The Escort Man

The Escort Man
SARAN


__ADS_3

Oscar keluar dari kamar perawatan Naomi, dengan langkah yang mengambang. Pikiran Oscar terasa kalut sekarang dengan keputusan Naomi yang benar-benar di luar dugaan.


Oscar duduk di deretan kursi di depan kamar perawatan Naomi, lalu pria itu menundukkan wajah. Kembali terbersit tentang pernyataan dokter kala itu tentang kondisi Naomi.


"Tumor Nona Olsen sudah menyebar dan kondisinya juga tak terlalu baik."


"Dan Nona Olsen menolak untuk dioperasi lagi."


"Lalu apa yang bisa kami lakukan saat ini, Dok?"


"Buat Nona Olsen bahagia di sisa usianya. Karena membujuk Nona Olsen untuk terus melakukan pengobatan rasanya juga hanya akan sia-sia. Wanita itu begitu keras kepala."


Oscar menyugar kasar rambutnya dan tidak tahu harus bagaimana sekarang, saat sebuah suara terdengar menyapanya.


"Osh!"


Oscar mengangkat wajahnya dan langsung menatap sengit ke arah Mitch yang baru datang.


"Aku mengantar makan siang untuk Jesslyn, apa dia sudah bangun?" Tanya Mitch mencoba bersahabat dengan Oscar yang sepertinya masih marah kepadanya. Meskipun Mitch juga tak tahu alasan apa yang membuat Oscar marah kepadanya.


Apa karena selama ini Mitch tidur bersama Naomi?


"Aku tidak tahu!" Jawab Oscar ketus.


"Kau sudah bicara pada Naomi?" Tanya Mitch lagi.


"Bukan urusanmu!" Jawab Oscar masih ketus.


"Baiklah!"


Mitch tak bertanya lagi dan lria itu langsung membuka pintu kamar perawatan. Rupanya Jesslyn sudah bangun meskipun gadis itu kini hanya tertunduk diam serta fokus ke layar ponsel dan tak menghiraukan Mitch yang baru datang.


"Hai, Mitch!" Sapa Naomi mengulas senyum pada Mitch.


"Aku membawakan makanan untuk Jess dan kau," lapor Mitch seraya meletakkan tas kain yang tadi ia bawa ke atas meja.


"Terima kasih karena sudah meluangkan waktumu, Mitch!" Ucap Naomi tulus dan Mitch hanya mengangguk. Pria itu menghampiri Jess yang masih sibuk dengan ponselnya dan duduk di dekat gadis itu. Namun Jess dengan cepat menghindar dan pindah ke sudut sofa seolah tak mau berdekatan dengan Mitch.


"Jess, jangan seperti itu!" Tegur Naomi pada sang putri yang langsung menyumpal telinganya menggunakan headphone.


"Jesslyn-"


"Sudah, Nao! Tidak apa!" Mitch menenangkan Naomi yang hendak marah pada Jesslyn. Mitch bangkit dari duduknya dan kembali menghampiri Naomi.


"Mau aku suapi dulu?" Tawar Mitch lembut. Namun Naomi langsung menggeleng.


"Kau akan tertinggal pesawat nanti." Naomi meraih tangan Mitch lalu menggenggamnya.


"Semoga kau hidup bahagia bersama keluarga kecilmu setelah ini, Mitch!" Ucap Naomi selanjutnya yang langsung membuat Mitch mengangguk.


"Kau juga harus sembuh agar bisa lanjut membesarkan Jess! Kau harus berjuang!" Balas Mitch seraya menangkup wajah Naomi, lalu mencium kening wanita itu cukup lama.


"Terima kasih untuk semuanya!" Ucap Naomi sekali lagi seraya melepaskan genggamannya pada tangan Mitch.


"Jangan lupa makan siang!"Mitch mengingatkan Naomi seraya mengendikkan dagu ke makanan yang tadi ia bawa.


"Iya!" Jawab Naomi lirih.

__ADS_1


"Aku pergi dulu!" Pamit Mitch sekali lagi saat tiba-tiba terdengar Jess memanggil namanya.


"Mitch!"


