The Escort Man

The Escort Man
PAMER


__ADS_3

"Oscar Petrichor!" Panggil seorang wanita yang langsung membuat Oscar menoleh ke belakang. Pun dengan Aster Brennen yang sejak tadi tak melepaskan gamitannya pada Oscar, turut menoleh untuk melihat siapa yang baru saja memanggil kekasihnya tersebut.


"Selamat malam, Madame Anthony!" Sapa Oscar sopan pada Deasy Anthony yang rupanya juga hadir di acara malam ini.


"Surprize apa ini, Aster? Kau menyewa seirang escortman lagi?" Cibir Deasy Anthony pada Aster Brennen.


"Menyewa?" Aster balik berucap sinis.


"Oscar adalah kekasihku," lanjut Aster lagi seraya menatap tegas pada Deasy.


"Kekasih? Bukankah katamu dulu kau sudah mengakhiri hubunganmu dengan Oscar? Lalu sekarang?"


"Apa kau sedang menjilat ludahmu sendiri?" Bisik Deasy Anthony dengan nada merendahkan. Aster sontak tertawa sumbang mendengar hinaan dari Deasy tersebut.


Aster baru saja akan buka suara dan memberikan pembelaan saat ternya Oscar sudah terlebih dahulu buka suara. Seperti kekasih Aster Brennen itu turut mendengar hinaan Deasy Anthony barusan.


"Hubungan kami memang sudah berakhir sebelumnya, Madame Anthony!"


"Namun ternyata takdir malah mempertemukan kami kembali dan Aster yang sudah menjadi seorang penolong untuk putriku yang hampir celaka-


"Putri?" Deasy Anthony menyela kalimat Oscar.


"Kau punya seorang putri, Osh?" Tanya Deasy Anthony selanjutnya merasa tak percaya.


"Ya! Aku punya seorang putri berusia sepuluh tahun dan Aster baru saja menyelamatkan nyawa putriku satu bulan yang lalu," cerita Oscar seraya menatap bangga ke arah Aster yang masih berdiri di sebelahnya.


"Lalu ditambah perasaan di antara aku dan Aster yang belum pudar selama ini, jadilah aku memutuskan untuk kembali menjadi kekasih Aster Brennen dan kami juga tinggal serumah sekarang bersama putriku juga," tutur Oscar panjang lebar sekaligus memamerkqn hubungannya pada Deasy Anthony yang kinu raut wajahnya terlihat menahan amarah.


"Aku rasa penjelasan Oscar sudah lebih dari cukup, Deasy Anthony!" Tukas Aster Brennen mencibir Deasy Anthony yang masih bungkam.


"Oscar bukan lagi seorang escortman yang menjajakan dirinya pada para wanita. Oscar adalah kekasihku sekarang dan dia milikku seutuhnya." Bisik Aster Brennen lagi yang semakin mencibir serta mengejek Deasy Anthony yang seolah sedang kebakaran jenggot.


"Oh, ya satu lagi!"


"Aku dengar cucumu sudah lahir dan kau sudah sah menjadi seorang Grandma sekarang. Jadi sebaiknya kau berhenti menggoda para pria muda, karena mungkin saja hal itu akan membuat putramu yang tak jelas ayah kandungannya itu merasa malu," cibir Aster sekali lagi pada Deasy Anthony.


"Kau-" Deasy menatap geram dan penuh emosi pada Aster Brennen.


"Kita sedang di acara resmi, Deasy! Kau tidak mau wajahmu yang mulai keriput itu muncul di headline berita besok pagi karena mengamuk di sebuah pesta, kan?" Aster masih sempat tertawa mengejek pada Deasy Anthony, sebelum wanita itu berlalu dari hadapan Deasy Anthony yang kini wajahnya sudah merah padam menahan amarah.

__ADS_1


"Aku akan membalas semua sikapmu malam ini, Aster!"


"Kita lihat saja seberapa lama Oscar akan bertahan dengan wanita egois sepertimu!" Gumam Deasy Anthony seraya menatap tajam pada Aster dan Oscar yang kini sedang bertegur sapa dengan tamu undangan lain.


****


Jesslyn sudah selesai memakan beberapa kudapan yang ada di dalam kulkas besar lima pintu milik Aster. Namun saat gadis itu menutup pintu kulkas, jantung Jesslyn nyaris melompat keluar karena pria tua botak yang tiba-tiba sudah berdiri di balik pintu kulkas.


"Sedang mencari sesuatu, Nona Jesslyn?" Tanya Johnson dengan senyum memuakkan yang tak Jesslyn sukai. Seperti halnya Jesslyn tak suka pada Aster!


