The Escort Man

The Escort Man
SKANDAL


__ADS_3

Aster Brennen menatap sinis pada Deasy Anthony yang kini duduk di hadapannya. Dua wanita dengan ambisi bisnis besar sedang duduk berhadapan dan saling melemparkan tatapan dingin penuh permusuhan.


"Skandal yang luar biasa, Aster!" Cibir Deasy Anthony yang langsung berhadiah delikan dari Aster Brennen.


Berita tentang hubungan Aster Brennen dan psikolog-nya, Oscar Petrichor memang baru saja mencuat setelah kunjungan terakhir Oscar ke kantor Aster Brennen dari pagi hingga menjelang sore.


Oscar yang kala itu juga terang-terangan mengatakan pada semua orang kalau ia adalah kekasih Aster Brennen, benar-benar telah memunculkan sebuah skandal baru dalam hidup Aster Brennen.


Aster Brennen, wanita yang dikenal selalu mengesampingkan kehidupan asmaranya demi bisnis dan uang akhirnya menjalin hubungan dengan seorang pria. Tapi siapa menyangka kalau Aster Brennen yang kaya raya dan disegani di dunia bisnis oleh para pesaingnya, malah menjalin hubungan dengan orang yang sama sekali bukan pebisnis. Seorang psikolog muda bernama Oscar Petrichor.


Setidaknya itulah yang orang-orang ketahui!


Berbeda dengan Deasy Anthony yang sudah sangat tahu tentang pekerjaan Oscar yang sebenarnya.


"Seorang wanita terhormat, menjadi kekasih dari seorang pria...." Deasy Anthony tak melanjutkan kalimatnya dan sepertinya sengaja. Wanita itu kini malah tertawa mengejek pada Aster Brennen yang langsung menggeram marah.


"Tidak usah munafik, Deasy! Kau juga pernah berkencan dengan Oscar!" Desis Aster Brennen tajam.


"Tapi aku tak menjadikannya kekasih!" Sergah Deasy Anthony mencari pembenaran. Meskipun dalam hati wanita itu sebenarnya juga sedang kesal perihal Oscar yang pernah menolak kontrak eksklusif yang ia tawarkan dengan alasan peraturan dan profesionalitas.


Lantas kenapa sekarang Oscar malah menjadi kekasih Aster Brennen? Lalu bagaimana dengan profesionalitas yang selalu digembar-gemborkan Naomi itu? Semua hanya bualan?


Deasy akan membuat perhitungan pada agensi Naomi!


"Seorang wanita terhormat, tak seharusnya menjadikan lelaki bayaran sebagai kekasih, Aster Brennen!"


"Itu memalukan!" Cibir Deasy Anthony pada Aster yang kembali menggeram.


"Apa yang sebenarnya kau inginkan, Deasy?" Sergah Aster Brennen to the point. Deasy Anthony seolah baru saja memegang kartu As Aster Brennen tentang hubungan terlarangnya dengan Oscar. Jika sampai identitas Oscar yang sebenarnya bocor ke publik, hancur sudah nama baik seorang Aster Brennen!


"Tidak ada!"


"Aku hanya merasa senang, karena memegang rahasia besarmu," Deasy Anthony tertawa penuh kemenangan yang tentu saja hal itu membuat Aster Brennen semakin kesal dan marah.


"Ngomong-ngomong, kau punya kontak terbaru Naomi Olsen? Kontaknya yang lama tak lagi bisa dihubungi."


"Aku ingin bertanya tentang profesionalitas yang selama ini dijunjung tinggi oleh Naomi, apa wanita itu sudah lupa atau hanya pura-pura lupa?" Tanya Deasy Anthony panjang lebar yang langsung dijawab ketus oleh Aster Brennen.


"Oscar sudah keluar dari agensi Naomi!"


"Benarkah? Mengejutkan sekali!" Deasy Anthony benar-benar menunjukkan raut wajah terkejut.


"Dan satu hal yang perlu kau ingat, Deasy!" Aster Brennen menatap tajam ke arah Deasy Anthony.

__ADS_1


"Hubunganku dengan Oscar sudah berakhir di ahri Oscar mengaku sebagai kekasihku!" Lanjut Aster Brennen lagi yang langsung membuat Deasy Anthony membelalak kaget.


"Kau langsung memutuskannya? Oscar yang malang!" Gumam Deasy Anthony terkejut.


"Tapi skandalmu tetap menjual, sekalipun hubungan kalian sudah berakhir!" Lanjut Deasy Anthony seraya tersenyum licik.


"Jangan macam-macam dengan semua rahasiaku, Deasy Anthony!" Ancam Aster Brennen seraya bangkit berdiri, lalu meraih tas mahalnya dari atas meja dengan sedikit kasar. Persetan dengan keanggunan dan tata krama!


"Apa kau sedang mengancamku?" Tanya Deasy Anthony tetap dengan nada mencibir.


