Terpikat Pesona Cewek Cupu

Terpikat Pesona Cewek Cupu
Sang Pemilik Payung


__ADS_3

Kasih sayang seorang ibu baru kali ini ia dapatkan setelah lama di tinggal pergi oleh ibu kandungnya di waktu kecil.


Pada saat ini Raiska tidak masuk ke sekolah karena sakit, suhu tubuhnya menjadi panas kemungkinan jika saat ini Raiska begitu banyak pikiran.


"Raiska bagaimana keadaan mu sekarang?"


Renita datang masuk ke kamar Pinky dan melihat Raiska yang masih terbaring lemah dengan kain kompres yang menutupi keningnya.


"Tante,"Raiska segera memposisikan dirinya untuk duduk dan bersender di sandaran ranjang.


"Bagaimana keadaan mu sekarang ,apakah panas mu sudah menurun?"Ucap Renita sembari meletakan telapak tangannya di kening Raiska.


"Ini panas mu lumayan menurun tidak terlalu panas seperti malam tadi. Ayo sekarang makan dulu habis itu minum obat."


"Tante maaf yah, aku jadi banyak ngerepotin tante, jadi gak enak aku sama tante,"


"Udah untuk hal itu tante tidak permalahkan yang terpenting kamu harus sembuh yah, yuk makan dulu tante suapin agh."


Raiska sekarang hanya berandai agar mama sambungnya bisa seperti ibunya Pinky, tapi sayangnya wanita itu benar-benar tidak pantas di sebut mama.


...****************...


Jam pelajaran kosong, tidak ada guru yang masuk sama sekali di jam pelajaran ini sehingga seisi siswa dan siswinya leboh menghabiskan waktu bermain,ke kantin serta tidur.


Tapi berbeda dengan Pinky yang saat ini masih setia menggambar di buku tulisnya.

__ADS_1


"Ki, keadaan Raiska gimana tuh?"


"Demamnya masih tinggi Zi, makanya dia gak masuk sekolah."


"Kok aku jadi kasian yah sama dia, yah walau dia itu nyebelin, sering jahat sama elo tapi untungnya dia udah mulai mau bertobat."


"Udah kita doakan saja supaya Raiska cepet sembuh,"


"Amin,"


Seorang siswa laki-laki datang menghampiri Pinky dengan memberikan selembar kertas seperti surat kepada Pinky.


"Pinky ini ada surat dari Regan untuk lo,"Ucap siswa laki-laki tersebut kemudian ia pergi begitu saja setela mengucapkan kalimatnya.


"Cieee itu sih Regan kocak banget sih, masak hari gini masih main surat suratan padahal zaman udah canggih. Buka dong ki penasaran gue apa isi suratnya wkwk"


......*Pinky Alnara Arsy nanti malem jam 7 elo mau yah temui gue di taman deket rumah elo, pokoknya gue tunggu kehadiran elo dan jangan nyampe gak dateng, kalau elo gak dateng gue gak bakalan pulang dan bakalan tetap nungguin elo di sana*......


By.Regan


"Udahlah tunggu apa lagi nanti malem temuin aja dia di taman pokoknya gue dukung."


......................


Walaupun lagi dalam keadaan sakit Raiska dapat melihat jika saat ini Pink sedang gelisa memikirkan sesuatu.

__ADS_1


"Elo, kenapa ki. Kok kayak gelisa gitu, apa ada yang elo pikirin?"


"Enggak ko Ris, gue gak mikirin apa-apa."Ucap Pinky bohong.


"Udahlah jangan bohong, gini-gini gue orangnya bisa baca perasaan orang loh."


"Regan Ris,,"


"Ha, Regan kenapa?"


Langsung saja Pinky memberikan surat yang Regan berikan padanya.


"Yauda ki tunggu apa lagi, gila. ini bahkan udah hampir jam 8 mana kayaknya bentar lagi mau hujan"


"Yaudahlah Ris, bentar lagi kalau hujan pasti Regan pergi dari sana."


"Terus kalau Regan masih setia nungguin elo di sana dan elo gak dateng yang ada elo sama aja dong ngebiarin Regan nunggu lama, ayo lah ki temuin aja bentar lagi pula tamannya deket rumah elo kok."


...****************...


Regan duduk sendirian di atas kursi taman dengan membawa satu buket bunga mawar di atas pangkuannya, ia beberapa kali melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya.


'Udah tepat jam 8 malam, tapi kok Pinky belum datanh yah, mana mau hujan lagi'


Detik ini juga hujan pun turun membasahi bumi sehingga membuat Regan kewalahan karena kehujanan, dan detik ini juga sebuah payung bewarna pink melindunginnya agar tak terkena hujan.

__ADS_1


"Kalau hujan ngapain masih duduk di sini, nanti kalau sakit aku gak tangung jawab loh"


Regan tersenyum ketika melihat sang pemilik payung itu datang.


__ADS_2