Thrown Into Another World:Trapped In A Mysterious Maze

Thrown Into Another World:Trapped In A Mysterious Maze
Ch. 33 Kasus pembunuh berantai part 2 {sudah revisi}


__ADS_3

[Ding]


[Yao Siyue terkejut akan kepintaran anda +450 poin positif]


"Xiuhuan si bijak ternyata benar adanya"


"hanya sekali dengar dan dengan sedikit informasi sudah bisa menyimpulkan kasus yang menyusahkan kami"


Puji Yao Siyue kepada Dareen yang benar sesuai dengan informasi yang ia dapat tentang identitas Dareen.


Tentu saja identitas Dareen sudah di buat sesuai dengan keahlian Dareen meski informasi nya hanya settingan.


"tidak perlu memujiku seperti itu"


Tolak Dareen karena tak ingin menerima Kasus selama liburan nya.


"meski kasus ini sangat menarik tapi aku ke ibukota hanya untuk jalan-jalan"


"tidak ada niatan lainnya"


Sambungnya lagi dengan meniup cangkir berisi teh hangat dengan elegan.


"kami akan memberikan kompensasi berupa sekotak spirit stone berwarna ungu"


"4 kotak spirit stone berwarna emas"


"10 kotak spirit stone berwarna oranye"


"kami juga akan memberikan kompensasi berupa toko buku di alun-alun kota"


"50 kotak penuh dengan tanaman obat"


Tawar Yao Siyue kepada Dareen sesuai dengan informasi yang ia terima.


88


Mata Dareen langsung terbelalak, tak percaya bahwa mereka akan sejauh ini hanya untuk mencari pelaku pembunuh berantai.


"ehem... kalian benar-benar mencari informasi identitas ku sampai ke akar-akarnya yah?"


"jika kalian seserius ini hanya untuk pembunuhan berantai..."


"maka aku akan menerima penawarannya"


"sekali lagi aku perkenalkan namaku Xiuhuan"


"mohon kerjasamanya"


Deheman Dareen yang kemudian menerima penawaran Yao Siyue lalu bersalaman dengan memperkenalkan dirinya secara resmi.


[Ding]


[Xiu Ming marah karena anda +12.000 poin negatif]


[Xiu Ming kesal melihat anda berjabat tangan dengan Yao Siyue +28.000]


"tidak kusangka membuat identitas palsu ada gunanya juga"


"hehehe..."


"sekali mendayung 2 pulau terlampaui"


Batin Dareen merasa senang karena dirinya selain mendapatkan kompensasi yang banyak juga mendapat poin karma dari Xiu Ming.


"apa kalian sudah melakukan otopsi pada mayat korban?"


Tanya Dareen meneruskan mode serius untuk tidak membuat kesannya tampak tidak becus.

__ADS_1


"sudah"


"tubuh korban ketika ditemukan penuh dengan luka iris di sekitar tubuhnya termasuk wajahnya hingga kami kesulitan untuk mengidentifikasi korban"


"disemua tubuh korban juga terdapat tuka tikaman di perut serta jantungnya"


"bayi korban tewas dan di keluarkan dari perut korban dengan membelah perut korban"


Jawab Yao Siyue dengan ekspresi yang tampak sedih tapi tetap tegar.


"bisakah aku melihat mayat korban"


"mungkin saja ada sesuatu yang menyangkut pelaku pada korban"


Ujar Dareen kemudian di balas dengan anggukan kepala oleh Yao Siyue mengiyakan permintaan Dareen.


#Hakim Distrik --> ruang mayat


"astaga!"


"pelaku ini pasti sudah gila"


"tak hanya membunuh korban tapi juga membunuh anak korban"


"bahkan bayinya sudah tampak seperti gumpalan daging cincang"


"kejam... kejam banget..."


Ujar Dareen yang kasihan pada mayat korban dan marah kepada pelakunya.


"benar... pelaku ini sangat kejam bahkan seorang bayi juga ikut menjadi korban"


"meskipun demikian kita tidak bisa berbuat banyak karena sampai sekarang belum juga mendapatkan petunjuk apapun sampai sekarang"


Ucap Hakim Cao seorang wanita yang diangkat menjadi Hakim oleh Kaisar Yao Siyue sendiri dan merupakan saudari angkat Yao Siyue.


Ujar Dareen memutar otak dan tak sengaja melihat sebuah petunjuk berupa anting yang hilang sebelah.


Belum angkat bicara seorang pengawal datang dan memberitahukan sebuah pembunuhan lagi.


"Hakim Cao... Hakim Cao"


Teriak prajurit itu di luar ruangan dan tidak tahu bahwa kaisar dan Dareen juga ada didalam.


