The Escort Man

The Escort Man
JESS KEMANA?


__ADS_3

Pagi menjelang.


Oscar yang belum memicingkan matanya sejak semalam, memilih untuk pergi ke kamar mandi dan mengguyur kepalanya dengan air dingin cukup lama, demi meredakan hasrat sialan yang semalaman terus mengganggu. Pria itu tak berhenti mengumpat serta merutuki dirinya sendiri.


Hampir satu jam Oscar menghabiskan waktu di dalam kamar mandi, hingga saat pria itu keluar, Jesslyn yang rupanya sudah bangun menatap heran ke arahnya.


"Apa?" Ketus Oscar pada gadus sepuluh tahun di hadapannya tersebut.


"Kau tidak dengar aku menggedor pintu kamar mandi sejak tadi?" Jesslyn balik mendelik ke arah Oscar seraya bersedekap.


"Tidak!" Jawab Oscar jujur.


"Lagipula, kenapa pagi-pagi sudah menggedor pintu kamar mandi? Tidak sabaran sekali jadi orang," cibir Oscar yang langsung membuat Jesslyn berdecak.


"Aku tak akan menggedor kalau aku tak kebelet!" Desis Jesslyn tajam yang langsung membuat Oscar menurunkan pandangannya ke arah celana panjang yang dikenakan oleh Jesslyn.


"Lalu kau mengompol?" Tebak Oscar menerka-nerka.


"Aku tak sejorok itu!" Jawab Jesslyn ketus seraya tangannya menyambar sebuah mangkuk dari dekat tempat cuci piring, lalu membawanya masuk ke kamar mandi.


"Oh, astaga! Kau tadi buang air dimana, Jess?" Oscar menggedor pintu kamar mandi dengan emosi.


"Nanti akan aku bersihkan setelah mandi!" Sahut Jesslyn dari dalam kamar mandi. Oscar kembali harus menggerutu saat pria itu mulai memakai seragam kerjanya.


"Diam disana dan jangan membuat masalah hari ini!"


"Belum ada wanita kaya yang tertarik kepadamu!" Oscar menggerutu pada miliknya di bawah sana, sebelum Oscar membungkus benda tersebut dengan underwear.


"Menyebalkan!" Gumam Oscar sekali lagi yang masih merasa kesal karena pelampiasannya semalam memakai tangannya sendiri tak berasa apa-apa.


Baru kali ini Oscar menahan hasrat sampai kelimpungan seperti ini. Tidak ada alkohol dan tidak ada wanita. Keduanya benar-benar menyiksa sekarang!


Jesslyn sudah selesai mandi dan gadis itu keluar dari kamar mandi dengan wajah yang segar.


"Kau ada acara hari ini, Jess?" Tanya Oscar seraya menatap pada Jesslyn yang sedang mengelap lantai di sekitar bak cuci piring.


"Heem! Aku diminta menjaga seorang balita." Jawab Jesslyn tanpa menatap ke arah Oscar.


"Dimana?" Tanya Oscar lagi.


"Di gedung apartemen dua blok dari sini," jelas Jesslyn.


Oscar sontak mengernyit.


"Siapa yang memintamu?"


"Teman dari pemilik truk makanan tempatmu bekerja," jawab Jesslyn yang langsung membuat Oscar mengangguk.


"Tapi kau tidak akan kerja rodi sampai sore lagi, kan?" Tanya Oscar lagi memastikan dan sepertinya terlihat khawatir juga.


"Hanya sampai jam makan siang!" Jelas Jesslyn yang kembali membuat Oscar mengangguk sekaligus bernafas lega.

__ADS_1


"Nanti langsung pulang dan tidak usah kelayapan lagi!" Pesan Oscar yang langsung membuat Jesslyn memutar bola matanya.


"Kau belum memberikan aku materi belajar yang baru," Jesslyn mengingatkan Oscar.


"Materi apalagi yang ingin kau pelajari? Nanti malam saja kota bahas. Aku harus pergi bekerja dulu," tukas Oscar yang sama sekali tak ditanggapi oleh Jesslyn. Gadis itu sudah sibuk menuang sereal serta susu ke dalam mangkuk, lalu mulai menikmatinya dalam diam.


"Oh, ya. Susu dan serealmu masih ada?" Tanya Oscar sebelum pria itu membuka pintu depan.


"Masih!" Jawab Jesslyn tanpa menatap pada Oscar.


"Baiklah! Nanti bilang saja jika sudah habis," pesan Oscar pada Jesslyn.


"Kau punya uang memang untuk membeli sereal dan susu?" Jesslyn mencibir ke arah Oscar.


"Akan aku cari uangnya dulu kalau belum ada!" Sahut Oscar sembari keluar dari pintu depan.


"Aku pergi!" Pamit Oscar yang sama sekalintak digubris oleh Jesslyn. Gadis itu masih sibuk menikmati sereal susunya.


****


"Ini bayaranmu hari ini, Jess! Terima kasih karena sudah menjaga putriku dengan baik," ucap Nyonya rumah dimana Jesslyn bekerja hari ini.


"Sama-sama, Nyonya! Saya permisi!" Pamit Jesslyn seraya berbalik dan mengayunkan langkahnya ke arah lift. Jesslyn menunggu beberapa saat sampai pintu lift terbuka. Sudah ada dua orang pria dan wanita di dalam lift, saat Jesslyn masuk ke dalam. Jesslyn memilih untuk berdiri di depan pasangan pria dan wanita tadi sembari kepalanya mendongak dan memperhatikan nomor lantai yang bergerak di layar di atas pintu lift.


