The Escort Man

The Escort Man
LICIK


__ADS_3

"Kau berubah pikiran?" Tanya Aster seraya tersenyum licik pada Jesslyn yang kembali memanggilnya.


"Tidak!" Jawab Jesslyn tegas.


"Aku hanya ingin mengatakan, jika apapun syarat yang hendak kau ajukan, aku tak akan menerima atau melakukannya sama sekali!"


"Biar saja aku hidup di panti asuhan atau terlantar di jalanan!" Ungkap Jesslyn lagi seraya melemparkan tatapan penuh permusuhan pada Aster.


"Gadis yang keras kepala!" Gumam Aster seraya kembali menghampiri bed perawatan Jesslyn dan membalas tatapan Jesslyn tanpa rasa gentar sedikitpun.


"Aku tak akan memberikanmu celah untuk bisa bertemu dengan Oscar!" Desis Jesslyn lagi tetap menatap tajam pada Aster.


"Terlambat, Penyihir kecil!" Aster tersenyum licik.


"Tanpa kau beritahu, aku sudah tahu kau dan Oscar tinggal dimana selama ini," lanjut Aster lagi yang seakan menjadi sebuah skakmat untuk Jesslyn.


Berarti benar dugaan Jesslyn selama ini kalau mungkin saja yang sydah mencuri semua yang Oscar dan membuat Oscar jatuh miskin adalah Aster.


Lalu penculikan serta semua hal yang menimpa Jesslyn adalah bagian dari rencana Aster!


Kenapa wanita ini begitu licik dan ingin menguasai Oscar?


Dia terobsesi pada Oscar?


"Oscar sudah berubah dan dia tak akan menerima tawaran murahanmu untuk menjadikannya kekasih!" Ucap Jesslyn seolah sedang menakuti Aster.


"Kau benar!"


"Oscar pasti akan langsung menolak jika aku memintanya menjadikekasihku seperti yang sebelumnya."


"Tapi bagaimana kalau aku membuat skenario baru yang memanfaatkan tentang kecelakaan yang menimpamu ini, Nona Muda?" Aster tertawa licik pada Jesslyn yang langsung kehilangan kata-kata.


"Oscar yang begitu menyayangi Jesslyn tiba-tiba mendengar kabar Jesslyn mengalami kecelakaan. Lalu aku menjadi pahlawan yang menyelamatkan Jesslyn!" Aster menuding pada Jesslyn dan kembali tertawa penuh kemenangan.


"Aku suka dengan sifat Oscar yang selalu tahu balas budi!"


"Dulu, Oscar rela mengorbankan pekerjaannya hanya untuk membalas budi baik Mommy-mu. Jadi sekarang kita lihat apa yang akan dilakukan Oscar untuk membalas budi baikku karena sudah menyelamatkan nyawamu," Aster menuturkan rencana liciknya yang langsung membuat Jesslyn menatap benci pada wanita itu.


"Kau licik!" Maki Jesslyn pada Aster.


"Kau wanita licik, Aster!" Maki Jesslyn sekali lagi.


"Bersikaplah yang baik karena Oscar pasti akan langsung percaya pada cerita serta kebaikanku-"


"Tidak akan semudah itu!"

__ADS_1


"Oscar akan menolakmu mentah-mentah karena kau yang tak mau menerimaku!" Jesslyn berteriak pada Aster.


"Aku tak mungkin menolongmu jika aku tak menerima dan menyayangimu, Jesslyn Sayang!"


"Pembuktian ini sudah lebih dari cukup!" Sergah Aster yang langsung membuat Jesslyn bungkam. Aster mengeluarkan ponsel dari tasnya dan langsung menghubungi seseorang.


"Siapkan pesawat! Aku akan menemui Oscar!" Aster menatap penuh ledekan saat mengatakan kalaunia akan menemui Oscar.


"Oscar tak akan percaya pada semua ceritamu, Wanita licik!" Teriak Jesslyn merasa marah pada Aster.


"Kita lihat saja besok!" Sahut Aster santai seraya melenggang keluar dari kamar perawatan Jesslyn.


