Terpikat Pesona Cewek Cupu

Terpikat Pesona Cewek Cupu
Arnold Sangat Romantis


__ADS_3

Jika suatu saat nanti Pinky lulus SMA ia mempunyai keinginan untuk melanjutkan di universitas pilihannya, tetapi sepertinya ia harus mengubur cita-cita itu karena tidak mungkin bagi seorang Pinky untuk melanjutkan kuliah, Apa lagi biaya awal masuk pasti mahal. Mungkin ia hanya di takdirkan untuk bekerja saja demi membantu kehidupannya dan juga ibunya.


Kini Lizia dan Pinky telah tiba di kelas, Pinky tersenyum melihat suasana di dalam kelas yang sudah 3 hari tidak ia datangin. Mata semua siswa tertuju pada Pinky terutama Raiska. Raiska langsung berdiri dari duduknya.


"Hallo ******..., lama banget gak masuk kelas. Kirain gak akan masuk lagi, "


Lizia siap pasang badan, siap membela Pinky.


"Ini masih pagi. Gak usah cari ribut apa lagi ngurusin hidup orang lain sedangkan diri lo sendiri aja gak keurus"


"Ahahaha Lizia Lizia emangnya gue salah yah? Tanpa elo kasih tau pun gue udah lebih urusin hidup gue sendiri nyampe keurus gini,"


"Oh yeah. Masak sih? Yakin bisa ngurusin diri lo sendiri" Lizia seperti menahan tawa.


Raiska merasa Lizia agak aneh. Lizia kembali bertanya.


"Eh tunggu bentar yah," Lizia membuka tasnya mencari sesuatu di dalam tasnya. Kini sebuah kaca mini telah berada di genggamannya.


"Nih coba lo ngaca?" langsung manaru kaca mini itu di depan wajah Raiska.


"katanya bisa urus diri, tapi kok bekas iler di bawah dagu aja masih ada ahahaha,"


Raiska merasa malu, wajahnya memerah sial Sih Lizia ini sangat berani mempermalukan dirinya di depan semua siswa. Alhasil Raiska menutup mulutnya dan langsung pergi keluar kelas, Dewi dan Elsa juga ikut mengejar kemana Raiska pergi.


"Huuuh emangnya enak. Itu namanya karma karena udah jahat sama orang lain!"


"Zi, lain kali jangan gitu yah itu namanya juga jahat loh."


"Ki gue gak salah dong,  lagian gue baik tau. Ngasih tau dia jika masih ada iler di dagunya. Haha katanya itu primadona cantik yang di banggakan"


"iya lagian kamu bisa kan kasih tau dia dengan bisikin. Kalau gitu sih pasti dia malu Zi, kan kasian. "


Lizia tersenyum, ia mengelus bahu Pinky. "elo terlalu baik sama orang yang sering banget jahatin elo, tapi sekali-kali elo belajar berani. Yah seperti lo mulai berani sama Regan,"

__ADS_1


"Tapi Raiska dan Regan itu berbeda Zi. Aku berani sama Regan itu karena dia memang kelewat batas jahilnya, kadang Dia tu suka bikin orang-orang di sekitar merasa tidak nyaman, apa lagi dia itu suka banget ngebully orang yang lemah."


"Loh itu gak adil dong ki. Masak lo hanya nyalahin Regan, lagian Raiska itu juga suka ngebully."


"Udah deh gak usah di bahas lagi, ini bentar lagi pelajaran buk Sinta mending kita persiapkan diri untuk belajar." Ucap Pinky yang mulai sibuk mengeluarkan beberapa buku tulis dan buku cetak dari dalam tasnya.


Setelah memesan dua gelas es teh dan dua piring burger, Pinky dan Lizia langsung memilih duduk di bangku kantin paling ujung suasana yang jauh dari kerumunan. Lizia menyeruput es tehnya hingga setenga gelas.


"Hoh! Gila haus banget gue, makan burger aja belom malah nih es teh udah habis setenga." Lizia berbicara ngos-ngosan.


"Lizi-Lizi kamu tu seperti habis lari aja nyampe kehausan gitu, padahal kita gak lagi olaraga." Timpal Pinky.


"Tenggorokan gue kering tau gak. Elo sadar gak sih dari tadi buk sinta itu ceramah mulu gak ada jeda mau permisih keluar aja kagak bisa." Lizia kembali menyeruput es tehnya lagi,  kali ini es teh miliknya sudah kosong menyisahkan beberapa pecahan es batu.


"Burgernya belom habis eh malah minumannya duluan yang habis." Pinky berkomentar.


"Yah terpaksa deh pesen satu gelas lagi."jawab Lizia sambil nyengir kuda.


Tiba-tiba Arnol, Dandi, dan juga Martin datang menghampiri bangku mereka. Arnold memegang buket bunga mawar berwarna pink dan 1 box coklat berbentuk hati. Arnold mengambil kursi dan langsung menaru kursi tersebut di samping Pinky kemudian duduk di sana.