Mitch refleks menghentikan langkahnya dan menoleh pada Jess yang sudah melepaskan headphone dari kepalanya.


"Kenapa kau tidak menikah dengan Mom?" Tanya Jess seraya menatap tajam ke arah Mitch.


"Mitch akan meni-" Naomi baru saja akan menjawab pertanyaan Jesslyn, saat Mitch mengangkat tangan ke arah Naomi dengan cepat dan memberikan kode agar Naomi tak melanjutkan kalimatnya.


Mitch berbalik dan mendekat ke arah Jesslyn yang tetap menatapnya dengan tajam.


"Kau akan menikah dengan wanita itu?" Tanya Jesslyn to the point merujuk pada wanita yang bersama Mitch tempo hari, saat Oscar mengamuk dan Jesslyn juga mendengar semuanya.


"Ya!" Jawab Mitch singkat.


"Aku dan Mommy-mu adalah sahabat, Jess! Jadi kami tak akan menikah," lanjut Mitch lagi mencoba memberikan pengertian pada Jesslyn yang kini sudah gantu menatap marah kepadanya.


"Tidak usah menjadi sahabat Mom lagi mulai sekarang!" Bentak Jess galak sebelum kemudian gadis itu berlari ke arah Naomi lalu bersembunyi di pelukan Naomi.


"It's okay!" Ucap Naomi lirih pada Mitch yang terlihat serba salah.


"Pergilah!" Titah Naomi selanjutnya dan Mitch tak menunggu lagi. Pria itu langsung mengayunkan langkahnya ke pintu kamar perawatan dan keluar dari sana.


"Mitch!" Panggil Oscar yang sejak tadi masih belum pergi ternyata. Pintu kamar perawatan juga setengah terbuka padahal tadi Mitch sudah menutupnya saat masuk. Mungkinkah Oscar menguping pembicaraan Mitch dan Naomi tadi?


"Kau belum pergi?" Tanya Mitch berbasa-basi pada Oscar.


"Aku ingin kita bicara," ucap Oscar to the point. Mitch hanya mengangguk, dan dua pria itu sedikit menjauh dari kamar perawatan Naomi untuk berbicara empat mata.


"Kenapa kau akan menikah dengan wanita lain dan bukannya dengan Naomi?" Tanya Oscar setelah ia dan Mitch duduk di sebuah bangku taman rumah sakit.


"Apa ini karena Jess?" Tanya Oscar ingin tahu.


"Maksudmu?" Mitch mengernyit tak paham.


"Apa kau tidak mau menjadi kekasih Naomi karena Naomi sudah punya Jess yang tidak jelas siapa ayahnya-"


"Jess putrimu, Oscar!" Mitch memotong kalimat Oscar sekaligus mengingatkan pria di depannya tersebut.


"Masih belum pasti," gumam Oscar yang ternyata masih merasa ragu.


"Kau masih belum percaya?" Mitch menatap tak percaya pada Oscar.


"Bisa saja Naomi tidur dengan pria lain setelah ia tidur denganku!" Ujar Oscar yang sepertinya masih belum bisa menerima kenyataan kalau ia adalah ayah biologis Jesslyn.


"Ada sebuah tes bernama tes DNA yang bisa membuktikan apa Jess memang putri kandungmu atau bukan jika kau merasa ragu, Oscar," sinis Mitch seolah membalikkan kata-kata yang pernah diucapkan Oscar tersebut. Seketika Oscar langsung bungkam mendengar sindiran Mitch tersebut.


"Tapi satu hal yang pasti, Naomi sudah berhenti menjalin hubungan dengan pria manapun sejak kau bergabung dengan agensi," ujar Mitch lagi seolah sedang memberitahu Oscar.


"Darimana kau tahu? Seingatku, kau baru bergabung dengan agensi setahun setelah aku bergabung!" Sergah Oscar merasa sangsi.


"Itu memang benar!"


"Tapi sebelum aku bergabung dengan agensi escortman Naomi, aku sudah berteman baik dengan wanita itu," jawab Mitch membuat pengakuan.


"Teman baik sekaligus teman ranjang?" Sinis Oscar seraya bersedekap.