"Aku tak akan sudi tinggal di rumah besarmu!"


"Aku akan menceritakan semua kelicikanmu pada Oscar!" Jesslyn terus berteriak-teriak tanpa peduli Aster mendengar atau tidak.


Jesslyn hanya sedang mengungkapkan semua kemarahan yang membuncah di dalam hatinya.


****


Jesslyn masih menikmati makan siangnya tanpa selera, saat pintu kamar perawatan dibuka dari luar. Jesslyn langsung memutar kepalanya untuk melihat siapa yang datang.


"Oscar!" Gumam Jesslyn bersamaan dengan Oscar yang sudah dengan cepat menghampiri serta memeluknya.


"Kau kemana saja?"


"Aster-"


"Aster sudah menceritakan semuanya padaku," Oscar kembali memeluk Jesslyn.


"Bukan seperti itu, Osh!"


"Aster-"


"Aster yang sudah menculikku dan pura-pura menolongku!" Jesslyn berusaha menjelaskan pada Oscar.


Kenapa juga Oscar langsung percaya pada cerita bohong Aster?


Apa pria ini masih tergila-gila pada wanita tua kaya itu?


"Kenapa kau bisa berpikir seperti itu, Jess?" Tanya Oscar menatap tak oercaya pada Jesslyn.


"Aster sudah menolong dan menyelamatkan nyawamu! Seharusnya kau berterima kasih dan bukannya malah menuduhnya seperti itu!"


"Aku juga sudah melihat rekaman CCTV di gedung apartemen. Dan yang menculikmu adalah dua orang asing-"

__ADS_1


"Mereka orang suruhan Aster!" Sergah Jesslyn menyela.


"Berhentilah menuduh dan berspekulasi, Jess!"


"Mereka sudah ditangkap oleh polisi dan mereka sama sekali tak mengenal Aster. Mereka bagian dari sindikat perdagangan manusia yang sengaja membuang korban penculikan di sebuah kota asing, lalu menggiring korban yang linglung untuk menyerahkan diri ke lokasi yang sudah ditentukan!"


"Beruntung Aster menemukanmu, sebelum kau masuk lebih jauh ke dalam perangkal mereka!" Ujar Oscar lagi panjang lebar yang hanya membuat Jesslyn ternganga.


Serapi itu rencana licik Aster?


Dan demi apa Aster melakukan itu semua?


Demi bisa menjadikan Oscar kekasihnya?


Ini benar-benar konyol dan di luar nalar!


"Aku tidak menuduh Aster, Osh! Wanita licik itu yang sudah-"


"Sudah cukup!" Oscar mengangkat tangannya dan memberikan isyarat pada Jesslyn agar ia berhenti membantah.


"Kau boleh benci pada Aster! Tapi wanita itu yang sudah menyelamatkanmu, membawamu ke rumah sakit, lalu menemuiku juga hingga kita bisa bertemu lagi sekarang!" Tutur Oscar panjang lebar.


"Jadi kau tetap harus berterima kasih pada budi baik Aster!" Ujar Oscar lagi yang seketika langsung membuat Jesslyn bungkam.


Budi baik!


Balas budi!


Satu hal yang menjadi kebaikan sekaligus kelemahan seorang Oscar Petrichor dan kini hal itu jugalah yang dimanfaatkan oleh Aster Brennen untuk menguasai Oscar.


Jesslyn benci pada wanita kaya berhati iblis yang bernama Aster Brennen itu sekarang!


Jesslyn begitu membencinya hingga Jesslyn ingin mencekik lehernya sekarang!


Dan saat ini, wanita itu tengah berdiri di ambang pintu kamar perawatan, sembari menipiskan bibirnya seolah sedang tersenyum mengejek pada kekalahan Jesslyn.


"Selamat nona tua kaya! Tujuanmu untuk bisa menguasai Oscar akhirnya tercapai!" Batin Jesslyn merasa kesal.


.


.


.


Terima kasih yang sudah mampir.

__ADS_1


Jangan lupa like biar othornya bahagia.


__ADS_2