Tepat saat angka di layar tersebut berubah dari dua menjadi satu, sebuah tangan tiba-tiba sudah membekap mulut serta hidung Jesslyn dari arah belakang, dan tak butuh waktu lama gadis sepuluh tahun tersebut sudah kehilangan kesadarannya.


****


Oscar membenarkan topinya sebelum pria itu masuk ke ruangan manajer toko yang tumben memanggilnya sore ini. Apa Oscar akan mendapatkan promosi? Atau kenaikan gaji?


"Pagi, Osh! Masuklah!" Titah manajer toko yang langsung mempersilahkan Oscar untuk duduk.


Manajer toko itu kemudian mebgeluarkan sebuah amplop dan menyodorkannya pada Oscar.


"Apa ini, Pak?" Tanya Oscar bingung.


"Gajimu yang terakhir," jawab manajer toko yang langsung nembuat Oscar membelalak.


"Maksudnya, saya dipecat?" Tanya Oscar tak percaya.


Oscar merasa tak berbuat kesalahan apa-apa. Lalu kenapa mendadak manajer toko memecatnya?


"Hanya sedang ada pengurangan karyawan. Dan beberapa karyawan yang kemarin baru masuk, teepaksa kami berhentikan sementara waktu. Ekonomi sedang sulit!" Terang manajer toko yang langsung membuat Oscar berdecak tak percaya.


"Semoga kau akan mendapat kerja di tempat lain, Oscar! Terima kasih untuk kerja kerasmu selama beberapa bulan ini." Pungkas manajer toko yangvhanya membuat Oscar tertunduk lesu. Oscar akhirnya keluar dari ruangan manajer toko dengan langkah gontai.


Oscar harus bekerja apa lagi setelah ini?


Kenapa hidup begitu sulit?


****

__ADS_1


"Jess! Aku pulang!" Sapa Oscar tetap dengan raut wajah lesu sembari membuka pintu depan yang tumben masih terkunci.


Apa Jesslyn belum pulang?


Padahal Oscar sudah meminta gadis itu untuk tidak kelayapan.


"Jess! Kau di kamar?" Tanya Oscar seraya mengetuk pintu kamar Jesslyn. Oscar lalu mendorong pintu kamar untuk memeriksa. Dan benar saja,kamar kosong!


"Ya ampun! Kenapa gadis itu suka sekali membuatku kesal?" Geram Oscar seraya mengacak rambutnya sendiri dengan frustasi.


Oscar merebahkan tubuhnya di sofa sembari merentangkan kedua tangan di punggung sofa. Oscar akan menunggu sampai Jesslyn pulang, lalu ia akan mengomeli gadis itu agar tak kelayapan lagi dan pulang tepat waktu!


****


Langit perlahan berubah gelap. Oscar masih di posisinya semula dan tadi pria itu juga sempat tertidur karena stress harus mencari pekerjaan apalagi besok agar ia bisa makan dan membayar sewa rumah.


Oscar mengerjap-ngerjapkan matanya saat mendapati ruangan yang sudah berubah menjadi gelap. Pria itu kembali bangkit dan memeriksa kamar Jesslyn.


"Jess, kau sudah pulang?" Seru Oscar pada kamar kosong nan gelap di hadapannya.


Jesslyn masih belum pulang!


"Kemana gadis itu?" Oscar menggeram kesal dan akhirnya memutuskan untuk berganti baju terlebih dahulu sebelum mulai mencarj Jesslyn. Oscar juga masih harus berangkat ke tempat kerjanya di truk makanan.


Kenapa Jesslyn selalu saja merepotkan dan tak mau mengerti keadaan Oscar saat ini?


Oscar sudah tiba di rumah pemilik truk makanan tempatnya bekerja. Pria itu mengetuk pintu.


"Oscar! Hari ini kita libur. Kau lupa?" Tanya pemilik truk tersebut.


"Tidak! Aku tidak lupa. Aku hanya ingin tanya apa Jess disini?" Tanya Oscar to the point.


"Jess tidak kesini."


"Tapi pagi tadi dia mengatakan kalau dia akan menjaga seorang balita di salah satu apartemen temanmu," Oscar mengingat-ingat kalimat Jesslyn pagi tadi.


"Ah, iya! Dia memang menjaga anak temanku pagi tadi. Tapi aku rasa Jess sudah pulang sejak siang karena sore tadi aku bertemu temanku bersama putranya di taman dan katanya Jess sudah pulang." Terang wanita di depan Oscar tersebut yang langsung membuat Oscar mengudap wajahnya.


"Memang Jess belum sampai di rumah?" Tanya wanita itu lagi.


"Mungkin dia ada keperluan dan akan pulang sebentar lagi," ujar Oscar berusaha menenangkan sekaligus meyakinkan dirinya sendiri.


"Aku pulang dulu." Pamit Oscar selanjutnya seraya meninggalkan rumah teman Jesslyn tersebut. Oscar benar-benar tak tahu Jess pergi kemana saat ini.


Kau kemana, Jess?


.


.


.

__ADS_1


Terima kasih yang sudah mampir


Jangan lupa like biar othornya bahagia.


__ADS_2