The Escort Man

The Escort Man
SAKIT


__ADS_3

"Oweeek!"


Oscar yang baru terlelap sebentar, seketika langsung kembali terjaga saat mendengar tangisan Peter dari dalam kamar.


"Oweek!" Tangisan Peter terdengar semakin kencang. Membuat Oscar akhirnya bangun dan duduk, lalj menatap ke pintu kamar Rivera.


"Oweek! Oweek!"


Oscar mengernyit dan pria itu akhirnya menghampiri pintu kamar Rivera, lalu mengetuknya pelan.


"Rivera!" Panggil Oscar seraya mengetuk.


Tak ada jawaban dan tangis Peter masih terdengar dari dalam kamar.


"Rivera!" Panggil Oscar lagi seraya mengetuk lebih keras. Namun yang dibuka malahan pintu kamar Jesslyn yang bersebelahan dengan kamar Rivera.


"Peter kenapa?" Tanya Jesslyn yang terlihat masih mengantuk.


"Aku juga tidak tahu. Rivera tak menjawab," jelas Oscar yang kembali mengetuk pintu.


"Rivera-"


"Nona Rivera!" Jesslyn ikut memanggil seraya membuka pintu kanar Rivera.


"Jess-" Desis Oscar karena tindakan lancang Jesslyn. Namun kemudian Oscar tak jadi menegur sang putri saat pria itu melihat Rivera yang terbaring di atas ranjang seraya menggigil.


"Nona Rivera!" Jesslyn buru-buru menghampiri Rivera dan memeriksa wanita tersebut.


Sementara Oscar segera mengambil dan menggendong Peter yang masih menangis.


"Kau demam," gumam Jesslyn setelah meletakkan punggung tangannya di kening Rivera.


"Buatkan susu untuk Peter dulu," Rivera berucap lirih pada Jesslyn.


"Osh-"


"Aku tidak bisa membuat susu sembari menggendong," jawab Oscar cepat seraya beralasan.


"Ck!" Jesslyn segera berdecak dan gadis itu akhirnya mengambil Peter dari gendongan Oscar.


"Kau urus Nona Rivera!" Titah Jesslyn pada Oscar sebelum gadis itu berlalu dan keluar dari kamar.


Oscar menghela nafas, lalu menghampiri Rivera yang masih menggigil. Oscar mengambil segelas air, lalu membantu Rivera untuk minum.


"Kau tadi sudah makan?" Tanya Oscar lembut.


Sudah hampir tiga minggu, Oscar mulai berjualan di truk makanannya di alun-alun kota dari sore hingga malam. Kadang Oscar memang pulang larut dan Rivera serta Peter sudah terlelap setiap kali Oscar pulang.


"Ya," jawab Rivera lirih.


"Ada obat penurun panas di kotak obat?" Tanya Oscar lagi seraya membenarkan kembali selimut Rivera. Oscar lalu mencarj kotak obat, serta mengambil air hangat untuk mengompres Rivera. Sementara dari luar kamar, tangis Peter sudah tak terdengar lagi. Sepertinya Jesslyn sudah berhasil mebenangkan bayi tersebut.

__ADS_1


"Kau benar sudah makan, kan?" Tanha Oscar sekali lagi sebelum memberikan obat pada Rivera.


"Iya, sudah." Jawab Rivera bersungguh-sungguh.


Oscar akhirnya memberikan obat pada Rivera, lalu mulai mengompres Mom dari Peter tersebut.


"Osh!" Panggil Jess dari ambang pintu saat Oscar masih mengompres Rivera.


"Apa?" Tanya OS serata menoleh pada Jesslyn.


"Aku akan mengajak Peter tidur di kamarku! Kau jaga Nona Rivera dan jangan meninggalkannya!" Pesan Jesslyn yang sok tahu.


"Iya!" Jawab Oscar seraya lanjut mengompres Rivera. Jesslyn sudah keluar lagi dari kamar Rivera dan menutup pintu.


"Kau butuh sesuatu?" Tanya Oscar berbasa-basi.


"Ya," Rivera terlihat ragu, sebelum kemudian wanita itu mengintip ke dalam selimut.


Ada apa memangnya?


Rivera tak pakai baju?


"Kau bisa mengambilkan satu baju untukku di lemari?" Pinta Rivera sedikit meringis pada Oscar.


"Kau tidak memakai baju memangnya-" Oscar membungkam mulutnya sendiri yang lancang melontarkan pertanyaan tidak sopan


"Maaf!" Oscar jadi salah tingkah sekarang.


"Aku pakai baju. Hanya saja, bajuku sedikit basah di bagian dada," jawab Rivera akhirnya yang langsung membuat Oscar membulatkan bibirnya.


