
Tok tok tok!
Hari masih pagi saat terdengat ketukan dari pintu depan rumah Oscar.
Oscar yang baru saja membuka mata, merasa malas untuk membuka pintu dan melihat siapa yang datang. Lagipula, siapa orang tak tahu diri yang bertamu dan mengetuk pintu rumah orang sepagi ini?
Tok tok tok!
Ketukan kembali terdengar dan membuat Oscar harus menyugar kasar rambutnya sendiri.
"Ya, Orang tak tahu diri! Aku datang!" Seru Oscar kesal seraya berjalan ke arah pintu depan. Oscar penasaran siapa yang menggedor pintu rumahnya sejak tadi. Pria itu membuka pintu depan dan ada dua orang asing yang berdiri di teras rumahnya.
Siapa mereka?
"Tuan Olsen?" Tanya salah satu pria.
"Ya! Saya sendiri. Kalian siapa?" Tanya Oscar seraya menunjuk pada tiga orang tersebut
"Kami kesini untuk memberikan informasi bahwa masa sewa rumah ini akan berakhir bulan ini-"
"Tunggu!" Oscar menyela karena merasa ada yang janggal.
"Apa maksudnya masa sewa? Rumah ini milik pribadi!" Sergah Oscar tak mengerti.
"Rumah ini disewa oleh Nona Olsen dua tahun lalu, dan masa sewanya habis bulan ini." Pria tadi memberikan sebuah surat pada Oscar.
"Akan aku perpanjang masa sewanya kalau begitu!" Tukas Oscar cepat mengambil keputusan.
Kenapa juga Naomi tidak pernah memberitahu Oscar kalau rumah ini bukan milik pribadi dan hanya menyewa?
"Baiklah, tidak masalah!"
"Silahkan ke bank hari ini untuk mengurusnya." Pria tadi ganti menyodorkan sebuah kartu pada Oscar.
"Ya!" Jawab Oscar sedikit ketus.
"Kami permisi, Tuan Olsen!" Pamit dua pria itu selanjutnya dan Oscar hanya berdecak.
"Lain kali, jangan bertamu pagi-pagi buta begini!" Omel Oscar merasa kesal pada dua pria tak tahu diri tersebut.
Oscar kembali menyugar rambutnya, lalu masuk ke rumah masih dengan perqsaan kesal. Pria itu pergi ke dapur dan membuka lemari bawah dapur untuk mengambil sebotol minuman, saat teguran dari Jesslyn membuatnya terlonjak kaget.
"Ini masih pagi, Osh! Apa kau akan mabuk pagi-pagi?"
"Ya ampun!" Oscar mengheram pada Jesslyn yang sedang menuang susu ke atas serealnya. Namun baru sedikit susu yang keluar, kotak tersebut sudah kosong. Jesslyn menggoyang-goyangkan kotak tersebut, lalu mengintip ke dalamnya.
"Ambil saja kotak susu yang baru, Jess!"
__ADS_1
"Dan berhentilah membuatku kaget seperti tadi!" Omel Oscar pada gadis sembilan tahun tersebut.
Jesslyn tak menyahut dan segera membuka kulkas yang hampir kosong.
"Susunya habis! Kau belum belanja, Osh!" Ujar Jesslyn mengingatkan.
"Iya! Aku akan belanja hari ini setelab aku mengurus tentang masa sewa rumah ini ke bank!"
"Lagipula, aku tak mengerti kenapa dulu Mommy-mu hanya menyewa rumah ini dan tidak membelinya sekalian?" gerutu Oscar yang sudah benar-benar kesal padahal hari masih pagi.
"Sereal kering!" Gumam Jesslyn seraya menggeser mangkuknya dan tak jadi makan sereal karena tidak ada susu.
"Makan sarapanmu, Jess!" Perintah Oscar menatap galak pada Jesslyn..
"Aku tidak suka sereal kering!" Jawab Jesslyn seraya turun dari kursinya, lalu membuka satu persatu lemari di dapur untuk mencari sesuatu.
"Kau sedang mencari apa?" Tanya Oscar yang masih saja kesal.
"Apa saja, asal bukan sereal kering," jawab Jesslyn sebelum kemudian gadis itu mendengus karena tak menemukan apapun. Jesslyn tak tahu kenapa tak ada apapun di dapur. Bukankah Oscar kemarin mengatakan kalau ia punya banyak uang untuk menunjang hidup mereka setahun ke depan?
