The Escort Man

The Escort Man
OSCAR GILA!


__ADS_3

"Jadi, ini pengalaman pertama anda, Nona Brennen?" Tanya Oscar dengan nada merayu yang langsung membuat Madame Brennen sedikit tersipu.


"Bukankah aku sudah menyuruhmu memanggil Aster saja?" Ujar Madame Brennen mengingatkan Oscar yang kini sudah meraih tangannya, lalu mengecup tangan putih nan halus tersebut dengan begitu lama.


"Baiklah!"


"Jadi ini pengalaman pertamamu, Aster?" Oscar mengulangi pertanyaannya.


"Bersama pria? Ya!" Jawab Aster sedikit menahan malu.


"Memang sebelumnya?" Oscar mengangkat sebelah alisnya.


"Mungkin kau bisa menanyakannya pada jariku," jawab Aster lirih yang langsung membuat Oscar tertawa renyah.


Oscar membimbing Aster untuk duduk di atas ranjang yang berada di ruangan tersebut.


"Kau akan langsung menelanjangiku?" Tanya Aster to the point yang langsung membuat Oscar bersimpuh di hadapan wanita empat puluh tahun tersebut.


"Apapun yang membuat kau nyaman, maka aku akan melakukannya. Aku disini untuk menyenangkanmu, Aster! Bukan sebaliknya," tutur Oscar dengan nada lembut yang benar-benar membuat Aster terhanyut.


Escortman yang Aster sewa ini benar-benar profesional dan berpengalaman.


"Jadi kita akan mulai darimana?" Tanya Aster gugup.


"Kita bisa saling meng-eksplore terlebih dahulu, jika kau tak keberatan," ujar Oscar memberikan saran.


"Ah, iya!" Aster sedikit salah tingkah.


"Tentu saja aku tak keberatan. Aku sudah pernah berciuman sebelumnya." Ujar Aster selanjutnya membuat pengakuan.


"Kau sudah pengalaman berarti," tebak Oscar.


"Hanya sebatas berciuman karena pria brengsek itu langsung aku tendang setelah dia tidur dengan sekretarisku." Ujar Aster lagi mengungkapkan secara blak-blakan masa lalu kehidupan pribadinya.


"Benar-benar pengalaman yang pahit," pendapat Oscar.


"Dan sepertinya meninggalkan trauma mendalam," tebak Oscar lagi.


"Membahas tentang kehidupan pribadi sangat dilarang dalam hubungan ini, Oscar!" Aster mengingatkan Oscar tentang peraturan dari agensi yang harus dipatuhi oleh Oscar dan klien.


"Maaf jika aku lancang kalau begitu," ucap Oscar cepat.


Aster mengusap dada bidang Oscar yang masih tertutup oleh setelan suit namun sudah mampu membuat Aster menelan salivanya berulang kali.

__ADS_1


"Aku boleh menelanjangimu?" Tanya Aster to the point.


"Apapun yang kau inginkan, Aster!" Jawab Oscar yang sama sekali tak keberatan. Aster tak menunggu lagi dan wanita itu langsungembuka deretan kancing di kemeja Oscar, setelah terlebih dahulu mekepaskan jas serta rompi yang Oscar kenakan.


"Oh, astaga!" Aster menatap kagum pada bentuk tubuh Oscar yang begitu sempurna. Wanita itu lalu tanpa malu-malu langsung menangkup wajah Oscar dan mendekatkan bibirnya ke bibir Oscar.


Oscar tentu saja langsung menyambut pagutan dari Aster Brennen yang bibirnya terasa begitu manis.


"Puaskan aku!" Bisik Aster di sela-sela pagutannya bersama Oscar, dan tentu saja Oscar tak membuang waktu lagi.


Oscar mulai menurunkan ciumannya ke dagu, lalu ke leher jenjang Aster. Kalung mutiara yang menghiasi leher wanita empat puluh tahun tersebut Oscar lepaskan perlahan. Lalu Oscar ganti beralih ke deretan kancing di blouse Aster. Satu persatu kancing Oscar lepaskan dengan begitu ahli, hingga Aster tak menyadari. Oscar melepaskan blouse Aster dengan perlahan,lalu kembali mencecap setiap inchi dari tubuh Aster. Jengkal demi jengkal Oscar susuri perlahan hingga lenguhan demi lenguhan tak berhenti keluar dari bibir Oscar.


"Kau sungguh luar biasa, Oscar!" Puji Aster seraya mencengkeram lengan Oscar.


