The Escort Man

The Escort Man
PERMINTAAN


__ADS_3

"Kau belum pulang, Osh?" Tanya Rivera yang baru keluar dari kamar. Tadi wanita itu memang pamit untuk menyusui Peter di kamar. Lalu Rivera tak kunjung keluar hingga hari beranjak siang.


"Aku akan menyiapkan makan siang untukmu dulu sebelum pulang," jawab Oscar yang masih berkutat dengan beberapa bahan di meja dapur.


"Aku tadi ketiduran saat menyusui Peter," ujar Rivera lagi seolah sedang memberitahu Oscar. Wanita itu melepaskan ikatan rambutnya, lalu mengikat kembali rambut berwarna pirang tersebut. Rivera lalu menghampiri Oscar yang sedang mengupas kentang.


"Mau memasak apa?" Tanya Rivera seraya memindai dan mencari tahu apa yang sekiranya bisa ia lakukan untuk membantu Oscar.


"Grilled chicken," Oscar menunjuk ke dada ayam yang sedang ia marinasi dengan bumbu.


"Aku pikir sandwich lagi," Rivera tertawa kecil dan Oscar ikut tertawa.


"Paul begitu menyukai sandwich buatanmu," lanjut Rivera lagi mengenang makanan favorit sang suami. Sepertinya wanita itu sedang rindu pada Paul.


"Ya!" Jawab Oscar seraya sesekali menoleh pada Rivera yang kini sedang memanaskan panggangan untuk mulai memanggang ayam.


"Kau dirumah berdua saja dengan Peter malam ini?" Tanya Oscar mengalihkan pembicaraan, setelah ia dan Rivera sama-sama diam.


"Ya! Jess baru pulang besok pagi," jawab Rivera.


"Mau aku temani?" Tawar Oscar yang bahkan Oscar sendiri tak tahu kenapa ia bisa seberani dan selancang itu.


"Aku tidak ingin merepotkan. Tapi kalau kau memang ingin menginap disini malam ini, silahkan saja,"jawab Rivera seraya tersenyum ramah.


"Kau mungkin juga kesepian di rumah sendiri karena Jess sekarang sudah pindah kesini," lanjut Rivera lagi.


"Sebenarnya, memang begitu! Aku jadi tak punya teman berdebat lagi saat malam," curhat Oscar seraya tertawa kecil.


"Lalu kenapa kau tidak ikut pindah kesini bersama Jess?" Tanya Rivera tiba-tiba yang tentu saja malah membuat Oscar kaget.


"Maaf, jika aku terlalu blak-blakan. Tapi aku ingat kata-kata Jess waktu itu tentang Jess yang selama ini harus mengurusmu dan dia selalu khawatir setiap kali dia meninggalkan kau sendirian di rumah."

__ADS_1


"Tapi sudah beberapa bulan ini Jess malah meninggalkanmu di rumah sendiri karena Jess ingin menemaniku disini."


"Sejujurnya aku sedikit tak enak hati, tapi aku juga merasa nyaman saat Jess tinggal bersamaku. Tapi sekali lagi, aku seolah sudah mengganggu kedekatanmu dengan Jess dan aku merasa egois disini," Rivera berkata panjang lebar sambil tertawa sesekali.


"Aku baik-baik saja, Rivera!" Ujar Oscar penuh kesungguhan.


"Dan aku sudah bisa mengurus diriku sendiri. Jess saja yang berlebihan selama ini," lanjut Oscar lagi tetap bersungguh-sungguh.


"Tidak, aku rasa kita perlu mengambil jalan tengah dari hal ini karena Jess juga sudah mengungkapkan kekhawatirannya padaku."


"Jess mengatakan kalau ia menemukan botol minuman dan bungkus rokok lagi saat ia pulang ke rumah." Rivera menatap pada Oscar yang langsung membelalakan mata.


Botol minuman apa?


Dan rokok apa?


Oscar sudah tak pernah minum atau merokok lagi beberapa bulan terakhir. Apa Jess sedang mengarang indah?


"Sebenarnya yang itu-"


"Aku sudah mengambil keputusan dan aku tak mau menjadi egois lagi," Rivera memotong kalimat Oscar dengan cepat.


"Kau tinggalah juga disini bersama aku, Jess, dan Peter!" Lanjut Rivera lagi yang benar-benar membuat Oscar ingin mengomeli Jess.


Sekaligus berterima kasih sepertinya.


Oscar tak pernah merasa sesenang ini saat seorang wanita mengajaknya untuk tinggal bersama.


Oh, tidak mungkin!


Oscar tak mungkin merasakan perasaan konyol itu, kan?

__ADS_1


Apa namanya?


Cinta?


Oscar tak pernah percaya pada perasaan konyol itu!


Oscar menoleh pada Rivera yang sudah mulai meletakkan ayam ke atas panggangan.


"Kau sudah selesai membuat mashed potato, Osh?" Tanya Rivera yang balik .enoleh pada Oscar yang sejak tadi tak berhenti menatapnya. Oscar tentu saja langsung kaget dan salah tingkah.


"Sedikit lagi!" Jawab Oscar sedikit tergagap. Oscar mengambil sedikit mashed potato buatannya, lalu menyuapkan ke mulut Rivera dan minta wanita itu untuk mencicipi.


"Bagaimana?"


"Sudah pas!" Jawab Rivera seraya tersenyum. Rivera lanjut mengangkat ayam yang sudah matang dari atas panggangan, lalu memotong-motongnya sebelum disajikan.


"Jadi, malam ini aku boleh tidur disini?" Tanya Oscar kembali memastikan keputusan Rivera tadi.


"Ya!"


"Setidaknya aku akan merasa aman jika malam ini aku tak berdua saja bersama Peter," jawab Rivera sebelum wanita itu keluar dari dapur membawa grilled chicken dan mashed potato buatan Oscar.


Rivera menyusun dua piring berisi makanan tadi ke atas meja makan dan memanggil Oscar lalu mengajaknya makan siang bersama.


.


.


.


Terima kasih yang sudah mampir.

__ADS_1


Jangan lupa like biar othornya bahagia


__ADS_2