The Escort Man

The Escort Man
HADIAH


__ADS_3

"Kau mau pergi?" Tanya Oscar pada Rivera yang sudah terlihat rapi.


"Ya, ada sedikit urusan yang harus aku selesaikan di bank," jawab Rivera.


"Mau aku antar? Aku bisa sekalian menjaga Peter nanti di sana," tawar Oscar yang kebetulan memang sedang luang. Oscar sudah menyelesaikan tugasnya mengantar anak-anak ke sekolah, dan Oscar baru akan kembali bekerja saat jam pulang sekolah.


"Ya, jika kau tak keberatan," jawab Rivera setelah menimbang-nimbang.


"Sama sekali tak keberatan!"


"Ayo!" Oscar mengambil alih Peter dari gendongan Rivera, lalu mendahului Rivera menuju ke garasi. Oscar meletakkan Peter di atas carseat, sebelum kemudian pria itu duduk di belakang kemudi, dan Rivera duduk di samping Oscar.


"Ke bank?" Tanya Oscar sekali lagi pada Rivera sebelum ia melajukan mobil Paul tersebut.


"Ya! Kau tahu?" Rivera balik bertanya.


"Aku tahu," jawab Oscar cepat, sebelum pria itu melajukan mobil Paul menuju ke bank di pusat kota.


****


"Ayo turun!" Ajak Rivera pada Oscar setelah mereka berhenti di sebuah bengkel. Tadi setelah mengantar Rivera ke bank, wanita itu malah ganti mengajak Oscar ke sebuah tempat yang mirip bengkel sepertinya.

__ADS_1


"Rivera! Kau sudah datang?" Sapa seorang pria pada Rivera.


"Hai!" Rivera memeluk pria itu sekilas lalu keduanya terlihat berbasa-basi. Berbeda dengan Oscar yang masih rak mengerti kenapa Rivera mengajaknya ke tempat seperti ini. Oscar memilih untuk sedikit berkeliling sembari membawa Peter yang sejak tadi memang berada di gendongannya.


"Jadi, pesananku sudah jadi, kan?" Tanya Rivera yang sekilas bisa didengar oleh Oscar.


Pesanan?


Rivera memesan apa memangnya?


"Sudah aku selesaikan!" Jawab pria tadi, lalu dua orang itu masuk ke dalam sebuah garasi besar meninggalkan Oscar yang masih merasa bingung.


"Oscar!" Panggil Rivera tiba-tiba yang langsung membuat Oscar kaget.


"Kemarilah!" Rivera memberikan isyarat tangan agar Oscar masuk ke dalam garasi besar tadi.


Oscar tak berpikir lagi dan pria itu segera mengayunkan langkahnya masuk ke dalam garasi mengikuti Rivera serta teman Rivera tadi.


Oscar segera dibuat tercengang saat melihat apa yang ada di dalam garasi tersebut. Sebuah truk makanan yang dulu sering disebut-sebut oleh Jesslyn dan belakangan ini menjadi impian Oscar. Apa Rivera hendak membeli truk makanan ini?


"Kau menyukai warnanya, Osh?" Tanya Rivera meminta pendapat dari Oscar yang masih begitu tercengang.

__ADS_1


"Ya!" Jawab Oscar singkat.


"Dan, apa ini gambar sandwich buatanku?" Tanya Oscar saat melihat gambar sandwich yang sangat tidak asing di kedua sisi truk.


"Tepat sekali!" Jawab Rivera seraya tertawa kecil.


"Ayo masuk dan kau bisa melihat-lihat dulu dalamnya. Nanti kalau ada yang kurang sesuai, temanku masih memberikan garansi untuk memperbaikinya sebelum truk ini kau bawa pulang," tukas Rivera panjang lebar yang sesaat membuat Oscar bingung.


"Kenapa bukan kau saja yang memeriksanya, Rivera? Yang membeli truk ini siapa memangnya?" Tanya Oscar semakin bingung.


"Paul yang membelinya," jawab Rivera seraya mengulas senyum tipis.


"Tapi Paul membelikan truk ini untukmu sebagai hadiah," sambung Rivera lagi yang benar-benar membuat Oscar tercengang.


Sangat-sangat tercengang hingga Oscar tak tahu harus mengucapkan apalagi pada Rivera dan Paul. Kenapa dua orang ini begitu baik pada Oscar?


.


.


.

__ADS_1


Terima kasih yang sudah mampir.


Jangan lupa like biar othornya bahagia.


__ADS_2