
Jesslyn yang tadi terlelap saat perjalanan pulang akhirnya bangun. Gadis itu tak mendapati Oscar di sampingnya dan mobil juga sudah terparkir di depan rumah. Tak lupa Jesslyn melongok juga ke bagasi di belakang yang ternyata sudah kosong.
Sepertinya Oscar sudah turun membawa barang belanjaan, tapi pria itu lupa membangunkan Jesslyn.
Dasar menyebalkan!
Jesslyn akhirnya keluar dari mobil, dan lagi-lagi gadis itu dibuat terkejut oleh dua mobil yang terparkir di depan rumah serta beberapa pria bertumbuh tegap yang berdiri di sekitar mobil.
Apa sedang ada kunjungan presiden?
Jesslyn menatap tak bersahabat pada para pria yang memakai baju serba hitam tersebut, lalu gadis itu hanya mengendikkan bahu dan lanjut melangkah ke teras. Barang belanjaan rupanya masih di teras dan tak dibawa Oscar masuk ke rumah.
Aneh!
Kemana pria itu?
Kabur ke danau untuk menenggelamkan diri?
"Ck!" Jesslyn hanya berdecak dan lanjut masuk ke dalam rumah yang pintunya ditutup, namun tak dikunci.
"Osh!" Panggil Jesslyn seraya mengedarkan pandangannya ke dalam rumah yang terlihat sepi. Gadis itu mengecek ke dapur dan Oscar tak ada di sana. Jesslyn lanjut mengecek teras belakang. Oscar juga tak ada.
Jesslyn akhirnya memutuskan untuk masuk ke kamar saja dan tak mau ambil pusing Oscar pergi kemana. Nanti ptia itu juga pasti pulang sendiri!
Jesslyn melangkah menuju ke kamarnya. Namun saat melewati kamar Oscar yang pintunya sedikit terbuka, mendadak rasa penasaran Jesslyn membuncah
Apa Oscar ketiduran di kamarnya setelah tadi belanja di supermarket?
Atau Oscar sedang minum dan merokok di dalam kamar?
Ya, Jesslyn kerap mendapati pria yang kata Naomi adalah Dad kandungnya itu merokok atau kadang minum alkohol yang disimpan di lemari bawah di dapur.
Jesslyn yang penasaran, akhirnya mengintip ke dalam kamar Oscar untuk memastikan Oscar sedang apa. Namun sesaat kemudian, Jesslyn hanya mematung saat melihat pemandangan di dalam kamar Oscar.
Oscar dan seorang wanita asing yang entah siapa sedang berada di atas ranjang tanpa sehelai bajupun yang menutupi tubuh keduanya. Baju mereka terlihat berserakan di seantero kamar dan dua manusia dewasa itu kini terlihat saling berpagutan sambil terengah-engah.
Sebenarnya ini bukan kali pertama bagi Jesslyn melihat pemandangan seperti itu. Dulu Jesslyn pernah memergoki Naomi melakukan hal seperti itu juga bersama Mitch saat masih di rumah lama. Lalu Jesslyn berpikir kalau Mitch akan menikah dengan Mommy-nya itu dan menjadi Dad untuk Jesslyn.
Namun nyatanya, Mitch malah punya kekasih lain dan tak menikah dengan Naomi. Jesslyn marah dan benci pada Mitch sejak saat itu!
Lalu Oscar?
Jesslyn benci pria itu sejak awal melihatnya. Hingga saat ini mungkin Jesslyn juga masih membencinya. Tapi Jesslyn tidak tahu kenapa ia malah tinggal bersama pria yang ia benci tersebut. Jesslyn merasa ada sebuah ikatan tak terlihat yang membuatnya harus tetap tinggal bersama Oscar.
Mungkinkah pria menyebalkan itu benar adalah Dad Jesslyn?
Pria yang menjual diri itu Dad Jesslyn?
Lucu sekali dunia ini!
Jesslyn kembali menutup pintu kamar OS dan gadis itu lanjut mengayunkan langkah ke kamarnya.
__ADS_1
Jesslyn masuk ke kamar, lalu membanting pintu dan menguncinya. Persetan jika Oscar mendengar suara pintu yang dibanting tersebut. Jesslyn hanya sedang meluapkan kemarahannya!
Jesslyn marah pada Oscar!
****
"Kau membawa pengaman?" Tanya Oscar pada Aster yang terlihat terengah-engah di bawahnya.
"Biasanya kau yang membawa!" Jawqb Aster mengingatkan.
"Aku sudah lama tak melakukannya!" Jawab Oscar jujur. Oscar mengerang. Lalu sedetik kemudian, pria itu mencabut keluar miliknya dan menumpahkan cairan hangat di atas perut Aster.
Sial!
Oscar bahkan belum pernah secepat ini mencapai pelepasan saat bermain dengan para wanita yang pernah menjadi kliennya. Milik Aster memang tak ada duanya sekalipun usia wanita ini tak lagi muda.
Apa ini juga efek dari Oscar yang pertama kali memasukinya dan mengambil keperawanan Aster?
Entahlah!
Oscar tak mau memikirkannya.
"Jadi, karena kau sudah lama tak melakukannya, makanya kau tadi langsung menerjangku begitu pintu rumahmu tertutup?" Tebak Aster yang seperti sebuah skakmat untuk Oscar.