Setelah cukup lama memberikan sentuhan demi sentuhan yang didambakan oleh Aster, Oscar akhirnya sampai pada milik Aster yang masih tertutup oleh underwear berwarna krem yang nyaris serupa dengan kulitnya.


Oscar terlebih dahulu merentangkan kedua paha Aster, lalu mencecap paha wanita itu dari arah lutut dan terus menuju ke bagian dalam.


"Emmmhhh!" Aster mulai hilang kendali dan wanita itu kini menjepit kepala Oscar dengan kedua pahanya.


"Kau menginginkannya sekarang?" Tanya Oscar seraya melirik sedikit ke wajah Aster yang sudah memerah karena dipenuhi oleh kabut gairah.


"Ya!"


****


Aster Brennen menggelinjang saat ia merasakan tangan Oscar yang sudah menyusup dengan berani ke bawah branya. Bahkan kini blouse yang dikenakan wanita empat puluh tahun tersebut sudah teronggok di lantai.


Apa?


Sejak kapan Oscar membuka baju Aster?


"Kau melamun? Sedang memikirkan apa?" Bisik Oscar sebelum kemudian pria itu menggigit kuping Aster dengan begitu sensual. Sepertinya Oscar masih hafal kalau itu adalah area sensitif bagi Aster.


"Emmmh!" Erangan Aster segera tertahan karena wanita itu menggigit bibir bawahnya, saat Oscar tanpa henti menggigit serta meng*lum telinganya yang mungkin kini sudah basah kuyup. Tangan Oscar juga terus merem4s dada kenyal dan berisi Aster.


"Aku menyukai dada seperti milikmu ini."


"Yang asli dan berisi!" Oscar merem*s dengan semakin barbar hingga kedua kaki Aster mulai goyah.


"Oh!" Oscar melepaskan hisapannya pada telinga Aster, lalu beralih ke dada wanita emoat puluh tahun tersebut. Tangan Iscar dengan cekatan melepaskan bra Aster, hingga kemudian isinya terlihat menggantung menggiurkan.


Oscar tak menunggu lagi,dan segera melahap bongkahan kenyal bagian kanan, lalu menghisapnya dengan kuat hingga Aster memekik.

__ADS_1


Namun Oscar tak berhenti. Pria itu malah semakin kuat menghisap hingga pipinya berubah cekung.


Dasar gila!


"Aku yakin ruanganmu ini kedap suara. Jadi berteriaklah sepuasmu, Aster!" Ucap Oscar sebelum pria itu ganti menghisap bongkahan sebelah kiri dan melakukan seperti yang sebelumnya.


Oscar benar-benar terlihat seperti bayi yang sedang kehausan sekarang, menghisap dada Aster yang bahkan tak pernah dihisap oleh bayi manapun.


"Oscar!" Aster memekik dan menjambak rambut Oscar saat ia merasakan ujung dadanya yang kini digigit dan ditarik oleh Oscar. Pria itu bahkan masih berani menatap sensual pada Aster yang wajahnya sudah merah padam.


"Menggemaskan!" Gumam Oscar yang justru membuat Aster tersipu malu.


Namun rupanya Oscar tak membiarkan Aster tersipu semakin lama, karena kinj tangan pria tersebut sudah dengan lancang menyusup ke dalam rok Aster Brennen, lalu menyibak underwear di dalam sana dan langsung menerobos ke dalam milik Aster yang sudah basah.


Dasar kurang ajar!


Tapi Aster menyukainya.


"Kau sudah sangat basah, Aster!" Goda Oscar dengan nada sensual.


"Ya! Kau benar-benar membuatku berantakan!"


"Bisakah kau memasukiku sekarang?" Tanya Aster yang benar-benar sudah kewalahan dengan hasratnya sendiri.


"Tidak secepat itu!" Oscar membuka kedua pangkal paha Aster, lalu menggulung rok wanita itu hingga terkumpul di perut. Dan hal yang diluar dugaan benar-benar dilakukan Oscar kali ini.


Oscar menurunkan underwear Aster dengan cepat sebelum kemudian pria itu menghujamkan lidahnya ke dalam milik Aster yang sudah basah kuyup.


Oh, astaga!


"Oscar, kau gila!"


.


.


.


Flashback nganu yang pertama aku selipin sekalian disini. (yang cetak miring)


Terima kasih yang sudah mampir.


Jangan lupa like biar othornya bahagia.

__ADS_1


__ADS_2