"Ya! Aku sedang mengancammu, dan aku sangat bisa membuat kau hancur dalam waktu semalam!"


"Lalu setelah itu mungkin kau bisa kembali pada mantan suamimu yang gay dan miskin itu!" Jawab Aster Brennen tegas menguliti semua borok Deasy Anthony selama ini.


"Tidak usah membawa-bawa mantan suamiku!" Deasy Anthony memperingatkan Aster Brennen dengan tegas.


"Aku dengar mantan suamimu sudah menikah dengan kekasih gay-nya. Dan mungkin status anakmu juga patut dipertanyakan."


"Siapa sebenarnya ayah kandung Edward Anthony? Mungkin ada skandal perselingkuhanmu juga dengan seorang pria di masa lalu yang patut diselidiki." Sekarang ganti Aster yang tersenyum licik pada Deasy Anthony.


"Kau benar-benar keparat, Aster!" Desis Deasy Anthony menatap penuh amarah pada Aster yang ternyata juga tahu banyak tentang rahasia Deasy Anthony.


"Kau sudah tahu hal itu!"


"Karena kau sendiri yang akan hancur nanti,jika kau benar-benarmelakukannya!" Bisik Aster Brennen memperingatkan dengan tegas, sebelum kemudian wanita itu keluar dari ruang private yang berada di salah satu restoran mewah tersebut. Beberapa bodyguard langsung menyambut Aster Brennen, dan mengikuti langkah wanita itu menuju ke mobilnya yang sudah menunggu di depan restoran.


"Sudah ada kabar Oscar Petrichor pergi kemana?" Tanya Deasy Anthony berbicara pada seseorang di ujung telepon.


"Belum ada, Madame!".


"Terus cari keberadaannya kalau begitu!" Pungkas Aster Brennen seraya menutup telepon. Wanita itu menarik nafas dalam-dalam dan menatap ke luar jendela mobilnya.


"Kau wanita yang luar biasa, Aster!"


"Aku tak akan pernah melupakan kenangan terakhir yang kau berikan hari ini!" Ucap Oscar seraya mengecup bibir Aster Brennen.


"Kau sungguh tidak mau memberitahu aku kau akan pergi kemana setelah ini?" Tanya Aster Brennen masih berharap.


"Tidak!"


"Satu hal yang pasti, aku akan berhenti menjalani pekerjaan sebagai escortman-"


"Kenapa?" Sela Aster tak mengerti.

__ADS_1


"Bukankah katamu pekerjaan ini begitu menghasilkan dan mengakomodasi kebutuhanmu akan kebutuhan ranjang?" Tanya Aster lagi mengingatkan Oscar tentang alasannya selama ini yang begitu enjoy menjalani pekerjaan sebagai escortman.


"Ya!"


"Tapi ada satu hal besar yang perlu aku lakukan sekarang." Oscar terlihat menerawang.


"Aku benar-benar penasaran."


"Maaf, tak bisa kuceritakan!" Oscar kembali mengecup bibir Aster Brennen.


"Ini pertemuan terakhir kita?" Tanya Aster lagi.


"Ya! Dan maaf soal pengakuan blak-blakanku tadi di depan karyawanmu." Jawab Oscar ssmbari meminta maaf.


"Tapi aku yakin kalau itu bukan sebuah masalah besar untukmu!" Lanjut Oscar lagi.


"Katakan saja kalau hubungan kita sudah berakhir. Aku kesini untuk mengakhiri hubungan kita," tutur Oscar yang hanya membuat Aster tersenyum tipis.


"Berakhir sebelum sempat dimulai, ya!" Gumam Aster yang langsung diiyakan oleh Oscar.


"Kau tetap yang terbaik sejauh ini, Aster!" Oscar meraih tangan Aster Brennen, lalu mengecupnya dengan mesra.


"Terima kasih karena sudah memuaskanku hari ini!" Pungkas Oscar sebelum pria itu keluar dari ruang kerja Aster Brennen.


Wajah Aster kembali bersemu, saat wanita empat puluh tahun itu mengenang pertemuannya dengan Oscar beberapa hari yang lalu. Aster tak tahu kenapa ia tak bisa melupakan hubungan istimewanya dengan Oscar.


Apa karena Oscar-lah yang sudah mengambil keperawanan Aster, hingga batin Aster dan Oscar seolah sudah saling terikat?


Tapi sejak awal pertemuannya dengan Oscar, Aster memang sudah jatuh hati pada paras tampan Oscar. Hal itu jugalah yang akhirnya membuat Aster membuat keputusan konyol untuk menyerahkan keperawanannya yang selama empat puluh tahun tak terjamah oleh pria manapun pada Oscar Petrichor.


Ya!


Aster Brennen benar-benar jatuh cinta pada Oscar!


Dan sekarang, Aster akan mencari pria itu lalu tak akan pernah lagi melepaskannya!


.


.


.


Terima kasih yang sudah mampir.

__ADS_1


Jangan lupa like biar othornya bahagia.


__ADS_2