Terpikat Pesona Cewek Cupu

Terpikat Pesona Cewek Cupu
Di Maafkan


__ADS_3

Di depan ibunya Pinky Raiska justru merasa sangat bersalah karena ulahnya yang sering jahat kepada Pinky di sekolah, sampai-sampai ia menundukan kepalanya lebih dalam tidak mampu mendongak.


Renita melemparkan tatapan ketidak sukaan nya pada Raiska yang saat ini masih tertunduk,Ia baru saja bergeming di saat Pinky menyentuh lembut bahunya.


"Bu,Pinky tau mengapa ibu bisa semarah ini tapi bisa kah ibu memaafkan Raiska."


"Memaafkan! Pinky dia ini jelas-jelas orang yang sering jahat sama kamu!"


Tiba-tiba Raiska jongkok dan bersujud ia kembali berlinangan air mata.


"Aku tau tante, pasti marahnya tante begitu besar kepada ku tapi kali ini tolong maafkan semua kesalahan ku tante, aku berjanji setelah ini aku akan berubah lebih baik lagi."


Renita mencoba menjauhkan jangkauan kakinya karena saat ini Raiska ingin mencoba mencium kakinya.


"Apa yang kamu lakukan..!"


"Aku gak akan berdiri tante sebelum tante mau maafin aku hiks hiks hiks"


"Baik, baiklah tante maafin semua kesalahan kamu tapi jangan pernah kamu ulangin lagi kesalahan kamu itu."


"Terimakasih tante.."


"Ayo cepatlah berdiiri,"


Pinky segera membantu Raiska untuk segera berdiri.


"Jadi ibu udah maafin Raiska yah?"


"Iya udah ibu maafin."


Raiska mengusap air matanya saat ini juga, ia tersenyum marena ibunya Pinky telah memaafkannya. Tak lama kemudian cacing di perut Raiska berbunyi pertanda ia sedang lapar.

__ADS_1


Hal itu membuat Raiska tertunduk memegangi perutnya.


"Raiska kamu laper yah?"


Raiska tersenyum kikuk, dan malu untuk mengiyakan, mama tirinya benar-benar keterlaluan tidak memperbolehkan ia makan satu hari full ini.


"Kebetulan tante masak banyak, tapi masakannya sederhana sih, tante harap kamu menyukai masakan tante Raiska kalau begitu ayo ajak temen kamu ke meja makan. Kita makan sekarang"


"Ayo Ris,kita makan"Pinky menarik lengan Raiska dan mengajaknya untuk mengikuti ibunya yang telah lebih dulu berjalan mengdahuluinya menuju meja makan.


...****************...


Raiska sudah mandi dan kini ia telah memakai baju tidur Pinky,


"Bajunya pas yah, untung aja bentuk tubuh kita sama."


"Iya ki makasih yah elo udan baik sama gue,"


"Terus kamu besok mau masuk sekolah kan?"


Pinky jadi tepuk jidat sendiri menggerutui kebodohannya.


"Oh iya yah aku lupa,"


"Ngomong-ngomong kamar lo unik Ki dari semua segi warna, elo suka warna pink yah."


"Iya, bener kamu bener."


Izzy masuk ke dalam kamar Pinky dan langsung naik ke atas ranjang.


"Ki, ini kucing lo, wah cantik banget,"Raiska sepertinya sangat menyukai kucing terbukti jika dia sekarang mengendong kucing tersebut."Ini jantan atau betina ki?"

__ADS_1


"Namanya Izzy Ris, dan dia betina?"


"Wah, astaga gue baru inget dengan kucing Romeo dia pasti gak keurus di rumah. Ki boleh gak kucing kucing gue Romeo tinggal sama elo, untung-untung buat perencanaan ngawinin Izzy sama Romeo"


"Boleh tuh, aku setuju banget karena menurutku Izzy memang pantas untuk segera hamil."


"Oke baiklah besok elo temenin gue pulang ke rumah yah buat ambil Romeo."


"Pinky..!"Lizia membuka pintu kamar Pinky begitu saja dan ia langsung syok ketika melihat Raiska di samping Pinky.


"Lizia.."Ucap Pinky pasalnya Lizia tak pernah datang kerumanya malam-malam.


"Woy elo ngapain di kamar Pinky?"


"Hay Lizia,"Ujar Raiska menyapa Lizia.


"Zi, kemari lah nanti aku jelasin kenapa Raiska ada di sini,"


Pinky sudah menceritakan kronologi yang di alamin Raisak dari A sampai Z kepada Lizia, hal yang membuat Lizia menyipit kan kedua matanya melihat intens ke Raiska.


"Ki elo yakin nih manusia akan berubah?"


"Selama ini gue emang sering salah sama lo, tapi kali gue benar-benar minta maaf dengan tulus tapi terserah elo sih mau percaya apa enggak."


"Yah jelas lah gue sulit untuk percaya sama ratu ular seperti elo,"


"Zi, gak boleh gitu."


padahal rencana awal Lizia datang kemari adalah untuk menumpang tidur di dalam kamar Pinky sembari bercerita mumpung besok libur tapi karena ada Raiska di sini jadinya ia urung.


"Oh iya Zi besok mending kamu temenin kita kerumah Raiska yuk,"

__ADS_1


"Ngapain kesana?"


"Udah pokoknya kamu ikut aja, paling nanti tau sendiri."


__ADS_2