Terpikat Pesona Cewek Cupu

Terpikat Pesona Cewek Cupu
Cita-Cita Lizia


__ADS_3

Lizia menyaksikan seorang gadis bersurai panjang yang saat ini tenga menenggelamkan wajah di atas bangku. Sejenak gadis berkuncir satu itu menaru tanganya pelan di pundak seorang gadis yang tenga menenggelamkan wajahnya itu.


"Hey,"Ucap Lizia pelan.


Marasa terganggu sontak Pinky mengangkat kepalanya dan melihat siapa yang telah mengganggu aktivitasnya.


"Lizia...!!!" "Pinky...!!!" Ucap Keduanya dalam waktu bersamaan.


Pinky berdiri kemudian memeluk Lizia begitu pun Lizia yang nampak senang ketika bertemu Pinky kembali.


"Astaga Ki gue minta maaf yah karena waktu elo sakit karena ulah ketiga nenek lampir itu gue gak ada di samping elo hiks" Lizia menangis berderai air mata.


"Iya, Zi gak apa-apa aku paham kenapa kamu gak dateng tapi sumpah aku rindu banget sama kamu."

__ADS_1


Lizia melepaskan pelukannya dari Pinky dengan sedih ia menyentuh wajah Pinky dengan mata yang berbinar walau masih terlihat berkaca.


"Elo cantik banget ki dengan penampilan elo yang sekarang, dengan kayak gini gue yakin gak akan ada orang-orang yang mau bully elo lagi."


Pinky tersenyum simpul, ia juga melakukan hal yang sama dengan apa yang Lizia lakukan pada wajahnya.


"Kok kamu nangis Zi, jangan nangis dong." ucap Pinky dengan menghapus air mata dengan kedua jempol tanganya.


"Lizia udahlah gak usah beri mereka pelajaran lagi karena mereka sudah menerima hukuman yang setimpal dengan di skors."


"Tapi ki, menurut gue hukuman itu bukan lah apa-apa gue yakin kok mereka saat ini enak-enakan santai di rumah tanpa merasa bersalah atas ulah yang mereka perbuat."


"Udah-udah stop gak usah di bahas lagi ayo kita duduk, aku ingin denger cerita kamu saat di bandung pasti seruh yah bisa jalan-jalan."

__ADS_1


Mencela pertanyaan mungkin akan membuat Lizia melupakan kekesalan yang ia rasakan dan fix yang benar saja Lizia jadi tersenyum kecut saat Pinky menanyakannya soal dirinya yang berada di bandung.


"Ih enak apaan. jika lo jadi gue pasti elo bakalan terbebanin jadi seorang modeling gak seenak yang elo bayangkan Ki. Pokoknya gak enak, masak gue di larang makan coklat karena harus jaga berat badan ideal,"


"Oh iya yah, jika kayak gitu maka kamu gak bisa lagi dong makan banana coklat moza."


"Ki, nah itu dia yang gue maksud sumpah gue berasa tertekan terlebih gue pasti gak akan bisa lagi makan banana coklat dari elo hiks hiks"


"Kenapa Elo, gak berhenti aja dari dunia elo Zi dari pada elo tertekan kayak gini."


"Ki, sudah dari dulu kali gue minta risegn dari dunia itu. Tapi ini kedua ortu yang gue yang ada di jerman yang nyuruh tante gue agar gue ikuti dunia dia untuk jadi model terkenal."


Begini lah cerita nasip yang saat ini Lizia jalanin Kedua orang tuanya sibuk mengelolah perusahaan barunya yang ada di jerman sangat jarang sekali mereka pulang ke indonesia, di suatu sisi kedua orang tua Lizia begitu menginginkan Lizia Putri mereka satu-satunya untuk mengikuti jejak dunia modeling walau sebenarnya Lizia mempunyai cita-cita menjadi seorang desainer hebat.

__ADS_1


__ADS_2