The Escort Man

The Escort Man
PINDAH


__ADS_3

Aster menatap ke dalam kamar perawatan, dimana Jesslyn sedang terbaring dengan satu kaki yang tak bisa digerakkan. Aster tak pernah menyangka jika dirinya akan melakukan hal licik ini pada seorang gadis sepuluh tahun. Tapi Aster sudah terlanjur tergila-gila pada Oscar.


Dan Jesslyn....


Gadis itu begitu menyebalkan!


Entah apa yang sebenarnya dimiliki oleh Jesslyn, hingga Oscar menolak mentah-mentah tawaran Aster tempo hari untuk menjadi kekasihnya. Aster benar-benar tak habis pikir kenapa Jesslyn juga bisa membuat Oscar mampu bertahan dalam kemiskinan setelah dirinya menguras habis uang di rekening Oscar.


Aster sadar, kalau ia tak akan bisa menyingkirkan Jesslyn dari sisi Oscar, karena Oscar yang merasa berhutang budi pada Naomi, hingga pria itu rela mengambil tanggung jawab untuk mengurus Jesslyn. Jadi Aster memilih memakai cara licik ini. Aster akan membuat Oscar merasa berhutang budi juga kepadanya karena dirinya sudah menyelamatkan nyawa Jesslyn yang begitu Oscar sayangi.


Lalu Aster akan melihat, bagaimana Oscar membalas budi semua perbuatan baik Aster pada Jesslyn. Oscar pasti tak akan menolak tawaran Aster lagi kali ini untuk tinggal bersamanya di mansion.


"Kau sudah bicara pada putrimu, Osh?" Tanya Aster dengan nada semanis mungkin seraya menghampiri bed perawatan Jesslyn.


"Ya!"


"Tapi sepertinya Jess masih merasa trauma pada para penculik itu hingga ia mengira kau asalah bagian dari mereka," Oscar tertawa kecil dan Jesslyn langsung mendelik pada pria tersebut.


"Aku tidak trauma!" Geram Jesslyn yang masih mendelik pada Oscar.


"Sudah cukup! Kau bisa berterima kasih pada Aster sekarang, karena dia yang sudah menyelamatkan nyawamu lalu dia juga sudah bermurah hati untuk mengijinkan kita tinggal di rumahnya-"


"Aku tudak akan tinggal di rumah wanita ini, Osh!" Potong Jesslyn menolak ajakan Oscar.


"Jangan keras kepala, Jess! Memangnya kau mau tinggal dimana setelah ini?" Cecar Oscar merasa emosi pada Jesslyn.


"Di rumah sewa kita itu tentu saja! Kau tak perlu menjual diru lagi, Osh!" Sergah Jesslyn ikut emosi.


"Masa sewa sudah habis dan aku sudah dipecat dari toko! Kita tak punya uang untuk memperpanjang masa sewanya!" Oscar memberitahu Jesslyn.


"Kau bisa mencari pekerjaan lain!" Jesslyn tetap keras kepala.


"Aku akan bekerja pada Aster!"


"Menjadi peliharaannya?" Jesslyn menatap tak percaya pada Oscar.


"Jaga bicaramu, Jess!"


"Aku akan bekerja menjadi asisten Aster dan bukan menjadi peliharaan!"


"Cara bicaramu sudah seperti wanita dewasa saja!" cibir Oscar yang benar-benar tak habis pikir.


"Osh!" Aster melerai perdebatan Jesslyn dan Oscar sembari menenangkan Iscar yang sudah dipenuhi oleh amarah.


"Jangan membentak Jess seperti itu," nasehat Aster dengan nada lembut yang langsung membuat Jesslyn menatap penuh kebencian pada wanita tua itu.


Dasar ular!


Pandai sekali bersandiwara!

__ADS_1


Sekarang saja pura-pura bersikap manis dan baik pada Jesslyn, padahal semua ini adalah rencana liciknya untuk menguasai Oscar dan kembali membawa Oscar ke jalan penuh kesesatan!


Menjadi escortman lagi!


Jesslyn benci dengan profesi sialan itu!


"Kita tetap akan pulang bersama Aster," ucap Oscar sekali lagi pada Jesslyn dengan nada tegas.


"Aku membencimu!" Maki Jesslyn seraya memalingkan wajahnya dari Oscar dan dari Aster menyebalkan. Tapi selarang Jesslyn juga tam bisa banyak menolak karrna kaki Jesslyn sedang cedera.


Dasar sialan!


Semuanya sialan!


****


"Welcome!" Ucap Aster pada Oscar dan Jesslyn yang kini duduk di atas kursi roda. Gadis sepupu tahun itu terus membisu sejak kemarin dan selama tiga jam penerbangan tadi.


Bahkan hingga mereka bertiga tiba di mansion Aster, Jesslyn belum buka suara sedikitpun.