__ADS_1


"Kami baru mulai berkencan satu tahun belakangan. Sebelum itu hubungan kami hanya sebatas teman dan tak pernah lebih," ujar Mitch blak-blakan.


"Lalu kenapa kau malah menikah dengan wanita lain, jika memang kau berkencan dengan Naomi, hah?" Sergah Oscar kembali emosi.


"Karena Naomi hanya mencintai satu pria seumur hidupnya!" Jawab Mitch seraya melempar tatapan tajam pada Oscar.


"Aku melamar Naomi beberapa bulan setelah kami mulai berkencan, dan Naomi menolakku!" Lanjut Mitch lagi tetap menatap tajam pada Oscar.


"Naomi hanya mencintai satu pria dan itu adalah kau, Oscar!"


"Naomi mencintaimu!" Jawab Mitch blak-blakan.


"Mustahil!" Sergah Oscar menyangkal.


"Naomi hanya menganggap aku sebagai koleksinya!"


"Dia bahkan selalu menolak saat aku mengajaknya bercinta. Jika ia memang mencintaiku, todak mungkin dia akan menolak!" Beber Oscar lagi pada Mitch.


"Cinta bukan hanya tentang hubungan ranjang dan tidur bersama, Osh!"


"Naomi memilih mencintaimu dalam diam selama sepuluh tahun ini karena kau hanya menganggapnya sebagai kakak selama ini."


"Itu konyol, Mitch!" Sergah Oscar tetap tak percaya.


"Naomi sangat bisa mengatakan kalau dia mencintaiku dan ingin bercinta denganku! Atau mengatakan kalau aku yang sudah membuatnya hamil hingga melahirkan Jess!" Oscar mulai mengeluarkan semua emosi di dalam dirinya.


"Naomi tidak mau merusak mimpimu dan membuat kau merasa bersalah saat ia merahasiakan kehamilannya. Naomi juga tidak mau membebani pikiranmu."


"Itulah yang dinamakan mencintai, Oscar!"


"Andai kau menyadari kepedulian Naomi selama ini kepadamu. Dia yang selalu memperlakukan dengan wah di agensi. Mengutamakan kau dibanding escortman lain." Mitch tersenyum sinis.


"Sayangnya kau tak pernah peka dan kau hanya menganggap semua perhatian Naomi tersebut sebagai perhatian seorang kakak atau mungkin seorang g*rmo pada koleksinya," Mitch kembali tersenyum sinis. Sementara Oscar hanya membisu dan tak lagi meluapkan emosinya.


"Kau sudah tahu bagaimana kondisi Naomi saat ini. Jika aku jadi kau, aku akan memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya untuk membahagiakan wanita itu dan menebus semua rasa bersalah serta ketidakpekaan selama sepuluh tahun ini."


"Lalu menjadi ayah yang baik untuk Jess-"


"Jess membenciku!" Oscar memotong kalimat Mitch.


"Taklukkan hatinya kalau begitu! Bukankah Jess keras kepala sama sepertimu? Karena dia memang putrimu!" Ujar Mitch memberikan saran atauventah sedang menyindir sifat keras kepala Oscar. Tapi Naomi juga sama keras kepalanya dengan Oscar.


"Dulu, Naomi yang sudah membantumu keluar dari kesulitan, Osh!"


"Naomi yang sudah banyak mengubahmu hingga kau bisa sehebat sekarang! Menjadi Oscar Petrichor yang gagah dan digandrungi para wanita kaya!" Mitch bangkit dari duduknya.


"Jika bukan karena Naomi, kau mungkin masih hidup terlunta-lunta di kolong jembatan sekarang atau mendekam di penjara karena menjadi pencuri." Mitch tersenyum sinis dan bersiap pergi meninggalkan Oscar.


"Saatnya kau membalas budi pada Naomi, Oscar Petrichor!" Pungkas Mitch sebelum akhirnya pria itu benar-benar pergi meninggalkan Oscar yang hanya membisu.


.


.


.


Terima kasih yang sudah mampir.

__ADS_1


Jangan lupa like biar othornya bahagia.


__ADS_2