"Aku lapar," lapor Jesslyn pada Oscar yang sudah menenggak sebotol anggur yang ia ambil dari lemari bawah dapur.
"Makan saja serealmu! Tambahkan air jika kau tak suka sereal kering!" Sahut Oscar memberikan saran yang langsung membuat Jesslyn merengut.
"Ck! Tidak usah merengut begitu, Jess! Kau bukan bocah TK! Nanti aku beri uang agar kau bisa sarapan di kantin sekolah!" Ujar Oscar yang kembali mengomeli Jesslyn.
"Terserah!" Sahut Jesslyn malas, sebelum kemudian gadis itu berlalu ke kamarnya dan membanting pintu.
Masih Jesslyn yang pemarah!
****
"Maaf, tapi saldo tabungan anda kosong, Tuan Petrichor!" Ujar petugas bank setelah memeriksa saldo di tabungan yang ia miliki.
"Bagaimana ceritanya bisa kosong?" Tanya Oscar mulai emosi.
Bagaimana Oscar tak emosi?
Beberapa minggu lalu saat Oscar mengambil uang, saldonya masih banyak.
Lalu kemana uang Oscar sekarang hingga tabungannya bisa kosong melompong?
"Silahkan dilihat sendiri!" Petugas bank menunjukkan riwayat transaksi di tabungan Oscar. Terlihat Oscar melakukan transfer dalam jumlah besar pada beberapa rekening asing.
Itu rekening siapa?
"Aku tidak kenal semua nomor rekening ini!"
__ADS_1
"Tidak! Ini pasti ada yang salah!" Oscar mulai mengamuk dan beberapa security terpaksa menghampiri pria itu dan hendak mengamankan.
"Pasti ada kesalahan dalam sistem kalian!"
"Lepaskan aku!" Oscar berteriak dan merasa tak terima dengan seluruh tabungannya yang mendadak hilang. Semua hasil kerja keras Oscar hilang begitu saja dan berpindah ke deretan rekening asing yang sama sekali tak Oscar kenal.
Siapa orang kurang ajar yang sudah merampok dan menguras uang di dalam rekening Oscar?
****
Jesslyn baru turun dari bus dan gadis itu langsung menatap heran ke arah Oscar yang duduk di teras, menyanding dua tas besar di sampingnya.
"Kau sedang apa?" Tanya Jesslyn heran.
"Sedang menunggumu pulang, lalu kita akan pergi dari rumah ini!" Jawab Oscar ketus. Oscar sebenarnya hanya sedang frustasi karena saat ini ia merqsa bingung harus berbuat apa. Masa sewa Rumah habis dan semua uang Oscar lenyap.
Terkutuklah orang kurang ajar yang sudah merampok semua uang Oscar!
"Kenapa?" Tanya Jesslyn bingung.
"Kenapa?"
"Karena ini bukanlah rumah kita, Jesslyn!" Jawab Oscar dengan nada suara yang sudah meninggi.
"Kenapa kau tidak memperpanjang masa sewanya? Atau membeli rumah ini sekalian? Bukankah uangmu banyak?" Cecar Jesslyn menatap tajam pada Oscar.
"Semua uangku sudah hilang!" jawab Oscar penuh emosi.
"Musnah! Lenyap! Raib!" Sambung Oscar lagi masih emosi.
"Bagaimana bisa? Kau menyimpan uangmu dimana?" Cecar Jesslyn yang entah kenapa malah membuat kepala Oscar semakin berdengung dan sakit.
"Sudah diam!" bentak Oscar pada gadis sembilan tahun tersebut. Jesslyn akhirnya diam danntak bertanya lagi. Oscar terlihat menghela nafas berulang kali.
"Sudahlah! Ayo pergi sebelum pemilik rumah ini datang lagi dan mengusir kita!" ucap Oscar akhirnya seraya bangkit dari duduk, lalu menuju ke mobil untuk memasukkan tasnya dan juga tas Jesslyn.
"Kita mau kemana, Osh?" Tanya Jesslyn yang sudah menyusul langkah Oscar.
"Menjadi tunawisma!"
.
.
.
.
__ADS_1
Terima kasih yang sudah mampir.
Jangan lupa like biar othornya bahagia.