Thrown Into Another World:Trapped In A Mysterious Maze

Thrown Into Another World:Trapped In A Mysterious Maze
Ch. 12 Tubuh beladiri {sudah revisi}


__ADS_3

Duduk bersila dengan tangan di atas pahanya, memejamkan mata dan mulai menyerap setiap darah yang ia dapatkan setelah mengalahkan 400.324 serigala rakus.


Darah-darah itu melayang di udara membentuk sebuah gumpalan bola raksasa hampir memenuhi ruangan itu.


Gumpalan bola darah itu kemudian meneteskan darah setetes demi setetes kearah dada sebelah kirinya kemudian tetesan darah itu membuat sebuah lubang kecil untuknya masuk ke jantungnya kemudian melebur bersama dengan darahnya.


Rasa sakit dari tetesan darah yang membuat lubang itu terasa seperti di gigit semut tapi setelah darah itu menembus masuk ke jantung dan melebur bersama darah itu rasanya amat luar biasa sakit.


"meski sakit tapi tak sesakit pertamakali nya"


Meskipun Dareen merasa sakit tapi itu tak sebanding dengan ketika pertama kali ia menyerap darah Phoenix api hijau dan harimau es bertanduk.


Semakin lama ia menyerap darah rasa sakit juga bertambah dan semakin lama waktu berlalu rasa sakitnya bisa ditahan lalu rasa sakit itu mulai muncul kembali ketika darah terakhir yang ia serap yaitu darah raja serigala rakus.


"ukh.. ahk..."


Desah Dareen merasakan rasa sakit yang muncul kembali setelah 6 jam berlalu.


Darah itu masuk kedalam tubuh Dareen dengan mengalir dengan membentuk sebuah aliran kecil bukannya pertetes.


"aahh....!!!"


Teriak Dareen karna mendapatkan rasa sakit yang amat sakit karna ini baru pertama kalinya ia merasakan darah yang mengalir masuk kedalam tubuhnya bukannya pertetes.


Waktu berselang 1 jam, gumpalan darah itu akhirnya sudah habis. Rasa sakit tadi akhirnya menghilang dan menyisakan kelelahan dari menahan rasa sakit.


[Ding]


[selamat anda telah berhasil menyelesaikan penyerapan darah]


[vitalitas anda tidak meningkat]


[tubuh anda membentuk tubuh baru berupa tubuh beladiri]


[tubuh beladiri merupakan tubuh yang cocok untuk mempelajari teknik beladiri apapun]


[dalam tubuh beladiri terdapat sebuah dantian, meridian dan juga titik titik akupuntur serta jalan untuk qi internal]


"dantian? Meridian? titik akupuntur? Ki?, benar saja aku pindah ke novel beladiri kultivasi hahaha..."


Ucap Dareen karna ia tahu betul bahwa dirinya telah mendapat sesuatu yang sangat ia impi impikan dan ia pernah menulisnya dalam sebuah novel yaitu novel kultivasi.


[menjawab]


[dantian merupakan sebuah organ tambahan baru bagi seorang kultivator, organ ini merupakan penampung untuk qi yang telah diserap dari aura eksternal]


[titik akupuntur sebenarnya sudah ada untuk semua makhluk hidup tapi karna tubuh anda dibuat dari sebuah batang tumbuhan makanya tubuh anda kesusahan menyerap aura]

__ADS_1


[meridian merupakan jaringan pembuluh/saluran dalam tubuh yang dilalui qi menuju dantian keseluruh tubuh dalam siklus tertentu]


[Ki merupakan aura yang telah diserap dari luar tubuh kedalam tubuh dan tertampung dalam dantian]


"woah woah, benar benar persis seperti novel kultivasi yang pernah kubaca"


Ucap Dareen akhirnya telah memastikan bahwa tubuhnya benar benar sudah bisa menggunakan teknik beladiri.


"akhirnya buku kultivasi jiwa bisa digunakan'


Ucap Dareen bersyukur bahwa buku yang ia dapatkan saat pertama kali tiba di dunia daratan jiwa bisa digunakan.


Seperti kata system kultivasi jadi terhambat akibat tak adanya organ dantiannya, tapi karna dantiannya sudah ada maka kultivasi bisa dilakukan dengan lancar.


Dareen tak mau menunggu lebih lama, ia segera mengambil buku kultivasi jiwa dari dalam kotak penyimpanan nya.


