
“Hei kau! Kei sialan! Dari mana saja? Apa kau lupa pada tugasmu hari ini? Sebagai anggota baru, kau seharusnya lebih patuh kepadaku yang merupakan senior. Gara-gara kau—”
Aku sudah menduga akan ada siaran radio mendadak ketika aku kembali. Dan yang menyiarkannya pastilah orang paling berisik yang tidak lain adalah Wili. Merepotkan, aku harus segera mencari alasan agar siaran radio ini berhenti.
“Woi! Kau dengar tidak, Kei sialan?”
Wili meneriakkan kata-kata itu di telingaku. Sebenarnya apa yang kuperbuat padanya, hingga dia begitu membenci aku.
Kita kesampingkan masalah itu dulu. Sekarang, bagaimana cara agar dapat lolos dari rentetan pertanyaan tanpa henti ini. Lagipula, mana mungkin ada manusia biasa yang bisa menjawab pertanyaan itu secara menyeluruh.
“Berisik kau, Wili. Bagaimana mungkin aku bisa menjawab jika kau tidak diam.”
“Sialan kau, Kei. Berani sekali kau begitu lancang padaku. Malam ini aku tidak akan membiarkanmu masuk ke markas.”
Wili menjadi semakin jengkel ketika aku memprovokasinya. Reaksi ini sudah kuduga sebelumnya, karena jika dia semakin marah, akan lebih mudah bagiku untuk mengabaikannya.
“Oke, oke. Sebagai bentuk kebaikan hatiku, aku akan membiarkanmu menggantikan posisiku malam ini dengan tidak masuk ke markas. Berbahagialah karena aku adalah orang yang baik.”
“Kau! Beraninya mempermainkan aku.”
__ADS_1
Dia mengumpulkan kekuatan pada lengan kanannya, lalu melancarkan serangan. Aku segera menghindar dan berlari ke markas. Di sana aku melihat Cresh sedang asik mengobrol dengan Marten. Tanpa mempedulikan situasi, aku memutar tubuh Cresh menghadap ke halaman sebagai tameng.
“Cresh! Kau adalah harapanku. Tolong hentikan gorila itu,” kataku sambil menunjuk Wili yang sedang menuju ke arah kami, dengan berlari sekuat tenaga.
“Oi-oi-oi. Kau serius membuat dia mengamuk?”
“Tidak, tidak, tidak. Dia hanya kesal karena aku tidak dapat menjawab rentetan pertanyaannya. Aku tidak merasa itu salah. Karena tidak mungkin orang biasa bisa menjawabnya.”
“Dengan kata lain, kau membuatnya kesal karena itu.”
“Aku tidak peduli bagaimana kau menanggapinya. Yang terpenting sekarang, tenangkan dia. Kalau tidak bawahanmu yang berharga ini akan mati konyol di sini.”
Wili menatap kami dengan penuh kekesalan. Untuk sekarang, aku harus bisa membujuk Cresh menenangkannya.
Cresh mengangkat tangannya ke depan. Mungkin wajahnya sudah pucat sekarang. Tapi itu tidaklah aneh, karena ekspresi Wili terlihat seperti ekspresi ibu-ibu yang sedang marah.
“Sudahlah, Wili. Tidak baik berkelahi antar teman. Kita biarkan saja masalah ini,” bujuk Cresh.
“Ini tidak akan selesai sampai aku dapat memukul wajah apatis Kei sialan itu,” jawab Wili.
__ADS_1
“Kalau begitu, aku relakan kau memukulnya sampai puas.”
Cresh melilitkan rantai ungunya pada tubuhku, lalu mengangkat aku ke depan Wili. Dia begitu tega menyerahkan anak buah berharganya ini. Sialan, aku salah perhitungan. Kalau sudah begini, tidak ada cara lain lagi.
Wili melancarkan tinju ke arahku. Dengan sekuat tenaga, aku menghancurkan rantai ungunya, lalu melemparkan Cresh ke arah Wili. Secepat kilat, kutinggalkan tempat kejadian agar selamat.
Aku pergi menemui Nathaniel yang sejak tadi tak diacuhkan. Dia tampak bosan melihat kegaduhan yang kami buat. Mungkin dia pikir kami masih kekanak-kanakan. Tapi tingkah kekanak-kananakan tidak begitu buruk daripada terlalu serius.
“Yo! Apa kau kesepian?”
“Tidak. Aku tidak merasa kesepian,” sangkal Nathaniel.
“Lalu, kenapa kau terlihat begitu bosan?”
“Itu karena kelompok kalian ini sangat ribut. Tidakkah kalian pikir bermain kejar-kejaran seperti tadi itu sangat kekanak-kanakan?”
“Kau merasa seperti itu karena kau tidak ikut bergabung ke dalamnya. Aku pikir tidak terlalu buruk bertingkah sedikit kekanak-kanakan.”
“Buang-buang tenaga saja.”
__ADS_1
Memang benar, hal itu hanya menyia-nyiakan tenaga dan waktu saja. Namun, hiburan juga diperlukan oleh manusia. Aku tidak dapat membayangkan bagaimana jadinya jika tidak ada hiburan yang dapat dinikmati oleh setiap orang.
Kesimpulannya, hiburan sangat diperlukan. Namun, harus ingat pada waktu. Karena jika terlalu terlarut dalam hiburan, kalian hanya akan menjadi orang tidak berguna.