
Sesaat setelah pertarungan dimulai, Aris menggunakan Teknik Komunikasi Jarak Jauh untuk mengatakan rencana pada teman-temannya. Ia menyuruh satu tim melawan satu orang dari kelompok Arya. Namun, Marvin meminta agar dia berhadapan satu lawan satu dengan musuh yang menggunakan pedang melayang. Aris menyetujuinya karena dia tidak pernah melihat Marvin sesemangat itu dalam pertempuran.
Kelompok Arya berpencar. Aris dengan tenang mengamati situasi dan membuat rencana. Dia tahu kalau kempuannya sangat tidak cocok untuk bertempur. Meskipun begitu, bukan berarti tidak berguna. Dengan mengamati pertarungan dari belakang, dia dapat membuat rencana, lalu menyampaikannya.
Arya melapisi tubuhnya dengan petir, lalu dengan cepat menyerang Aris dengan pedang petirnya. Namun, serangannya berhasil digagalkan dengan perisai angin gabungan dua teman Aris. Arya mengambil jarak, lalu maju lagi dengan kekuatan penuh. Tiba-tiba seorang pria bertopeng muncul mengambil pedang petir Arya dan membekukannya. Melihat itu, ia langsung melompat ke belakang.
Teman-teman Aris berdatangan satu per satu mengepung Arya. Tak lama kemudian, sisa dari kelompok jubah kelam juga mengepungnya. Ia sudah menduga ini akan terjadi karena mereka sudah dihianati olehnya. Tapi tidak bagus juga bagi mereka jika terlalu percaya pada Kelompok Aris.
“Hahaha, ini benar-benar menarik. Ternyata Kelompok Jubah Kelam itu sangat mudah untuk ditipu. Hahaha.” Arya tertawa lepas setelah melihat apa yang terjadi.
“Ini hanya karena tujuan kami kebetulan sama. Kami sudah memutuskan untuk membalaskan dendam teman-teman kami yang kau bunuh. Tidak peduli bagaimana caranya, kami akan membunuhmu,” tegas salah satu dari anggota jubah kelam.
Dia adalah orang yang memimpin Jubah Kelam saat ini, karena Jubah Kelam sedang dalam masa kritis. Semua temannya juga percaya padanya. Maka dari itu, ia mengambil inisiatif untuk menjadi pemimpin sementara. Ia juga tidak masalah jika ada yang akan mengganti dirinya setelah semuanya berakhir.
“Jadi, pada akhirnya kau yang memimpin kelompok idiot ini, Jamal.”
__ADS_1
“Ya, apa kau mempunyai masalah dengan itu?”
“Tidak sih. Hanya saja, aku tidak pernah mengira seorang laki-laki lemah sepertimu akan menjadi pemimpin. Hahaha. Ini sangat lucu.”
“Kurasa itu lebih baik dari pada seorang pemimpin yang tega menghianati kepercayaan teman-temannya.”
Jamal yang merupakan seorang pemimpin sementara sangat tahu dia tidak pantas untuk tugas itu. Namun, dia tidak ingin teman-temannya hilang arah karena tidak ada yang memimpin. Dia pikir kekuatan bukanlah segalanya untuk menjadi pemimpin. Menurutnya, seorang pemimpin adalah orang yang menuntun teman-temannya agar tetap bersama. Itu artinya seorang pemimpin harus dapat menjadi penengah. Untuk melakukan itu, kekuatan saja tidak dapat menentukan seseorang layak atau tidak menjadi pemimpin.
Dinding tanah mengelilingi Arya, lalu berbagai macam serangan ditembakkan padanya. Melihat itu, Arya tidak panik sedikit pun. Ia mengumpulkan kekuatannya di dada perlahan-lahan. Di atasnya, serangan dari musuh-musuhnya semakin mendekat.
“Aaaaaakkkkhhhhh!”
Arya menjerit kesakitan setelah meledakkan kekuatan yang begitu besar. Semua bagian tubuhnya disengat oleh setruman kekuatannya. Rasa sakitnya semakin terasa ketika tulang dan organ dalam tubuhnya tersengat. Ia sudah tahu ini akan terjadi saat dia meledakkan kekuatannya. Tapi dia tidak pernah membayangkan kalau rasa sakitnya akan seperti ini.
Karena ledakan kekuatan Arya yang begitu besar, kerumunan orang yang menyerangnya tadi menjadi panik dan berlarian tanpa arah. Melihat situasi ini, pria bertopeng menyebarkan kekuatannya ke seluruh tubuh, lalu menerobos masuk ke dalam bola listrik. Aliran listrik menyerangnya tanpa henti. Namun, dengan memanfaatkan Teknik Pembeku miliknya, dia mampu bertahan dan terus menerobos masuk.
__ADS_1
Orang-orang mungkin menganggap kalau apa yang dilakukan oleh pria bertopeng itu adalah hal bodoh. Tetapi kenyataannya, tidaklah begitu. Dia bersusah payah menerobos ke dalam bola listrik untuk membekukan apa yang menjadi intinya. Dia bermaksud untuk mengakhiri ini dengan membekukan Arya yang menjadi inti. Hanya beberapa orang yang dapat mengerti tindakannya ini.
Perlahan-lahan menerobos aliran listrik, pria bertopeng berhasil mendekat pada Arya. Cahaya yang begitu terang membungkus tubuh Arya hingga membuat pria bertopeng menutup matanya dengan tangan kiri. Kemudian, dia mengulurkan tangan kanannya untuk menjangkau Arya. Tangannya tersengat ketika dia berhasil menyentuh tubuh Arya. Ia memaksa kekuatannya hingga melampaui batas untuk membekukan inti bola listrik.
Bola listrik semakin mengecil dan membeku karena kekuatan pria bertopeng. Untuk sementara waktu, ledakan itu berhasil dihentikan. Aris segera memerintahkan teman-temannya untuk menjauh sajauh mungkin. Tidak ada yang tahu sampai kapan pria bertopeng mampu membekukan kekuatan yang sangat besar ini.
Pria bertopeng merasa lega karena akhirnya dia berhasil membekukan ledakan kekuatan yang begitu besar. Untuk menghentikannya dia sampai menerima cukup banyak luka di tubuhnya. Tangan kanannya bahkan membeku akibat terlalu banyak menggunakan kekuatan. Dia pikir itu adalah harga yang harus dibayar, jadi ia tidak terlalu mempermasalahkannya.
Kelegaan yang dirasakan tidak berlangsung lama. Tiba-tiba kekuatan yang sudah dibekukan oleh pria bertopeng, meledak.
Ledakan itu muncul karena Arya secara paksa meledakkan diri dengan kekuatannya. Pria bertopeng sudah tidak mempunyai kekuatan lagi untuk membekukan ledakan itu. Lalu tubuhnya hancur bersama dengan Arya.
Marvin yang sedang terbaring karena kehabisan energi, tidak dapat mengelak dari dampak ledakan. Dia sudah tidak tahu harus bagaimana menghadapinya. Sementara ia panik memikirkan cara untuk menghindar, Aris dengan cepat memerintahkan beberapa temannya untuk menyelamatkan Marvin. Ia merasa lega karena akhirnya ada yang menyelamatkannya.
Akibat ledakan itu, lima orang anggota Kelompok Aris tewas, dan enam orang anggota Kelompok Jubah Kelam juga tewas. Tidak ada yang menginginkan kejadian ini, tetapi mau tidak mau harus dapat diterima. Karena itulah harga dari pertempuran.
__ADS_1