The Escort Man

The Escort Man
SARAPAN


__ADS_3

"Oscar!"


"Osh!"


Oscar masih bergelung dengan mimpi indahnya, saat sebuah suara memanggil-manggil namanya serta mengganggu tidur pria itu.


"Oscar!"


"Hmmmm! Apa, Jess?" Jawab Oscar kesal masih sambil memejamkan mata.


"Bangun!" Jess mengguncang tubuh Oscar dengan geram.


"Aku masih ngantuk! Kenapa kau berisik sekali!" Jawab Oscar tetap sambil memejamkan kedua matanya.


"Ini sudah siang dan kau harus tahu diri kau tidur dimana sekarang!" Kalimat Jesslyn membuat Oscar membuka matanya, lalu mengingat-ingat ia tidur dimana semalam.


Semalam!


Oscar menggendong Peter, lalu bayi itu mengantuk dan Rivera menyuruh Oscar yang ikut mengantuk untuk duduk di atas ranjang. Hingga akhirnya....


Oscar langsung bangun dan mendapati dirinya yang masih berada di atas ranjang di dalam kamar Rivera. Lalu Rivera tidur dimana semalam? Jangan bilang kalai wanita itu tidur di sebelah Oscar dan sudah terjadi sesuatu semalam.


Hey! Tapi bukankah ada Peter!


Jadi mustahil jika Oscar dan Rivera melakukan sesuatu. Lagipula, Oscar tak mungkin juga bercinta dengan seorang wanita dalam kondisi tidur alias tak sadarkan diri!


"Sedang memikirkan apa?" Jesslyn menggerakkan tangannya naik dan turun di depan wajah Oscar.


"Kau sudah pulang?" Oscar balik bertanya pada Jesslyn tanpa menjawab pertanyaan dari gadis itu.


"Ya! Baru saja, dan lihatlah!" Jesslyn menunjukkan lengan dan kakinya yang bentol-bentol bekas gigitan nyamuk.


"Aku baru saja donor darah semalaman penuh," lanjut Jesslyn lagi yang langsung membuat Oscar tergelak.


"Aku sudah membawakanmu lotion nyamuk padahal, Jess! Kenapa tidak dipakai?" Celetuk Rivera yang terlihat masuk ke kamar untuk mengambil sesuatu, lalu wanita itu kembali keluar.


"Kau tahu Rivera tidur dimana semalam?" Tanya Oscar selanjutnya pada Jesslyn.


"Mana aku tahu? Aku baru saja sampai dan saat aku bertanya pada Nona Rivera apa kau tidur disini semalam atau tidak, Nona Rivera malah menunjukkan kau yang mendengkur di atas ranjangnya."


"Dasar tidak sopan!" Cerocos Jesslyn panjang lebar dengan omelan di bagian belakang seperti biasa.


Yeah!


Seperti Oscar tak hafal saja!


"Aku mendekap Peter semalaman dan aku sedikit insomnia juga. Tapi saat Rivera menyuruhku duduk di atas ranjangnya, aku malah ngantuk berat," tutur Oscar beralasan.

__ADS_1


"Modus sekali!" Cibir Jesslyn pada Oscar.


"Bukan modus! Memang itu yang terjadi!" Sergah Oscar membantah cibiran Jesslyn.


"Sekarang bangun dan masak sarapan sana! Aku kelaparan!" Perintah Jesslyn seraya menarik tangan Oscar agar pria itu beranjak dari atas ranjang Rivera.


"Memangnya kau tak makan saat jelajah alam? Kenapa suka sekali menyiksa diri sendiri dengan ikut kegiatan aneh seperti itu?" Tanya Oscar tak mengerti.


"Seharusnya kau berterima kasih kepadaku karena aku ikut jelajah alam!" Sergah Jesslyn bersungut.


"Terima kasih untuk?" Tanya Oscar lagi semakin bingung.


"Untuk sebuah kesempatan yang aku berikan kepadamu!" Jesslyn mengatakan sambil berbisik di telinga Oscar.


"Kenapa kau berbisik-bisik dan kesempatan apa yang kau maksud? Aku sungguh bingung," cecar Oscar yang langsung membuat Jesslyn terlihat geregetan.


"Sudahlah! Perutku lapar dan kau malah mengajakku berdebat!"


"Buatkan aku sandwich cepat!" Perintah Jesslyn galak seraya berkacak pinggang.


"Dasar tukang perintah!" Cibir Oscar seraya keluar dari kamar Rivera. Oscar langsung masuk ke dapur dan terlihat Rivera yang sedang memasukkan baju-baju kotor ke dalam mesin cuci.


"Pagi, Rivera!" Sapa Oscar pada ibu satu anak tersebut.


