
Waktu berlalu begitu cepat, pertandingan memperebutkan posisi ketua aliansi akhirnya mencapai puncaknya. Pertarungan-pertarungan yang sebelumnya terasa begitu membosankan, dipuncak pertandingan ini aku berharap ada hal yang menarik terjadi.
Cresh dan Rias memasuki arena setelah beristhirahat selama 15 menit. Walaupun ini adalah babak terakhir, mereka masihlah sangat bertenaga, ini menandakan kalau mereka belum bertarung dengan serius dipertarungan sebelumnya.
“Menurutmu siapa yang akan menang kali ini?” tanya Vany yang berada disampingku.
“Aku tidak tahu. Mereka berdua sejak tadi tidak bertarung dengan serius, jadi aku ragu untuk menebak siapa yang akan menang.” Jawabku tanpa melirik kearahnya.
“Jarang sekali kau berkata seperti itu.”
“Aku ini bukanlah dewa atau orang yang bisa melihat masa depan. Jadi mana mungkin aku bisa mengetahui segalanya.”
“Hm.., kau ada benarnya juga sih.” Dia menyetujuinya.
Sebagai seorang manusia, kita memang tidak dapat mengetahui semuanya. Memang benar kita diberikan kemampuan untuk berpikir dan mencoba, tetapi semua itu terbatas pada sesuatu yang bisa kita lihat dan pahami. Akan ada hal-hal yang tidak bisa kita pahami meskipun sudah menelitinya selama bertahun-tahun. Sebagai contoh, manusia tidak dapat mengetahui apa yang terjadi setelah kematian. Apakah nantinya kita akan pergi ke dunia lain atau akan bereinkarnasi menjadi manusia yang berbeda.
Pertarungan antara Cresh dan Rias akhirnya dimulai. Rias seperti biasa mengeluarkan beberapa patung perak dipunggungnya lalu menggunakannya untuk menyerang Cresh. Menanggapi serangan itu, Cresh menyerang menggunaka rantai ungu yang keluar dari punggungnya. Tangan patung perak yang menyerang Cresh berubah menjadi bentuk perisai dan menghadang serangan rantai ungu.
__ADS_1
Tang! Tang! Tang!
Suara benturan menggema akibat benturan rantai ungu dan perisai perak. Cresh menarik kembali rantai ungunya lalu ia melilitkan rantai itu dikedua tangannya. Dalam sekejap rantai itu berubah menjadi jirah berwarna ungu. Patung-patung perak kembali menyerang Cresh dari depan dengan tangan berbentuk pedang. Melihat itu Cresh membentangkan kedua tangannya.
Saat patung-patung itu semakin mendekat, jirah yang ada ditangan Cresh mengeluarkan kawat ungu yang melilit patung-patung itu sehingga tidak dapat menyerang.
“Hiaaaa!!!”
Rias melompat tinggi diudara dengan pedang perak yang digenggam oleh kedua tangannya yang berada diatas kepala. Dia mengayunkan pedangnya dari atas kebawah saat semakin mendekati Cresh. Tiba-tiba rantai ungu yang keluar dari punggung Cresh menahan tebasan pedang itu secara horizontal.
Suara benturan kali ini terdengar lebih keras dari yang sebelumnya. Rias melompat kebelakang. Belum sempat Rias mendarat dengan stabil, Cresh langsung melemparkan petung-patung perak yang diikat olehnya kearah Rias.
Dikejutkan oleh serangan dadakan itu, Rias mengeluarkan sayap perak dipunggungnya. Sayap itu tampak lebih besar dari ukuran tubuhnya. Ia menggunakan sayap itu untuk menutupi bagian depan tubuhnya.
Tang! Tang! Tang!
Patung-patung perak yang dilemparkan Cresh berhasil ditahan oleh sayap perak Rias. Setelah menahgan serangan itu, Rias menjadi sedikit goyah. Melihat ada kesempatan, Cresh dengan cepat menyerang Rias dengan beberapa rantai ungu. Rias kehilangan keseimbangam dan akhirnya terbaring karena dorongan dari serangan rantai ungu Cresh.
__ADS_1
Tanpa membuang waktu Cresh langsung maju untuk menyerang. Saat dia semakin dekat dengan Rias, seluruh tubuhnya terlilit oleh rantai perak yang berasal dari patung-patung perak tadi. Gerakan Cresh tertahan, dia tidak bisa mengeluarkan rantai ungu andalannya karena seluruh bagian tubuhnya, terbalut oleh rantai perak.
Rias memasukkan kembali rantai peraknya kedalam punggungnya lalu kembali berdiri sambil mengarahkan pedang perak ke wajah Cresh. Dari tindakannya itu dapat dilihat kalau dia menyuruh Cresh untuk menyerah.
Posisi mereka tetap sama selama beberapa saat. Ketegangan mulai memuncak sehingga tidak ada yang bersuara. Tiba-tiba rantai ungu muncul dari mulut Cresh namun Rias dengan tenang menebasnya hingga putus menjadi dua bagian. Mereka tetap mempertahankan posisi mereka. Setelah beberapa saat akhirnya Rias melepaskan rantai perak yang melilit Cresh.
Pertarungan berakhir, orang-orang mulai bersorak atas kemenangan Rias. Dari pertarungan tadi aku dapat melihat kalau sebenarnya kemampuan mereka setara, namun kekuatan pengendali perak milik Rias memiliki kelebihan bisa dikendalikan dari jarak jauh. Sedangkan kekuatan manipulasi energi ungu milik Cresh hanya bisa digunakan saat masih melekat pada tubuh.
“Wow tadi itu pertarungan yang hebat.” Komentar Vany setelah pertarungan.
“Ya kau benar. Dari pertarungan tadi orang-orang akan tahu perbedaan kemampuan mereka berdua dengan diri mereka sendiri.” Sahutku.
“Mungkin dengan begini aliansi kita akan menjadi lebih kompak kedepannya.” Dia mengatakan itu dengan nada datar, aku tidak tahu raut wajahnya sekarang ini karena tidak memperhatikannya. Namun yang jelas, dia sedang khawatir pada sesuatu.
“Yah mungkin saja.” jawabku sambil berbalik dan pergi meninggalkan Vany.
“Tungguin dong.” Katanya saat menyadari aku meninggalkannya.
__ADS_1