The Escort Man

The Escort Man
KEPUTUSAN


__ADS_3

"Jess putrimu!" Satu kalimat yang Naomi ucapkan langsung membuat Oscar membisu.


Suasana di dalam kamar perawatan sejenak menjadi hening, sebelum kemudian Oscar menarik kursi ke dekat bed perawatan Naomi, lalu duduk di sana.


"Kapan kita melakukannya? Aku bahkan tidak ingat kalau aku pernah tidur bersamamu."


"Kau selalu jual mahal kepadaku, ingat?" Cecar Oscar mengingatkan tentang sikap Naomi yang memang selalu menolak setiap kali Oscar menawarkan diri.


"Di kelab Nyonya Malcone," jawab Naomi lirih.


Saat itulah ingatan Oscar langsung melayang ke tubuh sintal yang ia hentak berulang kali di dalam kamar di kelab Nyonya Malcone.


Oscar memang melakukannya antara sadar dan tidak sadar dan Oscar mengira kalau ia sedang bercinta dengan Nyonya Malcone....


"Aku bersama Nyonya Malcone malam itu," Oscar segera menyangkal jawaban Naomi.


"Nyonya Malcone tidak datang malam itu karena ada acara mendadak-"


"Lalu kau berinisiatif menggantikan posisinya?" Sergah Oscar memotong.


"Aku hanya ingin menolongmu!" Naomi beralasan.


"Menolong? Menolong apa maksudnya?" Tanya Oscar tak paham.


"Aku mencampurkan sesuatu ke dalam minumanmu!" Naomi sedikit berbisik dan Oscar tentu saja langsung paham arah pembicaraan Naomi. Wajah pria itu langsung menunjukkan raut ketidakpercayaan.


"Kau menaruh obat di minumanku? Kau tidak percaya padaku malam itu?" Oscar menatap tak percaya pada Naomi.


"Kau terlihat ragu-ragu dan gugup malam itu. Dan tadinya aku hanya tak mau membuat klien kecewa. Namun sepertinya aku tak membaca dengan teliti dosis serta efek samping obat sialan itu," tutur Naomi membuat pengakuan.


Oscar masih menatap tak percaya pada Naomi.


"Kau juga melakukan hal yang sama pada semua escortman koleksimu? Lalu saat klien tak jadi datang, kau juga yang akan menggantikan dengan dalih menolong mereka?" Cecar Oscar dengan nada mencibir.


"Aku hanya melakukannya padamu!" Kilah Naomi menyangkal. Namun tatapan Oscar pada Naomi tetaplah sinis.


"Aku minta maaf!" Ucap Naomi lagi penuh penyesalan.

__ADS_1


"Lalu kenapa kau menyembunyikan kehamilanmu dan menyembunyikan Jesslyn?" Tanya Oscar selanjutnya menginterogasi Naomi.


"Kau bahkan tak mengatakan kepadaku kalau kau tengah mengandung benihku!" Cecar Oscar lagi mulai emosi.


"Aku hanya tak ingin membebani pikiranmu!" Sergah Naomi memberikan jawaban.


"Itu adalah murni kesalahanku, jadi aku tak mau kau ikut merasa bersalah!"


"Belum lagi kau yang saat itu masih kuliah dan mengejar mimpimu!" Lanjut Naomi lagi.


"Mimpi menjadi escortman seumur hidup?" Oscar tersenyum sinis.


"Kau tak akan melakukannya seumur hidup, Osh!"


"Aku sudah melepaskanmu dan kau bebas sekarang!" Sergah Naomi seraya menatap Oscar dengan sungguh-sungguh.


"Bebas? Du satu sisi, kau mengatakan kalau kau sudah melepaskanku sekarang dan menyuruh aku pergi."


"Tapi di sisi lain kau juga mengatakan kalau aku adalah ayah kandung Jesslyn!"


"Bebas apa yang kau maksud disini, Nao?"


"Aku sama sekali tak menuntut tanggung jawabmu!" Sergah Naomi yang kembali menyangkal.


"Aku yang akan membesarkan Jess dan ini bukanlah tanggung jawabmu!"


"Kau bisa pergi sekarang, datang pada Aster Brennen lalu menjadi kekasihnya!" Cecar Naomi panjang lebar seolah tak lagi terkendali.


Terang saja, kalimat Naomi yang terakhir langsung membuat Oscar memicing curiga pada wanita itu.


"Bagaimana kau bisa tahu kalai Aster memintaku untuk menjadi kekasihnya? Dia menghubungimu?" Oscar bergerak cepat untuk mengambil ponsel Naomi, sebelum Naomi sempat mencegah.


"Oscar kembalikan!" Gertak Naomi galak, namun hanya diabaikan oleh Oscar.


Oscar membuka ponsel Naomi setelah sedikit memaksa wanita itu untuk membuka matanya, karena kunci layar ponsel Naomi yang menggunakan scanning iris mata.


Oscar dengan cepat men-scroll layar ponsel Naomi dan pria itu langsung menemukan pesan dari Aster Brennen yang belum sempat dibalas oleh Naomi.

__ADS_1


Sial!


Seharusnya Naomi langsung menghapus pesan daei Aster Brennen.


"Kau mau menukarku dengan dua persen kekayaan Brennen?" Oscar menatap tak percaya pada Naomi.


"Aku tak akan mengambilnya!"


"Sudah aku bilang, kalai aku melepaskanmu! Jadi itu bukan lagi kontrak eksklusif dengan imbalan!"


"Kau menyukai Brennen karrna dia memberikan kepuasan yang selama ini kau idam-idamkan. Lalu Brennen ternyata juga mencintaimu dan tertarik kepadamu." Naomi tersenyum sinis.


"Jadi, apa lagi yang kau pikirkan! Kau bukan lagi aset di agensi. Kau sudah memilikimu kebebasanmu, Oscar!"


"Lakukan apa saja keinginanmu!" Tutur Naomi panjang lebar menjelaskan pada Oscar.


"Apa kau akan mencari penggantiku setelah nanti aku pergi? Mencari seorang escortman yang kemudian kau jadikan koleksi kesayanganmu hingga kau bisa mengekang serta mengatur-atur hidupnya!" Oscar menjeda kalimatnya sejenak.


"Mungkin Mitch yang akan menjadi bonekamu selanjutnya." Lanjut Oscar lagi emosi.


"Mitch akan menikah dengan kekasihnya dan berhenti menjadi escortman."


"Pun dengan escortman lain, mereka akan pergi dan melanjutkan mimpi mereka yang tertunda." Naomi menatap lekat pada Oscar.


"Agensi aku bubarkan," lanjut Naomi lagi lirih yang tentu saja langsung membuat Oscar terkejut tak percaya.


Apa maksudnya agensi dibubarkan?


Naomi ingin pensiun dari pekerjaan kotornya selama ini?


.


.


.


Ikut pensiun juga,Osh!

__ADS_1


Terima kasih yang sudah mampir.


Jangan lupa like biar othornya bahagia.


__ADS_2