"Pagi, Osh! Kau tidur nyenyak sekali dinihari tadi," balas Rivera seraya tertawa kecil. Oscar sukses salah tingkah dengan kalimat Rivera barusan.


"Ya, kasurmu nyaman sekali," tutur Oscar masih sedikit salah tingkah. Pria itu juga mendadak bingung ia tadi mau membuat apa ke dapur.


Kopi? Teh? Susu?


Oh, iya! Sandwich untuk nona Jesslyn si tukang perintah!


"Tapi Peter juga tidur nyenyak sekali di pelukanmu semalam," ujar Rivera lagi bercerita pada Oscar.


"Benarkah?" Kedua mata Oscar berbinar tak percaya. Seorang Oscar yang tak punya pengalaman menggendong bayi, ternyata bisa juga membuat seorang bayi tertidur lelap di dalam pelukannya.


"Ya, tapi tadi Peter bangun duluan karena diapersnya penuh. Jadi aku mengajaknya pindah ke kamar Jess agar kau tak terganggu," terang Rivera lagi.


"Oh Astaga! Lalu kau tidur dimana semalam?"


Yeah! Pertanyaan itu akhirnya meluncur dari bibir Oscar karena Oscar benar-benar penasaran dengan apa yang sudah terjadi semalam.


"Di kamar juga. Tapi aku di sofa," jawab Rivera cepat yang sedikit membuat Oscar kecewa.


Oh, kenapa kau harus kecewa, Bung!


Rivera juga bukan pacarmu, jadi mana mungkin kalian tidur bersama di dalam satu ranjang?

__ADS_1


"Begitu, ya!" Ucap Oscar akhirnya sedikit berbasa-basi.


"Kau sudah sarapan?" Tanya Oscar selanjutnya saat pria itu memanaskan penggorengan dan mulai memasak telur serta bacon untuk isian sandwich Jesslyn.


Semalaman gadis itu donor darah, jadi sebaiknya sekarang Oscar memberikannya double protein agar ia tak malnutrisi!


"Belum! Kau akan membuatkan aku sandwich juga?" Jawab Rivera sekaligus memastikan.


"Ya! Aku sudah menumpang disini semalaman, jadi rasanya tidak sopan jika aku tak membuatkan sarapan kesiangan ini untukmu," jawab Oscar seraya terkekeh.


"Aku tak keberatan kau tinggal disini juga bersama aku, Peter, dan Jesslyn."


"Hanya saja, untuk malam selanjutnya, mungkin kau bisa tidur di kamarmu sendiri," ujar Rivera seraya tertawa kecil. Oscar ikut tertawa sembari membalik telur dan bacon di penggorengan.


"Anggap saja tadi malam itu aku sedang tidak tahu diri!" Tukas Oscar yang sudah berhenti tertawa.


"Nona Rivera! Lihat siapa yang bangun!" Ucap Jesslyn yang sudah ikut ke dapur seraya menggendong Peter.


"Pagi, Sayang! Kau mau sarapan sandwich juga?" Sapa Rivera seraya menghampiri Peter, lalu mengambil bayi otu dari gendongan Jesslyn.


"Sandwichku sudah jadi?" Tanya Jesslyn yang sudah ganti menghampiri Oscar.


"Ya!"


"Silahkan, Nona tukang perintah!" Oscar menyodorkan sepiring sandwich pada Jesslyn.


Jesslyn langsung membawa sandwichnya ke atas meja makan, sementara Oscar menyusul dengan membawa sandwich miliknya dan juga milik Rivera.


"Perlu aku suapi?" Tawar Oscar pada Rivera yang masih menimang-nimang Peter.


"Tidak usah! Aku akan duduk dan amkan sendiri," jawab Rivera seraya duduk di samping Oscar. Senentara Jesslyn yang sedang menikmati sandwich-nya dengan lahap, sesekali melirik pada Oscar dan Rivera yang kini duduk berdekatan.


"Ya ampun! Sebentar, Peter!" Rivera terlihat kesulitan untuk mengambil dan menggigit sandwich-nya. Dan tentu saja Oscar tak tinggal diam. Pria itu dengan sigap mengambilkan sandwich Rivera, lalu memotongnya menjadi beberapa bagian kecil, dan menyuapkannya juga ke dalam mulut Rivera.


"Terima kasih!" Ucap Rivera di sela-sela wanita itu mengunyah sarapannya.


"Kau bisa tetap makan sembari menimang Peter sekarang," tukas Oscar seraya mengulas senyum.


Jesslyn yang melihat semua pemandangan manis tersebut langsung tersenyum tipis, dan berharap ini akan berlangsung seterusnya.


.


.


.


Terima kasih yang sudah mampir.

__ADS_1


Jangan lupa like biar othornya bahagia.


__ADS_2