The Escort Man

The Escort Man
YANG SEBENARNYA


__ADS_3

Johnson langsung ditangkap dan diamankan oleh pihak kepolisian, sedangkan Oscar yang hanya berstatus saksi akhirnya diizinkan pulang setelah memberikan sejumlah keterangan.


Nyawa Aster Brennen tak bisa diselamatkan dan wanita itu sudah dinyatakan meninggal saat tim medis datang. Ada dua peluru dari pistol Johnson yang bersarang di dada Aster, dan salah satunya mengenai jantung.


Oscar masih tak habis pikir, kenapa semuanya bisa jadi serumit ini?


Aster datang ke rumahnya dan tiba-tiba sudah berada di kamar, saat Oscar pulang dari kediaman Oliver. Menurut keterangan sopir dan bodyguard Aster, wanita itu memang sengaja minta ditinggal sendiri di rumah Oscar, sesaat setelah ia dan Oscar berdebat di teras, lalu Oscar pergi begitu saja ke kediaman Oliver. Mobil hitam Aster yang melaju pergi dari rumah Oscar malam itu rupanya hanya berisi sopir dan bodyguard Aster. Dan motif Aster masuk ke kamar Oscar diduga karena wanita itu memang hanya ingin menggoda Oscar serta membujuk Oscar agar mau kembali menjadi kekasihnya.


Sedangkan Johnson?


Menurut pengakuan pria keparat itu, ia memang sejak awal sudah membuntuti Aster untuk mencari tahu tempat tinggal Oscar. Dan malam itu Johnson memang sudah merencanakan pembunuhan pada Oscar dan Jesslyn karena ia merasa cemburu sekaligus benci pada Oscar yang sudah membuat Aster tergila-gila. Johnson rupanya sudah sejak lama menaruh perasaan pada Aster, dan pria itu bekerja sama dengan Deasy Anthony yang juga menaruh dendam pada Aster. Keduanya sepakat untuk menghancurkan hubungan Aster dan Oscar.


Meskipun Deasy Anthony mengelak kalau ia terlibat dalam rencana pembunuhan Oscar dan Jesslyn tadi malam, namun keberadaan bodyguard serta anak buah Deasy Anthony bersama Johnson di rumah Oscar seolah memberatkan posisi rival dari Aster Brennen tersebut.


Deasy Anthony akhirnya turut ditahan atas tuduhan melakukan rencana pembunuhan pada Oscar dan Jesslyn bersama Johnson. Tidak tahu bagaimana kelanjutannya, karena Oscar memilih untuk langsung pulang saja.


Lagipula, Deasy Anthony bukan wanita sembarangan dan dia punya banyak uang serta mungkin kolega orang dalam. Jadi pasti bukan hal sulit untuk Deasy Anthony melakukan cuci tangan atas segala tindak kejahatan yang ia lakukan.


Ya!


Dimana-mana uang selalu berkuasa!


Oscar masih berdiri dan menatap pada makam Aster Brennen yang berangsur sepi. Para pelayat pergi satu persatu setelah meletakkan bunga mawar putih di atas makam.


Seorang anak laki-laki yang mungkin seusia dengan Jesslyn, bersimpuh di samping makam Aster Brennen, lalu meletakkan setangkai bunga mawar putih di atas makam Aster Brennen.


Siapa gerangan bocah laki-laki itu?


Tidak mungkin itu adalah anak dari Aster Brennen, kan? Jelas-jelas Aster masih perawan saat Oscar pertama kali menyentuhnya. Jadi bagaimana bisa seorang perawan memiliki anak yang berusia sepuluh tahun?

__ADS_1


"Itu adalah putra tunggal Madame Brennen, Tuan Petrichor!" Ucap mantan asisten pribadi Aster Brennen yang turut hadir di pemakaman Aster Brennen.


"Putra?" Gumam Oscar tak percaya.


"Madame Brennen memang tak pernah menikah, tapi beliau mengkhawatirkan satu hal. Yaitu orang yang akan mewarisi seluruh kekayaannya saat nanti beliau tiada."


"Jadi sepuluh tahun yang lalu, Madame Brennen mengikuti program bayi tabung dengan ****** donor serta ibu pengganti yang mengandung putranya."


"Dan selama ini Madame Brennen memang menyembunyikan keberadaan Jeremiah Brennen, putranya yang sejak kecil sudah dilatih ilmu bisnis oleh guru-guru pilihan Madame Brennen." Terang mantan Asisten pribadi Madame Brennen pada Oscar.


Serumit itu hidup seorang Aster Brennen yang hidupnya selalu penuh dengan ambisi bisnis.


Mungkin Aster pernah melakukan skenario licik untuk membuat Oscar bersedia tinggal di mansionnya. Namun pengorbanan Aster tak akan Oscar lupakan. Aster seolah sudah membuktikan kalau sebenarnya ia memang hanya mencintai Oscar dan mungkin tergila-gila pada Oscar hingga dirinya melakukan segala hal demi bisa dekat dengan Oscar. Dan rasa cinta Aster Brennen juga yang akhirnya mengantarkan wanita itu pada ajalnya.


Aster melindungi pria yang ia cintai dan rela mengorbankan nyawanya sendiri!


Oscar bersimpuh di samping makam Aster Brennen yang sudah sepi dari para pelayat. Pria itu meletakkan setangkai bunga mawar putih di atas makam Aster Brennen, lalu melepaskan kacamata hitamnya.


"Aku tidak tahu kenapa kau begitu tergila-gila padaku, hingga kau rela mengorbankan nyawamu sendiri..." Oscar mengusap-usap pusara Aster Brennen.


"Apa ini ada hubungannya dengan aku yang sudah mengambil milikmu waktu itu?" Ucap Oscar lagi berbicara pada makan Aster Brennen yang membisu.


"Kau sendiri yang menyerahkannya waktu itu, tapi aku memang brengsek dan aku menikmatinya."


"Dan sejujurnya, aku juga pernah jatuh cinta padamu, Aster!"


"Aku tahu ini sudah terlambat, tapi ketahuilah, jika kau adalah my first love." Oscar tersenyum pada makam Aster.


"Kau wanita pertama yang berhasil membuatku jatuh cinta!" Ujar Oscar lagi.

__ADS_1


"Sebelum akhirnya kau sendiri yang membuat rasa cinta di hatiku itu lenyap karena sikap egois serta keras kepalamu!" Oscar ganti menuding ke arah pusara Aster Brennen.


"Tapi terima kasih sekali lagi karena sudah menyelamatkan nyawaku malam itu! You're my hero!"


"Dan percayalah jika ke depannya tak akan ada seorangpun yang akan menggantikan kedudukanmu di dalam hatiku," ucap Oscar lirih seraya menepuk dadanya sendiri.


"Sekarang aku akan kembali pada seorang gadis yang menjadi cinta sejatiku." Lanjut Oscar lagi seraya mencium pusara Aster Brennen. Oscar lalu bangkit berdiri dan menatap sekali lagi pada makam Aster yang sudah tertutupi oleh bunga-bunga.


"Bye, Aster!" Pungkas Oscar sebelum akhirnya pria itu berjalan meninggalkan makam dan kembali memakai kacamata hitamnya.


Semoga ke depannya tak akan ada lagi yang mengganggu hidup Oscar bersama Jesslyn!


Oscar benar-benar ingin berhenti dan lepas dari dunia kelam escortman!


.


.


.


Udah dibilang ini novel nggak ada akhlak.


Semuanya jahat dan semuanya mati!


😆😆😆😆


Terima kasih yang sudah mampir.


Jangan lupa like biar othornya bahagia.

__ADS_1


__ADS_2