"Tidak ada!" Jawab Jesslyn ketus seraya meraba-raba sekitarnya untuk mencari tongkat yang tadi gadis itu letakkan di lantai. Jesslyn ingin secepatnya pergi dari hadapan kepala pelayan yang tatapannya membuat risih tersebut.


"Sedang mencari apa?" Tanya Johnson lagi yang tiba-tiba sudah memegangi tangan Jesslyn.


Jesslyn langsung refleks menyentak tangan Johnson dan kembali mencari-cari tongkatnya yang mendadak hilang.


Sial!


Apa Johnson mengambilnya?


"Kau lapar dan ingin makan kudapan? Biar aku membuatkan sesuatu untukmu dan kau bisa duduk dengan nyaman di atas kursi," ujar Johnson lagi seraya membantu Jesslyn untuk bangkit berdiri. Namun entah disengaja atau tidak, disaat bersamaan Jesslyn bisa merasakan tangan Johnson tua keparat yang tiba-tiba merem*s bokongnya.


"Jess! Kau sedang apa?"


Itu suara Oscar!


Jesslyn cepat-cepat berdiri, lalu berjalan terpincang untuk menghampiri Oscar yang juga sudah dengan cepat menghampirinya.


"Kau sedang apa di dapur malam-malam?" Tanya Oscar sekali lagi.


"Saya rasa Nona Jesslyn kelaparan, Tuan Oscar! Tadi saya sudah menawarkan kudapan, namun Nona Jesslyn malah menolak dan melemparkan tongkatnya ke arah saya." Johnson tertawa tanpa dosa dan menjawab pertanyaan Oscar dengan karangan indahnya.


Dasar tua bangka keparat!


Bisa-bisanya dia mengarang cerita.


"Mungkin Nona Jesslyn mengira saya adalah alien yang hebdak menculiknya," sambung Johnson lagi yang sudah menghampiri Oscar dan Jesslyn, lalu memberikan tongkat Jesslyn yang sepertinya tadi sengaja ia sembunyikan agar Jesslyn tak berkutik.


"Dia berbohong!" Sergah Jesslyn melapor pada Oscar.

__ADS_1


"Siapa?" Tanya Oscar tak mengerti.


"Tua bangka itu!" Jesslyn sekarang merasa geram pada Johnson sekaligus pada Oscar yang pasti tak akan mempercayainya lagi kali ini.


"Jaga bicaramu, Jess!" Oscar memperingatkan Jesslyn yang memanggil Johnson dengan tidak sopan.


Baiklah!


Lupakan saja!


Sudah menjadi tabiat Oscar memang yang tak pernah percaya pada Jesslyn!


"Ada lusinan pelayan di rumah ini dan lau bisa memanggil salah dari dari mereka jika kau butuh sesuatu, Jess!" Tukas Oscar panjang lebar yang langsung membuat Jesslyn berdecak dan memasang raut ketus.


"Kau juga punya perawat pribadi di kamar. Kenapa tidak menyuruhnya mengambilkan makanan jika memang kau lapar?" Lanjut Oscar lagi yang malah menyalahkan Jesslyn karena gadis itu berkeliaran di dapur Aster Brennen.


Apa maunya Oscar, Jesslyn hanya duduk diam di kamar seharian?


Baiklah! Besok Jesslyn akan melakukannya agar Oscar tak lagi menyudutkannya!


Jesslyn tak berucap sepatah katapun dan gadis itu segera berjalan tertatih memakai tongkat, lalu menuju ke kamarnya di lantai bawah.


"Anda butuh sesuatu, Tuan Oscar?" Tanya Johnson selanjutnya pada Oscar setelah Jesslyn tak terlihat lagi.


"Aku hanya ingin minum," jawab Oscar seraya membuka satu persatu lemari di dapur untuk mencari sesuatu.


"Yang anda cari disini, Tuan Oscar!" Johnson membuka satu lemari yang berisi aneka macam anggur dengan tahun yang berbeda-beda. Senyuman lebar langsung tersungging di bibir Oscar.


"Kau mau minum bersamaku, Johnson?" Tawar Oscar pada kepala pelayan di rumah Aster tersebut.


"Dengan senang hati, Tuan Oscar!" Jawab Johnson seraya menerima anggur yang disodorkan oleh Oscar. Dua pria itupun akhirnya minum bersama di dapur hingga hari menjelang pagi.


.


.


.


Terima kasih yang sudah mampir.

__ADS_1


Jangan lupa like biar othornya bahagia.


__ADS_2