"Ya! Aku tadi ketiduran, lalu saat bangun rasanya sudah nyeri sekali," cerita Rivera seraya menerima baju yang disodorkan oleh Oscar.


"Aku akan keluar agar kau bisa berganti baju, lalu nanti aku akan masuk lagi dan lanjut mengompres agar demammu segera turun," ujar Oscar lagi yang kembali salah tingkah.


"Ya!" Jawab Rivera singkat. Wanita itu hendak bangun namun tampak kesulotan, jadi Oscar membantu Rivera bangun terlebih dahulu sebelum lanjut keluar.


Masih sempat Oscar lihat sekilas, kaus longgar yang dikenakan oleh Rivera yang memang basah di bagian dada dan menunjukkan dada Rivera yang begitu bulat menggiurkan.


Astaga!


Oscar baru tahu kalau ibu menyusui dadanya bisa terlihat lebih menantang ketimbang wanita tak menyusui.


"Sial!" Oscar tak berhenti mengumpat saat pikiran pria itu terus saja membayangkan betapa menggiurkannya dada Rivera. Oscar masih berdiri di depan kamar Rivera sembari mengusap miliknya yang mulai terasa sesak di dalam celana.


Ouh, benar-benar brengsek!


Bagaimana Oscar harus melampiaskannya sekarang?


"Oscar, kau sedang apa disini?" Tegur Jesslyn yang sukses membuat Oscar terlonjak.


Sialan!

__ADS_1


"Kenapa membuatku kaget?" Omel Oscar pada Jesslyn.


"Kau sedang apa disini? Bukankah aku tadi sudah menyuruhmu untuk menjaga Nona Rivera?" Jesslyn mengulangi pertanyaannya sembari mendelik pada Oscar.


Dasar nona tukang perintah!


"Rivera sedang ganti baju di dalam! Aku tak mungkin mengintip!" Jawab Oscar seraya berdecak berulang-ulang.


"Kau sendiri, kenapa malah keluar kamar? Peter mana?" Oscar balik menanyai Jesslyn.


"Peter sudah tidur dan aku haus. Jadi aku mengambil minum!" Jawab Jesslyn seraya menunjukkan gelas di tangannya.


"Jaga Peter lagi sana! Jangan kelayapan!" Perintah Oscar seraya berkacak pinggang pada Jesslyn.


"Siapa juga yang kelayapan," decak Jesslyn seraya berlalu dari hadapan Oscar. Gadis itu langsung masuk lagi ke dalam kamarnya, meninggalkan Oscar yang kembali mengusap miliknya yang sudah sedikit mau berkompromi.


"Ck! Bisakah kau tidak membuat masalah malam ini?" Gerutu Oscar pada miliknya sendiri bersamaan dengan panggilan Rivera dari dalam kamar.


"Oscar!"


"Ya! Aku datang!" Jawab Oscar yang langsung masuk ke kamar dengan cepat. Rivera sudah selesai berganti baju dan wanita itu masih duduk di atas ranjang.


"Ada apa? Kau butuh sesuatu?" Tanya Oscar yang hendak membantu Rivera untuk kembali berbaring, namun Rivera menolak.


"Tolong ambilkan peralatanku." Rivera mengendikkan dagunya ke perlengkapan pompa ASI miliknya yang berada di atas meja.


"Lalu kau bisa istirahat, Osh! Kau pasti lelah setelah melayani banyak pelanggan sore tadi," lanjut Rivera lagi perhatian.


"Kau sudah baikan memangnya?" Tanya Oscar masih khawatir.


"Ya! Aku sudah merasa lebih baik," jawab Rivera cepat.


Oscar lalu meletakkan punggung tangannya di kening Rivera untuk memastikan.


"Masih sedikit demam," gumam Oscar.


"Aku sudah baik-baik saja," Rivera meyakinkan Oscar.


"Bagaimana kalau aku duduk dan istirahat di sofa sana saja? Agar jika nanti kau butuh apa-apa kau bisa memanggilku dengan mudah?" Usul Oscar seraya menunjuk ke sofa di kamar Rivera.


"Aku benar-benar tak ingin merepotkan," ucap Rivera merasa tak enak hati.


"Sama sekali tak merepotkan," ujar Oscar bersungguh-sungguh. Pria itu akhirnya duduk di sofa di dalam kamar Rivera dan sedikit menyamankan posisinya. Oscar langsung memejamkan kedua matanya, meskipun sesekali pria itu akan mengintip pada Rivera yang sedang sibuk memompa ASI.


Oscar penasaran, apa jika ia yang menghisap, ASI-nya juga akan keluar?


.


.


.

__ADS_1


Terima kasih yang sudah mampir.


Jangan lupa like biar othornya bahagia.


__ADS_2