
Pagi hari terasa begitu berbeda hari ini. Semenjak rencana aliansi menyusup ke kota Arc malam kemarin diketahui oleh mereka, para tentara mulai menyerang balik aliansi kota utara. Sekarang ini sekitar 3000 tentara negara Alastein dikerahkan untuk menyerang aliansi kota utara diperbatasan kota utara dengan kota Fluch.
Tentara negara Alastein memang menang dalam jumlah, namun Cresh mengerahkan seluruh anggota BlackList yang menyusup ke kota Fluch untuk menyerang tentara dari belakang. Jumlah anggota BlackList itu kira-kira sekitar 200 orang. Namun mereka sangat kuat hingga dapat mengepung para tentara dari dua arah, yaitu aliansi kota utara diperbatasan, dan BlackList dari dalam kota Fluch.
Aku menggunakan teknik tak terlihat dan menyaksikan pertarungan mereka dari atas dinding pembatas. Orang-orang dari kubu yang berlawanan saling menyerang satu sama lainnya. Teriakan dari mereka yang terkena serangan menggema dibawah indahnya sinar pagi.
“Hoam.., kenapa sih mereka malah berperang dipagi hari seperti ini. Tidakkah mereka merasa ngantuk karena kejadian tadi malam.” Gumanku sambil memakan sepotong roti.
__ADS_1
Saat aku hampir terlelap, aku melihat salah satu dari tentara Alastein sedang dikepung oleh 5 orang musuh. Aku merasa tertarik untuk melihat bagaimana caranya untuk mengalahkan musuh-musuhnya itu.
Tentara yang dikepung itu mengeluarkan sebuah cambuk listrik ditangan kanannya. Saat musuh-musuhnya bergerak maju secara bersamaan untuk menyerangnya, ia menebaskan cambuk itu ketanah dengan santai. Seketika itu aliran listrik menyebar ke tanah dan menghempaskan musuh-musuhnya.
Tentara itu berjalan dengan santai sambil mengayunkan cambuk listriknya pada orang yang menghalangi jalannya. Beberapa meter dari tentara itu, seorang pemuda berjubah yang merupakan anggota aliansi kota utara, melompat ke arah tentara itu sambil mengayunkan pedang apinya.
Tentara yang diserang pemuda itu langsung menebaskan cambuknya ketanah sebanyak 3 kali. Cambukan-cambukan itu menghasilkan gelombang listrik yang sangat kuat hingga mampu menahan serangan api si pemuda.
__ADS_1
Sebuah ledakan terjadi akibat hantaman kedua serangan itu. Debu berterbangan dan mulai menggupal dan menutupi pandangan. Karena aku sangat penasaran, aku menggunakan teknik mata penembus agar dapat melihat apa yang ada didalam asap.
Didalam gumpalan debu itu, aku melihat si pemuda masuk ke dalam asap lalu menebaskan pedang apinya. Si tentara terkejut saat menyadari serangan mendadak itu. Ia dengan panik menebaskan cambuknya ke segala arah hingga menyebabkan hentakan listrik yang sangat besar.
Pemuda itu terlempar lebih jauh lagi karena serangan si tentara. Dia mencoba untuk berdiri lagi, tetapi kekuatannya terkuras habis untuk menahan hentakan listrik tadi.
Debu yang berterbangan dan membungkus si tentara tadi mulai menghilang tertiup angin. Saat sebelum debu-debu itu menghilang sepenuhnya, serangan bola-bola api dan bola-bola angin diarahkan kepada si tentara oleh 5 orang yang sebelumnya menyerang si tentara. Tentara itu menebaskan cambuknya kesegala arah untuk membentuk sebuah pelindung dari listrik.
__ADS_1
Pelindung yang dibuat si tentara berhasil menahan serangan-serangan yang diarahkan kepadanya selama beberapa waktu. Namun serangan-serangan itu tidak kunjung usai, hingga akhirnya pelindungnya hancur dan serangan-serangan itu berhasil membunuhnya.