Mereka bertiga yang ada didalam berbalik kearah pintu dan menanti orang yang berteriak tadi.


"ada apa komandan Wei"


Ucap Hakim Cao menatap komandan Wei dengan kedua tangannya dibelakang.


"itu... eh..."


"salam yang mulia kaisar"


"maafkan atas ketidaktahuan hamba"


Dalih sang komandan pasukan Keamanan di ibukota dengan bungkukan hormat dan permohonan maaf.


"tidak apa-apa... katakanlah apa yang terjadi"


Ucap Yao Siyue mengangkat tangan kanannya menandakan bahwa komandan Wei sudah bisa bangun dari bungkukan hormatnya.


"lapor Hakim Cao, kami menemukan mayat korban ke 100"


"mayat itu berada di pasar yewu tepatnya di gang sebelah Utara pasar yewu"


"saya sudah menugaskan pasukan saya untuk mencari pelaku di sekitar pasar yewu serta disekitar gang itu"

__ADS_1


Ucap komandan Wei terlihat khawatir karena kasus ini sudah yang ke 100, entah bagaimana caranya agar bisa menemukan pelaku pembunuhan ini.


"apa..!"


Teriak mereka bertiga serempak terkejut karna baru saja korban ke 99 di temukan sudah ada korban ke 100.


"kirimkan surat kepada komandan pasukan mawar hitam dan mawar putih serta pasukan bayangan untuk segera melakukan pencarian keseluruhan ibukota"


"segera amankan lokasi mayat dan lakukan pencarian menyeluruh dan tutup semua gerbang masuk ibukota"


Ucap kaisar Yao Siyue mengarahkan komandan Wei untuk mengirimkan surat perintah dari kaisar untuk menggerakkan semua bawahannya untuk segera melacak keberadaan pelaku.


#Pasar Yewu --->gang sebelah Utara ---->lokasi kejadian


"pelaku ini benar-benar gila"


"dia dengan terang-terangan meninggalkan mayat korban dengan tanpa diketahui oleh siapapun"


Ucap Hakim Cao menatap mayat korban yang tampak mengerikan dan pandangan matanya beralih ke arah nomor yang di tulis si pelaku di dinding gang.


Tubuh korban penuh luka irisan termasuk wajah korban apalagi ekspresi korban tampak terkejut dengan mulut menganga dan terdapat bulir air mata di bawah matanya.


Perut korban terbelah dan dada korban tertikam oleh pisau hingga membuat korban mati dalam satu kali tikaman.


Bayi korban sudah dalam keadaan tak bernyawa dan juga berlumuran darah.


"tampaknya bayi korban sudah mencapai usia 8 bulan"


"kasihan sekali padahal sebulan lagi bayi ini akan melihat dunia"


Ucap kaisar Yao menatap dengan ekspresi sedih bayi korban yang sudah tak bernyawa dengan bagian tubuh yang sudah terpotong potong.


"anting nya juga hilang sebelah!"


Batin Dareen melihat kedua sisi telinga korban dan didapati bahwa korban kehilangan satu anting-anting nya.


"hei aku ada pertanyaan"


"apa sekarang ibu-ibu hamil suka pake anting sebelah saja?"


Tanya Dareen kemudian semua orang yang ada di sana menyadari dan mengingat bahwa semua mayat korban didapati hanya dengan 1 anting-anting.


"mungkin cuma terjatuh"


"tapi gang disini terlihat bersih tanpa satu kotoran pun bagaimana bisa anting nya jatuh"


"ah... aku sekarang ingat"


"karna terlalu fokus pada pencarian pelaku, aku jadi merasa bahwa anting sebelah korban tidak sengaja terjatuh"


"tapi semua korban pasti tak memiliki anting sebelah kiri"


Ucap Yao Siyue mengingat ingat semua korban yang telah kehilangan nyawanya.


"berarti pelaku punya motif tersembunyi tentang telinga sebelah kiri"


"atau mungkin pelaku merasa iri dengan orang-orang dengan telinga kiri"


Identifikasi Dareen dengan simpulan yang membuat semua orang yang ada di sana harus putar otak mencerna apa yang dikatakan Dareen.


"untuk apa seorang pembunuh berantai merasa iri dengan telinga kiri korbanya?"


Tanya Yao Siyue dengan gurauan yang receh tapi membuat orang-orang kebingungan.


Setelah putar otak selama beberapa detik mereka bertiga pun secara bersamaan mendapatkan gambaran motif pelaku.


...Bersambung:)...

__ADS_1


__ADS_2