"Selamat datang di rumah, Madame!" Sapa Johnson yang merupakan kepala pelayan di mansion Aster Brennen. Oscar ingat pada pria menyebalkan yang dulu menatap sinis pada Oscar, saat pertama kali Oscar datang ke tempat ini.


Yeah!


Pria itu masih terlihat menyebalkan hingga sekarang!


"Oscar dan Jess akan tinggal di sini mulai sekarang, John!"


"Semua sudah siap, Madame!"


"Silahkan, Nona Jesslyn!" Johnson mendorong kursi roda Jesslyn ke sebuah kamar di lantai bawah. Pintu kamarnya saja sudah begitu mewah. Lalu isi kamar juga sangat lengkap. Selain tempat tidur mewah, lemari besar yang penuh ukiran, ada juga beberapa furniture penunjang lain serta sebuah kamar mandi besar di dalamnya.


Yeah!


Jess sudah resmi menjadi seorang tuan putri sekarang! Sayangnya ini bukanlah kemauan Jesslyn!


"Aku juga sudah menyiapkan seorang perawat pribadi yang nantinya akan membantu segala keperluan serta apapun yang kau butuhkan, Jess!"


"Anggap saja rumah sendiri dan kau tak perlu sungkan disini," ujar Aster seraya menghampiri Jesslyn serta mengusap kepala gadis tersebut. Namun Jesslyn tetap bersikap ketus pada Aster dan sama sekali tak berucap apapun atas kemurahan hati Aster yang palsu ini!


Jesslyn yakin semua ini palsu dan tak akan bertahan lama.


Mungkin nanti saat kali Jesslyn sudah pulih dan Jesslyn sudah bisa berjalan, Aster akan langsung melemparnya ke sekolah asrama dengan alasan untuk disiplin diri.


Yeah!


Sangat bisa ditebak rencana busuk Aster Brennen tersebut!


Oscar menghampiri Jesslyn yangvmasoh memalingkan wajahnya dari Aster.

__ADS_1


"Bersikaplah yang sopan pada Aster, Jess!" Nasehat Oscar lembut, namun Jesslyn tak sedikitpun menanggapi dan gadis itu masih tak mau buka suara.


"Setidaknya ucapkan terima kasih karenaAstee sudah menyelamatkanmu!" Ujar Oscar lagi dengan suara mulai meninggai.


Dan sekali lagi, Jess masih bungkam.


"Bersikaplah yang baik dan ucapkan terima kasih pada Aster, Jesslyn!" Desis Oscar mulai merasa geram pada Jesslyn.


"Oscar, sudah!" Aster kembali harus menenangkan Oscar yang emosinya kembali membuncah.


Tapi Jesslyn tahu kalau sikap sok manis Aster tersebut hanya akting belaka. Jesslyn tak akan tertipu ataupun terlena. Dari awal saja Aster sudah selicik itu!


"Biarkan Jesslyn istirahat dan mungkin suasana hati Jesslyn akan membaik besok," ujar Aster lagi sok bijak yang benar-benar membuat Jesslyn senakin illfeel pada wanita tua itu!


Dasar iblis!


Oscar menarik nafas panjang lalu kembali berucap pada Jesslyn,


"Semoga Aster benar dan semoga sikapmu akan lebih manis besok!"


"Berhentilah menjadi gadis yang ketus, Jesslyn Olsen!" Ucap Oscar tegas sebelum pria itu mengikuti Aster dan keluar dari kamar Jesslyn.


"Aku tak akan pernah bersikap manis oada wanita iblis itu, Osh!" Gumam Jesslyn merasa geram sekaligus kesal.


Kesal oada Oscar yang mudah terpengaruh oleh kelicikan Aster, serta kesal pada dirinya yang kini tak bisa banyak bergerak karena kakinya patah.


Menyebalkan!


"Anda ingin istirahat, Nona?"


"Mari saya bantu," ucap perawat pribadi Jesslyn yang tadi diberikan oleh Aster. Wanita yang memakai setelan serba biru tersebut rupanya masih berada di kamar Jesslyn.


"Tidak!" Jawab Jesslyn ketus.


"Aku bisa sendiri!" Jesslyn menjalankan kursi roda otomatisnya mendekat ke arah ranjang, lalu hendak berpindah sendiri saat tiba-tiba kursi malah terjungkal ke depan dan Jess nyaris terjerembab ke depan...


"Nona Jess!" Perawat Jesslyn sigap menahan kursi roda Jesslyn lalu membantu gadus muda itu berpindah ke atas ranjang.


Jesslyn hanya mampu merutuki dirinya sendiri yang kini tak bisa berbuat apa-apa serta melakukan hal sederhana dengan mandiri.


Dasar tidak berguna!


.


.


.


Terima kasih yang sudah mampir.

__ADS_1


Jangan lupa like biar othornya bahagia.


__ADS_2