The Escort Man

The Escort Man
KAU KEKASIHKU!


__ADS_3

"Apa Oscar Petrichor sudah datang, Suster?" Tanya Naomi pada perawat yang mengunjunginya pagi ini.


"Tuan Petrichor belum datang lagi sejak tadi malam, Nona!" Jawab perawat tersebut.


Naomi hanya mengangguk, lalu menatap pada Jesslyn yang masih asyik bermain ponsel seraya menyumpal telinganya dengan headphone. Naomi menghela nafas dan memilih untuk tak lagi memikirkan tentang Oscar. Bukankah kemarin Naomi juga yang menyuruh pria itu untuk pergi?


"Kapan saya bisa pulang, Suster?" Tanya Naomi lagi sebelum perawat keluar dari kamar perawatannya.


"Nanti anda bisa bertanya pada dokter, Nona Olsen! Kunjungan dokter jam dua siang," jawab perawat yang sekali lagi hanya memguat Naomi mengangguk. Naomi meraih nampan makanannya setelah perawat keluar dan pintu kembali ditutup.


"Jess!" Panggil Naomi pada sang putri yang sepertinya tak mendengar. Bagaimana Jesslyn mau mendengar, jika telinga gadis sembilan tahun itu tersumpal headphone?


Naomi menghela nafas dan akhirnya memilih untuk turun dari bed perawatan. Wanita itu mendorong tiang infusnya, lalu berjalan menghampiri Jesslyn yang duduk di sofa.


"Jesslyn!" Panggil Naomi lagi seraya menepuk pundak Jesslyn. Gadis itu langsung menoleh dan melepas headphone dari kepalanya.


"Mom kenapa turun dari bed perawatan?" Tanya Jesslyn khawatir.


"Kau tidak mendengar panggilan Mom tadi," jawab Naomi yang langsung membuat Jesslyn meringis.


"Maaf!" Cicit gadis sembilan tahun tersebut.


"Mom butuh sesuatu?" Tanya Jesslyn lagi pada Naomi.


"Kau tadi sudah makan?" Tanya Naomi seraya merapikan rambut sang putri.


"Sudah, Mom!" Jesslyn mengambil nampan makanan yang ada di tangan Naomi, lalu mulai menyuapi Mommynya tersebut.


"Mom harus banyak makan agar cepat sembuh," ucap Jesslyn di sela-sela ia menyuapi Naomi. Sementara Naomi hanya mengulas senyum tipis menahan gumpalan pahit yang kini memenuhi tenggorokannya. Naomi tahu, kalau hidupnya mungkin tak lama lagi. Dan di sisa hidup Naomi ini, ia ingin menghabiskannya bersama Jesslyn.


Hanya bersama Jesslyn!


Lalu nanti setelah Naomi tiada?


Naomi sudah menemukan sebuah yayasan yang nantinya akan menampung Jesslyn. Mereka akan menjemput Jesslyn saat waktu itu tiba. Saat Naomi tak mampu lagi berjuang melawan penyakitnya.


"Mom!" Teguran Jesslyn membuyarkan lamunan Naomi.


"Ya!" Naomi cepat-cepat menyeka butir benung yang menggenang di sudut matanya.


"Mom menangis?" Tanya Jesslyn tak mengerti.


"Tidak! Mom hanya menangis bahagia karena kau sudab menjadi putri yang pengertian untuk Mom," tukas Naomi seraya mengusap wajah Jesslyn, lalu menatap bangga pada putri semata wayangnya tersebut. Jesslyn sudah kembali lanjut menyuapi Naomi.


"Ngomong-ngomong, pria itu sudah pergi jauh dan tak akan mengganggu hidup kita lagi, kan? Jess tidak mau melihat wajahnya lagi," ujar Jesslyn yang langsung membuat Naomi sedikit bingung.


"Pria siapa maksud kamu, Jess?" Tanya Naomi tak paham.


"Yang Mom katakan sebagai ayah Jess. Tapi Jess yakin kalau dia bukan ayah kandung Jess!"

__ADS_1


"Jess tidak sudi punya ayah kandung seperti dia!" Ucap Jesslyn blak-blakan yang tentu saja langsung bisa membuat Naomi menebak kalau pria itu adalah Oscar.


"Maksud kamu Oscar?" Naomi memastikan.


"Tak usah menyebut namanya dan membahasnya!" Jesslyn meletakkan nampan makanan Naomi, lalu kembali memakai headphone-nya.


"Jess!" Naomi memaksa untuk melepaskan headphone Jesslyn.


"Apalagi? Mom sudag mebyuruhnya pergi kemarin! Itu artinya dia memang bukan ayah kandung Jess!"


"Ayah Jess sudah mati!" Sergah Jesslyn kasar.


"Jesslyn Olsen, dengarkan Mom!" Naomi merebut paksa headphone Jesslyn.


"Tidak!" Tolak Jesslyn seraya menutup kedua telinganya dengan telapak tangan.