Tadi saat Aster Brennen meminta penjelasan pada Oscar tentang penyebab meninggalnya Naomi, Oscar malah mengajak wanita empat puluh tahun itu untuk masuk ke dalam rumah. Oscar mengatakan kalau ia akan menceritakan semuanya di dalam. Namun tepat saat mereka berdua sampai di dalam rumah, Oscar tiba-tiba langsung meraup bibir Aster dan mengunci wanita itu ke dinding. Lalu Oscar juga melancarkan pagutan bertubi-tubi pada bibur Aster, hingga wanita itu nyaris kehabisan nafas.
Oscar lalu mengangkat tubuh Aster dengan sangat mudah, lalu membawanya masuk ke kamar dan melucuti baju Aster dengan begitu ahli
Dan jangan tanya kenapa Aster sama sekali tak menolak ajakan Oscar untuk bercinta, sekalipun di awal wanita itu tadj marah pada Oscar.
"Kau masih berhutang penjelasan kepadaku!" Aster mengingatkan saat Oscar menarik tubuhnya ke dalam pelukan pria itu.
Satu hal yang dulu tak pernah Oscar lakukan saat mereak bercinta di kantor Aster adalah melakukan obrolan setelah bercinta.
Oscar biasamya akan langsung memakaikan baju ke tubuh Aster saat itu juga, setelah mereka selesai bercibta. Lalu kemudian, pria itu akan mengecup kening Aster sebelum akhirnya Oscar pergi sembari melemparkan pujian yang manis sekalian berpamitan.
"Penjelasan tentang Naomi." Oscar sudah langsung mengerti.
"Jadi, sudah sejauh mana sebenarnya hubunganmu dengan Naomi."
"Aku punya hak menanyakannya sekarang karena statusmu bukan lagi pria bayaran!" Cecar Aster mempertegas.
"Tak ada peraturan lagi di antara kita!" Imbuh Aster lagi yang langsung membuat Oscar tersenyum simpul.
"Aku berhutang budi pada Naomi." Ujar Oscar singkat yang langsung mampu membuat Aster mengernyit dahi.
"Hutang budi macam apa?"
"Sesuatu yang besar. Karena jika Naomi tidak menolongku sepuluh tahun silam, mungkin kau tak akan pernah merasakan bercinta dengan seorang pria bernama Oscar Petrichor." Jelas Oscar yang langsung membuat Aster diam untuk beberapa saat.
"Jadi karena alasan itu kau berhenti jadi escortman, menolak kontrak eksklusif serta tawaran untuk jadi kekasihku, dan makah pergi ke kota terpencil ini bersama Naomi?" Aster berkata dengan sinis seolah wanita itu sedang cemburu.
__ADS_1
"Naomi sebenarnya sudah melepaskan aku dan para escortman lain. Lalu wanita itu juga membubarkan agensi."
"Dia bahkan menyuruhku pergi dan memberikan semua uang yang selama ini aku pikir sudah ia habiskan untuk kepentingannya sendiri." Oscar berbicara seolah tanpa jeda.
"Tapi nyatanya aku salah!"
"Naomi ternyata begitu peduli padaku. Dia selalu memperhatikan kebutuhanku." Oscar mengendikkan kedua bahunya.
"Lalu karena itu kau akhirnya kembali dan memutuskan untuk tinggal dengannya berdua saja di gubuk ini?" Tebak Aster lagi menerka-nerka lanjutan cerita Oscar seolah menunjukkan kalau wanita itu benar-benar cemburu sekarang.
"Kami tinggal bertiga." Oscar mengoreksi dan Aster sontak membulatkan kedua bola matanya.
"Naomi punya seorang putri-"
"Tidak! Maksudku, aku dan Naomi punya seorang putri bernama-" Oscar tak melanjutkan kalimatnya karena mendadak ingat pada Jesslyn yang tadi masih tertidur di dalam mobil dan belum jadi Oscar pindahkan ke dalam rumah. Apa Jesslyn sudah bangun sekarang?
Bagaimana kalau gadis itu mengintip Oscar ke kamar...
Oscar langsung mengarahkan pandangannya ke pintu kamar yang sedikit terbuka.
Sial!
Oscar tadi begitu tergesa untuk segera mencumbu Aster hingga ia lupa mengunci pintu.
Ah, tapi persetan!
Jess juga tak akan menggubris!
Dan gadis itu mungkin sudah di kamarnya dan menyumpal telinganya dengan headphone.
"Kau punya seorang putri? Bersama Naomi? Apa ini sebuah lelucon?" Aster tertawa sinis.
"Ini bukan lelucon, Aster!" Ucap Oscar tegas.
"Kau yakin itu anakmu?" Tanya Aster merasa sinis sekaligus tak percaya.
"Bisa saja Naomi hanya menjebakmu, agar kau merasa bersalah dan harus bertanggung jawab untuk tetap membalas budi kepadanya serta mengorbankan semua waktumu dengan sia-sia hanya untuk merawatnya."
"Itu sebuah hal konyol, Oscar!" Ucap Aster merasa sinis dan berapi-api.
"Hati kecilku mengatakan kalau Jess adalh putriku!" Jawab Oscar seraya menatap tegas pada Aster yang hanya berdecak.
"Jadi namanya Jess?"
"Ya! Jesslyn Olsen Petrichor!"
.
.
.
__ADS_1
Terima kasih yang sudah mampir.
Jangan lupa like biar othornya bahagia.