tiup lilinnya.."


Satu tiupan api di lilin pun berhasil padam.


"Yaeey selamat ulang tahun yah bu, semoga panjang umur dan sehat selalu." Ucap Pinky sembari memeluk tubuh ibunya.


"Makasih yah sayang, jujur ibu terharu sekali, kamu rela relain bangun tepat jam 12 malem."

__ADS_1


"Yaudah sekarang ayo potong kuenya Bu,"


akhirnya rencana untuk memberikan sebuah kejutan ulta untuk ibunya berhasil total tanpa ketahuan oleh ibu, lagian sudah dari 3 bulan yang lalu Pinky telah merencakan ini semua.


__ADS_2