The Red Game

The Red Game
Prolog


__ADS_3

Kesenangan dan kesedihan


Banyak orang mengatakan kalau kedua hal itu sangat berbeda, dan bahkan sangat jauh perbedaannya, karena kesenangan membuat kita merasakan kenyamanan, sedangkan kesedihan membuat kita mengingat rasa sakit. Akan tetapi, aku tidak berpikir seperti itu. Menurutku, keduanya adalah hal yang sama, sebab mereka timbul dari luapan emosi seseorang. Bisa dikatakan, asal mereka sama.


Walaupun demikian, alasan itu masih tidak bisa diterima, hanya karena asal mereka sama, tidak berarti mereka serupa. Itu memang benar, aku juga tidak akan menyangkalnya. Meskipun begitu, mereka masih tetap terikat, karena kesenangan dan kesedihan dapat membuat manusia merasakan kehidupan. Bisa Anda bayangkan, jika diri ini tidak memiliki emosi. Aku cukup yakin, kalau kita hanya akan merasa hampa.


Selain itu, kesenangan dan kesedihan juga dapat merubah jalan dan prinsip hidup seseorang. Sebagai contoh, seseorang yang selalu senang karena dimanjakan, tidak akan pernah bisa melangkah lebih jauh, sebelum ia merasa kehilangan. Dan orang yang hanya merasakan kesedihan dihidupnya, akan terus pesimis, tetapi akan berubah saat ia mendapat harapan, baik itu karena melihat kesenangan orang lain atau hal lain.


Ini memang seperti omong kosong belaka. Namun, aku tetap yakin pada pendapatku. Sifat keduanya memang berbeda, tetapi saling ketergantungan. Dan jika Anda telah merasakan dua hal tersebut, mungkin Anda akan mengerti tentang arti dari kehidupan.


Bagiku, kehidupan adalah saat di mana diri ini dapat merasakan kedua hal itu, lalu melewatinya tanpa menyerah. Karena saat kita menyerah, semuanya akan kacau tak beraturan, hingga membuat hidup serasa hampa. Namun, jika Anda bisa bangkit kembali, itu akan bagus, tetapi sedikit menyebalkan karena harus memulai dari awal lagi.


----


Di dalam sebuah ruang perpustakaan pribadi dengan begitu banyak rak buku yang sudah terisi. Pada bagian pojok ruangan, terdapat sepasang meja dan kursi, tempat aku duduk membaca sebuah lembaran kertas yang diselipkan pada buku di tanganku. Isinya tidak begitu menarik, hanya sebuah bualan entah dari siapa. Bisa jadi, seorang teman yang memberikan buku ini yang menulisnya.

__ADS_1


"Apakah itu menarik?" tanya seorang pemuda yang duduk di sebelahku.


Tanpa berpaling ke arahnya, aku menjawab dengan tak acuh. "Aku tidak mengerti apa maksudnya."


"Kalau begitu. Apa kesedihan itu menurutmu?"


Lagi-lagi dia bertanya mengenai hal yang bersangkutan dengan isi lembaran kertas itu. Aku menjadi sedikit bingung, bagaimana harus menjawabnya. Mungkin lebih baik asal jawab saja.


"Sepertinya, itu adalah emosi yang muncul ketika seseorang kehilangan hal yang berharga baginya, atau karena dia sudah merasa tidak berdaya dan terpuruk."


"Jadi, kenapa kesedihan itu harus ada? Bukankah baik jika kita hanya bisa merasa senang saja?"


Sejenak, suasana menjadi hening, lalu temanku tadi, memecah keheningan itu. "Apa kau tahu jawabannya?"


"Aku sudah lama memikirkannya, tapi tidak pernah menemukan alasan yang tepat."

__ADS_1


"Di kertas itu tertulis, kesenangan dan kesedihan itu saling berkaitan-"


"Itu omong kosong."


"Apa alasanmu mengatakannya?"


"Entahlah."


"Itu bukan omong kosong, hanya saja, kau tidak ingin menerimanya. Di sana dikatakan bahwa seseorang terkadang harus menghadapi kesedihan, untuk mendapatkan kesenangan. Menurutku, itu yang membuat hidup ini menarik. Apa aku salah?"


"Aku tidak tahu. Kita tidak dapat membuktikannya."


"Kau hanya perlu waktu sejenak untuk memikirkannya. Tidak lebih dari itu."


"Aku tidak akan puas, jika belum menemukan bukti."

__ADS_1


Sepertinya, ini cukup menarik untuk digali lebih dalam. Apakah tulisan di kertas itu hanya sebuah omong kosong belaka, atau mungkin sebuah fakta. Aku tidak sabar menanti waktu di mana semua ini akan terungkap.



__ADS_2