"Baiklah terserah!" Naomi mulai kesal sekarang pada sang putri dan wanita itu baru saja bangkit berdiri dari sofa, saat pintu kamar perawatan tiba-tiba sudah menjeblak terbuka. Naomi dan Jesslyn kompak menoleh ke arah pintu dan langsung mendapati Oscar yang berdiri di sana.


Sial!


Sedang apa pria itu disini?


Bukankah Naomi sudah menyuruhnya untuk pergi jauh?


"Kau sedang apa disini, Osh?" Tanya Naomi sinis seraya melanjutkan langkahnya menuju ke bed perawatan.


"Aku bisa sendiri!" Naomi menyentak tangan Oscar.


"Kau bau sp*rmaa! Apa kau baru saja bercinta dengan seseirang dan langsung kemari?" Tanya Naomi lagi dengan nada ketus.


Oscar diam sejenak, lalu mengendus baunya sendiri. Apa sepekat itu bau bekas bercinta Oscar dengan Aster tadi hingga Naomi mampu mengendusnya?


"Aku akan mandi disini nanti," jawab Oscar akhirnya memberikan jalan keluar.


"Jess akan pergi ke taman, Mom!" Jesslyn menyela pembicaraan Naomi dan Oscar sembari bangkit dari sofa. Gadis itu tak sedikitpun membuka headphone yang menyumpal telinganya. Tapi Naomi tetap curiga kalau Jess tetap bisa menguping pembicaraan Naomi dan Oscar, karena kini raut wajah putri Naomi tersebut terlihat cemberut.


"Hati-hati! Nanti Mom akan meneleponmu setelah dokter datang dan izin pulang diberikan," pesan Naomi pada sang putri yang tak menjawab sepatah katapun. Jesslyn langsung keluar dan sedikit membanting pintu kamar perawatan.


"Jadi, kau pulang hari ini?" Tanya Oscar memastikan pada Naomi.


"Ya!" Jawab Naomi singkat dan kembali ketus.


"Kau sudah makan tadi?" Tanya Oscar lagi yang langsung membuat Naomi berdecak.


"Sudah!" Jawab Naomi malas.


"Dan kau belum menjawab pertanyaanku tadi!" Imbuh Naomi mengingatkan Oscar.


"Pertanyaan?" Oscar mengernyit.

__ADS_1


"Kau sedang apa disini?" Naomi mengulangi pertanyaannya dengan nada tegas dan terkesan galak.


"Bukankah aku sudah mebyuruhmu untuk pergi jauh? Aku sudah memberikan semua uangmu, dan kau tak lagi terikat hubungan apa-apa denganku!"


"Agensi sudah tutup dan silahkan kau pergi sekarang juga!" Tutur Naomi panjang lebar yabg diakhiri dengan kalimat pengusiran untuk Oscar.


"Aku ayah kandung Jesslyn! Dan Jesslyn adalah putrimu! Jadi masih ada sesuatu yang mengikat di antara kita!" Ujar Oscar mengingatkan.


"Aku tak minta pertanggungjawaban apapun darimu mengenai Jess!"


"Jess putriku dan aku yang akan membesarkannya!" Sergah Naomi seraya bersedekap pada Oscar.


"Tapi bukankah katamu Jess juga putriku? Jadi tak bisakah kita membesarkannya berdua?" Tanya Oscar membuat permintaan.


"Kau terlihat tak siap menjadi seorang ayah!" Pendapat Naomi seraya mdbatap remeh pada Oscar.


"Aku akan belajar!" Sergah Iscar keras kepala.


Benar-benar mirip Jesslyn.


Atau Jesslyn yang memang mirip Oscar.


"Pergi dan nikmati hidupmu sana, Osh!"


"Tak usah merasa iba pada aku dan Jess!" Usir Naomi selanjutnya tanpa menatap pada Oscar.


"Bagaimana aku bisa pergi jika kau saja ingin aku berada di sampingmu di sisa usiamu?" Oscar tiba-tiba sudah mendekap Naomi yang kini hanya terdiam. Mata Naomi terasa memanas dan airmatanya mendesak untuk keluar.


"Kenapa kau selalu menolakku jika hatimu sebenarnya mencintaiku, Nao" Tanya Oscar tak mengerti.


"Kenapa?" Oscar mengulangi pertanyaannya.


"Karena kau anya menganggap aku sebagai kakakmu selama ini!"


"Jadi mana ada seorang kakak yang tidur denagn adiknya sendiri?" Lanjut Naomi yang sudah berurai airmata.


"Aku tak akan menganggap kau sebagai kakak lagi mulai sekarang." Iscar menangkup wajah Naomi dan menatapnya dengan dalam,


"Kau adalah kekasihku sekarang, Naomi Olsen!"


.


.


.


Terima kasih yang sudah mampir.


Jangan lupa like biar othornya bahagia.

__ADS_1


__ADS_2