The Red Game

The Red Game
Chapter 4 part 3


__ADS_3

"Aris!"


Orang yang hampir meninjuku dengan tangan bercahaya tadi, berteriak dan berlari sekuat tenaga hendak menyerang Aris. Dia sudah tahu kalau Aris tidak bisa menyerang menggunakan kekuatannya. Jadi tidak masalah baginya untuk menyerang secara langsung. Itu jika dia seorang diri.


Sebelum dia mencapai Aris, seorang gadis seksi dengan rambut pirang sepanjang bahu, berkulit putih dan cukup tinggi, serta yang terpenting, gadis itu sungguh montok dengan dada yang terus bergoyang-menendang dia hingga melayang dan berguling-guling di tanah.


Aku mendekat untuk melihat pertarungan mereka dari jarak dekat. Dengan begitu, aku bisa mendapatkan bonus yang kuingankan juga. Melihat 'itu' bergoyang selama pertarungan akan sangat menambah semangat. Akankah aku bisa mendapatkan kesempatan untuk menyentuhnya. Aku ingin tahu apakah gumpalan itu kenyal dan lembut seperti yang dikatakan orang.


Hm, kurasa tidak buruk untuk membuktikan perkataan itu. Ya, hanya itu alasannya.


Kembali ke topik utama. Jika dilihat dari apa yang dilakukan gadis itu sebelumnya, aku dapat menyimpulkan kalau dia mempunyai kemampuan memperkuat tubuh. Kemampuan itu tidak cocok untuk seorang gadis, tapi dia mampu menggunakannya dengan baik. Mungkin itu karena dia memiliki tubuh yang bagus.


Orang malang yang melayang karena tendangan gadis itu, bangkit berdiri. Dia memancarkan aura yang berbeda dari sebelumnya. Aura hitam pekat dan penuh dengan kebencian bisa kulihat dengan jelas. Dia mengangkat kepalanya yang tertunduk, lalu menatap gadis itu dengan tajam.

__ADS_1


"Kau ... kau ... kau sangat manis. Tendanganmu barusan itu sungguh indah. Bolehkah aku memintamu untuk melakukannya lagi. Aku sungguh ingin merasakan tendangan dari gadis yang memiliki tubuh indah sepertimu."


Eeeeeeh? Apakah aku salah melihat? Tidak mungkin mataku menjadi buramkan. Sudah sangat jelas kalau dia marah tadi. Tapi kenapa dia menjadi bahagia seperti itu. Aneh, ini sungguh aneh. Aku sudah tidak tahu lagi bagaimana mengungkapkannya.


Gadis yang menendang tadi sepertinya jengkel karena kelakuannya.


"Kau ... kau ... akan kubunuh," teriak gadis itu sambil berlari ke arah orang tadi.


Aku tidak mengerti kenapa orang itu malah berteriak erotis seperti sekarang. Aku bertanya-tanya apakah dia akan terus bergairah ketika disiksa. Memikirkannya saja sudah membuatku merasa jijik.


Saat gadis itu semakin dekat, tiba-tiba saja dia melompat ke belakang karena terkejut. Tanpa ada yang menyadari, seorang gadis berambut hitam panjang, dengan tubuh kurus dan dadanya datar, mengenakan dress putih dengan lengan panjang, sudah menusuk orang yang berteriak erotis tadi dari belakang.


Pedang gadis tersebut menusuk bagian jantung orang itu hingga membuat lubang pada tubuhnya. Darah bercucuran dari pedang, sedangkan orang itu hanya mematung.

__ADS_1


Kesunyian menimpa kami selama beberapa saat. Sangat wajar, mengingat betapa mengejutkannya kejadian ini. Bahkan aku pun tidak menyangka akan seperti ini pada akhirnya. Gerak-gerik dari gadis itu tidak dapat kurasakan sebelumnya. Apa sebenarnya kemampuan si gadis?


Dengan santai, gadis itu menarik pedangnya, lalu membiarkan mayat orang yang ditusuknya terbaring di tanah. Dia memasukkan kembali pedang pada sarungnya, mengabaikan apa yang sudah terjadi.


"Dian!"


Para anggota Jubah Kelam yang tadinya hanya menonton, kini menjadi panik dan segera mengerumuni mayat teman mereka. Aku tahu mereka pasti akan marah setelah melihat ini, tapi semua sudah terjadi. Tidak ada yang bisa mengulang waktu. Yang bisa dilakukan manusia adalah menerima serta mengukir masa depan. Karena waktu tidak dapat dilawan oleh manusia mana pun.


Kelompok Aris mundur beberapa langkah untuk menjaga jarak. Mereka sudah mengerti apa yang akan terjadi selanjutnya. Ikatan persahabatan yang dijalin oleh Kelompok Jubah Kelam sangatlah erat. Bahkan aku yang baru tahu tentang mereka dapat mengerti tentang hal itu.


Setelah ini, pasti akan ada pertarungan sengit di antara mereka. Bagi Kelompok Jubah Kelam, pertarungan ini adalah balas dendam atas kematian teman mereka. Sedangkan bagi Kelompok Aris, pertarungan ini agar mereka dapat bertahan hidup lebih lama lagi.


Aku akan sangat menantikan pertarungan seperti apa yang akan terjadi. Seharusnya aku menyiapkan beberapa cemilan sebelum berangkat.

__ADS_1


__ADS_2