
Regan saat ini sedang berjalan menuju kelasnya dengan perasaan gembira, ya ia sangat lah merasa gembira karena telah berhasil mengerjai sih cewek cupu itu.
Seketika langkah nya terhenti saat mendengar ada suara tidak memanggil namanya.
"Regaan…" Regan pun membalikan badannya ke arah belakang, dan yang benar saja ia pun merasa senang ketika melihat kedua sahabatnya datang kesekolah sambil membawa kedua piala ukuran besar.
Romi dan Adit mereka berdua termaksud sahabat terdekat bagi Regan. Jujur Regan sangat merindukan kedua sahabatnya karena selama 1 minggu lebih ini keduanya mengikuti olimpiade Catur dan Renang.
Kedua nya pun langsung memeluk Regan Regan, begitu pun Regan yang juga membalas pelukan dari sahabat nya itu.
"Setelah berada di luar kota, sepertinya kalian benar-benar melupakan gue!" ucap Regan kesal sebari melepaskan diri pelukan maut itu.
"eh eh kata siapa jika Gue sama Adit melupakan lo, Yang ada kita berdua ini tidak di perbolehkan sama pak Dimas pegang hp." _Romi.
"Hmm katanya sih supaya kita berdua bisa
Lebih fokus lagi dalam mengikuti lomba itu."_Adit.
"Tapi bagus deh ternyata di balik kenakalan kalian ternyata ada juga bakat terpendam."_Regan.
''Tentu dong lihat nih gue dapat juara satu lomba catur, dan Adit juga dapat juara 1 lomba renang. Makanya meskipun kita berdua ini bandel,suka ugal-ugalan tapi jangan salah di balik itu semua ada faedanya."_Romi.
"Eh Rom, bukan kita berdua aja kali yang ugal-ugalan sih Regan bahkan ugal-ugalanya lebih parah dari kita kan kita dapat sertivikat ugal-ugalan berawal dari Regan."_Adit.
"Wah bener juga elo yah Dit."_Romi.
"Gan denger-denger kabar emang bener yah jika lo punya hubungan spesial dengan siswi cupu berkaca mata, tapi kira-kira siapa cewe cupu itu gan."_Adit.
"Chii ternyata sudah gue duga jika berita menyebalkan itu akan sampai di seluru penjuru kota."
"Regan kok lo diem sih, terus sih cewe cupu itu siapa? dan dia cantik gak?"_Romi.
"Begok! sudah jelas kalau cewek cupu berkaca mata itu tidak cantik."_ Adit.
"Jika kalian bertekat ingin mencari detail siapa gadis cupu itu sebenarnya dari gue maka sebaiknya kalian tidak perlu menjadi sahabat gue lagi paham!" Regan berucap di akhir kata penuh penekanan yang artian Regan sangat membenci jika ada orang yang bertanya siapa gadis itu dari nya.
Romi dan Adit hanya bisa mengaruk-garuk kepala, ketika melihat punggung Regan yang sudah hilang masuk kedalam kelas. Mereka berdua mengikuti langkah Regan karena sejujurnya mereka tidak ingin putus sahabat dengan Regan.
*
*
*
*
__ADS_1
*
*
*
*
*
"Assalammualaikum buk, aku pulang..."
"Waalaikumsalam, ternyata anak ibu udah pulang. Tadi gimana dagangan nya, laku gak?"
"laku kok buk, ibu liat aja sendiri semua dagangan nya habis laku terjual."
"oh yah tadi siapa aja yang beli, temen-temen kamu yah?"
"ehmmm...i--iya buk yang beli semua teman-teman nya aku." Ucap Pinky berbohong.
*Maafin aku yah buk aku terpaksa bohong karena jika aku terlalu jujur aku jadi takut buat ibu jadi sedih* kata dalam hati.
"Eh tapi kok wajah kamu jadi murung gitu, kamu baik-baik aja kan nak?'' Tanya ibu nya khawatir.
"Aku baik-baik aja kok buk, mungkin aku sedikit kecapean habis pulang sekolah, yaudah kalau gitu aku ke kamar dulu yah buk mau ganti baju."
"iya buk."
*
*
*
*
*
*
*
*
*
__ADS_1
Saat ini Regan sedang berada di kamarnya bersama kedua temannya sebari asyik mengobrol sekali gus sedikit merayakan kemenangan kedua temannya. Namun obrolan itu berhenti seketika di saat papa nya Regan masuk begitu saja kedalam kamar nya.
"Regan, tolong keluar sebentar papa ingin bicara penting sama kamu." kata pak Raymon dengan nada serius.
"Ngomong penting apa sih pa... kenapa gak ngomong di sini aja."
"Tolong jangan membantah papa Regan!"
Regan hanya menuruti perintah papa nya, tanpa harus mengucapkan kata *yah*.
Kini tiba lah Regan di ruangan papa nya, dan tanpa basa-basi juga papa nya Regan bersuara.
"Apa yang telah kamu lakukan pada gadis itu?''
"gadis yang mana sih pa? Aku kurang paham."
"jangan pura-pura bodoh kamu Regan, kamu sengaja kan ngebuat gadis itu terjatuh di atas genangan air itu."
"oh maksud papa gadis cupu yang jelek itu"
"gadis cupu kamu bilang dia punya nama Regan!''
"Chii aku tidak perduli siapa nama nya pa Lagian aku hanya sedikit memberi dia pelajaran saja."
"pelajaran kamu bilang!Pelajaran seperti apa maksud kamu Regan, itu sama saja kamu berusaha mencelakai nyawa seseorang! lalu bagaimana jika perbuatan kamu itu sampai di ketahui oleh polisi. Apakah kamu tidak berpikiran sampai kesana ha!''
"Pa. Papa sekarang kok jadi ngebelain gadis cupu itu sih? padahal papa kemarin tidak seperti ini, pa jangan-jangan gadis cupu diam-diam udah cuci otak papa yah?"
Plak...
Pak Raymon terpaksa menampar pipi Regan dengan keras, ia sangat kesal bagi nya anak nya itu semakin keras kepala dan susah di atur.
Regan memegang pipi kanan nya dengan perasaan marah. Tidak biasanya papa nya menampar dia seperti ini.
"Pa! aku gak nyangkah yah papa lebih ngebelain gadis itu ketimbang aku anak kandung papa sendiri, kenapa pa kenapa papa tiba-tiba jadi kayak gini."
"itu karena papa berhutang nyawa dengan ayah dari gadis itu, kalau bukan karena jasa ayah nya yang udah nyelamati ayah dari kecelakaan di pabrik proyek dulu mungkin papa sudah tidak dapat lagi berada di dunia ini. Dan seketika papa jadi sangat merasa bersalah saat tau bahwa papa nya Pinky sudah tidak bernyawa lagi karena menyelamatkan papa. Dan sudah saatnya papa membalas jasanya melalui istri dan anak gadis nya."
Regan pun langsung terdiam mendengar kan semua itu.
__ADS_1