"Padahal meja kita udah yang paling pojok jauh dari kipas angin, tapi masih aja elo tanpa dosa dateng ganggu kita lagi makan!"


"hussst. Lizia mending elo diem deh karena gue gak ada urusannya sama elo. Gue urusanya sama sih cantik Pinky."


Arnold menatap Pinky intesn. "Pinky gue denger-denger kabar kemarin elo sakit yah nyampe gak masuk 3 hari, maaf yah gak bisa jenguk elo di rumah,"


"Eh, iya gak apa-apa kok."Pinky mengalihkan pandangannya, seketika pandangannya berhentih ia melihat melihat Regan tidak jauh dari barisan meja kantin yang saat ini ia dudukin.


"Ini elo terima yah buket bunga mawar dan coklat dari gue,  elo tau gak ini coklat asli dari australi yang gue pesen dari tante gue yang memang tinggal di Australia,"


"kamu dalam rangka apa sih kok mau kasih aku ini," Pinky ragu-ragu enggan menerima hadiah dari Arlnold.


"Sebenernya gue mau kasih ini saat elo masih sakit di rumah, tapi berhubung gue gak tau rumah lo, jadinya terpaksa kasihnya saat elo udah masuk sekolah."

__ADS_1


"Arlnold!.....,  ih!... Tega yah elo kasih buket dan coklat sama cewek kampungan kayak dia! Sedangkan gue yang pacar loh enggak pernah kan di beri hadiah kayak gini! "Raiska tiba-tiba datang dan marah-marah ke pada Arlnol.


"elo apaan sih! Ganggu aja. Lagian terserah gue dong mau kasih hadiah ini kepada siapa. Inget elo itu bukan siapa-siapa gue lagi, kita udah putus."


Lizia menutup kedua telinganya."selera makan gue tiba-tiba ilang ki,  apa lagi rasa haus gue juga ilang gara-gara nih mereka yang ganggu suana."


"Kasian yah Raiska cantik-cantik malah jadi korban perselingkuhan mending sama gue aja udah ganteng, setia lagi." Ucap Romi yang juga mempertonton Pristiwa yang ada di dekatnya.


"Gak usah berbangga diri Rom, yang ada gantengan gue kali dari pada elo. " Adit tidak mau kalah.


"Ah diem kalian berisik, gue mau makan nih gak selera makan gara-gara kalian ribut mulu." Regan ikut bicara tapi matanya tertuju pada wajah Gadis yang berkaca mata yang tidak jauh dari jangkaunya.


"Gan emang elo makan apaan? Kan kita gak pesen makan cuma pesen capucino aja. " Ucap Romi membenarkan.


"Tau nih Regan, tapi perasaan mata loh dari tadi sibuk curi pandang tuh cewek cupu, elo naksir yah gan?"


"Adit bisa gak sih elo kalau punya mulut di jaga! Lagian gue gak curi pandang sih cupu. Tuh gue lagi liatin Raiska marah-marahin Arnold lagian gak cuma gue yang liatin mereka, elo berdua juga iya dan seisi siswa yang makan di kantin ini juga ngelihat mereka.


*Bukannya Arnold itu suka juga ngebully cupu, tapi kok bisa yah dia tiba-tiba baik, perhatian terus kasih hadiah buat cupu sedangkan Raiska pacarnya aja enggak pernah di perlakukan seperti itu. Kenapa gue ngerasa ada sesuatu yah yang sedang di sembunyiin sih Arnold karena gak mungkin tiba-tiba dia jadi bucin gini* Kata Regan bicara dalam hati.


"Putus. Sejak kapan elo bilang kita putus Arl kita masih punya hubungan, kita masih punya status pacaran."


"Maaf yah Raiska aku gak bermaksud ganggu hubungan kalia__"


"Diem lo ******! Gak usah ikutan bicara!'' Bentak Raiska.


"Woy kaleng rombeng! Gak usah pakek acara bentak-bentak temen gue dong karena temen gue gak salah." Lizia membela Pinky.


"elo jangan keterlaluan yah! Kan gue udah bilang kita udah putus!" Arnold tersulut emosi melihat kelakuan Raiska bak kesetanan.


"Arrg...  Ini gak adil." Raiska merebut buket dan coklat itu kemudian ia menjatuhkannya di lantai. Dengan brutal ia menginjak-nginjak buket dan coklat itu.


Arnold lebih tersulut emosi,  Ia sangat marah terhadap Raiska karena sudah merusak semuanya.

__ADS_1


"Raiska elo gila yah!!.." Suara keras Arnold menggema di ruangan kantin. Itu mengundang seorang guru datang menegur mereka.


"Beraninya kalian membuat keributan di area sekolah ini! Arnol, Raiska, Pinky, Lizia, Dandi dan Martin sekarang juga cepat kalian keruangan kepala sekolah!"


__ADS_2