Ia pun membacanya dengan serius, tapi yang ia bingung adalah teknik kultivasi jiwa ini berbeda dengan kultivasi kultivasi yang ia pernah baca sebelumnya.


Kultivasi jiwa itu pada dasarnya meningkatkan kekokohan jiwa dan membuatnya bisa membagi jiwanya menjadi beberapa bagian, selain itu juga bisa membuatnya bertahan jika ada yang menyerang jiwanya.


Teknik jiwa ini membuatnya bisa terlepas dari tubuhnya lalu merasuki tubuh makhluk hidup dan juga membantu dalam pembuatan alkimia.


Setelah membaca buku kultivasi jiwa, Dareen kemudian mencoba untuk berkultivasi.


Ia duduk bersila, memejamkan mata, tangannya menyatu dan ia pun menyerap aura yang ada disekitarnya dengan cepat.


"oh iya apa saja tingkatan kultivasi jiwa?"


Ucap Dareen bertanya kepada system karena tidak tahu tingkatan dari kultivasi jiwa dan tak dijelaskan dalam buku.


[menjawab]


[tingkatan ranah kultivasi jiwa:


-memperkuat jiwa


-membagi jiwa


-memisah jiwa


-merasuki jiwa


-menambah jiwa]


Dareen mengangguk paham dan mulai berdiri dan memeriksa kristal kecil berwarna putih berkilau yang ia kumpulkan dan bertanya kepada system'.


"Sebenarnya ini apa sih?"

__ADS_1


Ucapnya dengan memandang tumpukan kristal berwarna putih berkilau didepannya.


[menjawab]


[spirit stone atau batu spiritual merupakan kristal dengan energi spiritual didalamnya, digunakan sebagai mata uang dan dapat membantu meningkatkan energi spiritual, membuat item magis atau formasi kekuatan mantra]


Sambil membaca pemberitahuan itu Dareen melangkah masuk ke dalam portal menuju ke lantai 2.


Dengan berakhirnya pemberitahuan system Dareen kemudian telah sampai di lantai 2.


Setibanya di lantai 2 Dareen melihat sebuah lorong panjang yang gelap tanpa ada satupun tanda tanda jebakan dan makhluk hidup dihadapannya.


"system' aktifkan skill penglihatan malam!"


Ucap Dareen memberikan perintahnya kepada system untuk menggunakan skill penglihatan malam karna situasi saat ini sangat gelap.


Meski ia menggunakan skill penglihatan malam ia tetap tak melihat makhluk apapun yang terlihat dihadapannya.


Dareen kemudian melangkah ke depan menuju akhir dari lorong tersebut setelah melihatnya dengan penglihatan malam.


Meski tak merasakan kehadiran apapun dan system juga tak memberikan pemberitahuan apapun, ia terus melangkah kedepan.


Dareen tetap waspada agar tidak mendapatkan serangan dadakan seperti saat ia di lantai pertama.


[Ding]


[merasakan sebuah kehidupan yang datang dari arah ujung lorong dengan kecepatan yang tinggi]


[3 detik lagi makhluk itu akan sampai]


Benar saja tak lama waktu berselang sebuah bola berwarna hitam dengan mata merah menyala dan sayap kelelawar di kedua sisinya serta cakar yang panjang dan tajam seperti sebuah pisau.


Ternyata makhluk itu bernama kelelawar bercakar hanya saja tubuhnya sedikit berbeda seperti kelelawar pada umumnya, tubuhnya membentuk seperti bola.


Kelelawar itu dengan kecepatan yang sangat tinggi menyerang Dareen dari segala arah namun berhasil di tangkis dengan skill pelindung aura.


"astaga, kelelawar apaan ini, cepet banget, astaga!!, Untung ada skill pelindung aura"


Ucap Dareen dalam hatinya yang gelisah meski merasa sedikit lega karna memiliki skill pelindung aura.


Skill pelindung aura nya bekerja dengan baik menghalangi setiap serangan dari kelelawar bercakar itu.


Namun semakin lama waktu berselang pelindung aura nya mulai retak dan pada akhirnya akan hancur.


"aduh bagaimana ini?"


Ucap Dareen khawatir bahwa jika ia terus seperti ini tanpa memikirkan cara untuk mengatasi kelelawar bercakar itu maka tamat lah riwayat nya.

__ADS_1


...Bersambung:)...


__ADS_2