
Di suatu tempat yang gelap di sebuah ruangan yang terdiri dari 5 orang dengan jubah hitam yang menutupi kepalanya hingga wajahnya tidak kelihatan.
"kalian juga merasakannya kan?"
Ucap salah satu dari orang berjubah yang duduk di kursi dengan meja bundar.
Keempat orang berjubah hitam lainnya mengangguk setuju dengan pertanyaan orang itu(anggap saja si A)
"tuan yang kita tunggu-tunggu akhirnya telah lahir"
Ucap si C dengan merentangkan tangannya ke atas meja dan dengan nada yang sedikit besar.
"perasaan itu juga terjadi 4 bulan lalu tapi hanya sebentar, tapi kali ini perasaan itu semakin terasa"
Ucap si B yang tambah meyakinkan pernyataan si A tentang usulannya.
"mungkinkah tuan kita sedang terluka"
Ucap si D membuat suasana terasa mencekam dan membuat hening seketika.
Bagaimana tidak perasaan yang sebelumnya terasa tapi kembali redup dan menghilang 4 bulan lalu tapi sekarang perasaan itu kembali terasa.
Semuanya diam terpaku setelah mendengar usulan si D karna ucapannya ada benarnya juga apalagi bahwa tuannya baru saja terlahir kembali.
"tidak, tidak... tidak mungkin!! kita sudah menunggu kehadiran tuan baru kita selama lebih dari beberapa dekade sampai hanya kita berlima yang berhasil bertahan"
Ucap si E yang memukul meja menggunakan kedua tangannya dengan keras yang membuat ke 4 orang lainnya terkejut.
Meski begitu yang di ucapkan si E memang benar adanya bahwa leluhur mereka bahkan telah mengajarkan mereka untuk setia kepada tuannya yang baru ketika sudah dipertemukan.
"jika memang benar tuan baru kita telah hadir maka tak lama lagi kita pasti akan bertemu"
Ucap si A yang menenangkan si E yang telah meneteskan air mata dari pipinya yang terisak-isak.
"sudah-sudah benar atau tidaknya tuan baru kita telah lahir maka kita bisa memastikannya dengan mata kita sendiri seperti yang dikatakan leluhur kita"
Ucap si B yang memangku yang menyatukan jarinya membentuk segitiga di depan dada dan di atas pahanya.
Kemudian ke 4 orang berjubah hitam lainnya mengangguk paham dengan ajuan si B tentang tanda-tanda yang diberitahukan oleh leluhur mereka.
★
__ADS_1
★
★
─\=≡Σ(╯°□°)╯︵┻┻
★
★
★
Sementara itu Dareen sedang bertarung dengan raja kelabang berjamur di ruangan boss lantai ke 9 yang membuatnya kewalahan adalah bau busuk dari raja kelabang berjamur itu yang seperti ratusan tidak milyaran mayat yang berkumpul menjadi satu.
Ditubuhnya bahkan ada semua varian ulat dan ngengat yang menggerogoti tubuhnya yang membuat heran adalah ketika ada lalat yang datang belum sampai ke tubuh kelabang itu lalat itu mati dan terjatuh ke lantai.
"bahkan jika dengan memakai masker 10 lapis baunya masih terasa"
Ucap Dareen yang menebak jika bahkan dirinya memakai masker hingga 10 lapis baunya pasti masih terasa.
Dareen kemudian mengeluarkan sayapnya kemudian terbang ke atas kelabang itu dan mencoba menusuk tubuh kelabang itu dengan roh penjaga yang ada di tangan kanannya.
Betapa tak beruntungnya ia karna setelah ia menusuk tubuhnya, kelabang itu langsung mengeluarkan bau busuk yang sangat menyengat dan terlihat ulat dan ngengat yang ada di dalam tubuhnya itu kemudian berlarian keluar dari tubuh kelabang itu melalui lubang yang dibuat Dareen.
Ucap Dareen terbang menjauh dan meniup niup bau busuk yang berada disekitar hidungnya.
Dareen kemudian mengangkat tangan kirinya sejajar dengan dada yang melekuk dan mengeluarkan bola api dan memasukkan kembali tombak yang ada di tangan kanannya lalu tangan kanannya diayunkan keatas seperti menarik sesuatu dari bawah.
Raja kelabang itu berjalan dan mengacungkan kedua capitnya ke arah Dareen yang dibuka tutup bersiap untuk menerkam Dareen dengan kedua capitnya.
Tapi sebelum sampai kearah Dareen sebuah akar yang muncul dari bawah lantai labirin kemudian merambat dan menjerat tubuh raja kelabang.
[Ding]
[penguasaan terhadap elemen tumbuhan meningkat 00,20%/100%]
Ternyata elemen yang digunakan Dareen adalah elemen tumbuhan, pada dasarnya elemen tumbuhan digunakan untuk menumbuhkan tanaman obat dan bersifat menyembuhkan.
Tapi Dareen malah menggunakannya untuk menumbuhkan akar dari tanaman obat itu, meski akar tanaman obat itu memiliki sifat mengobati tapi akar itu tak memiliki cukup kekuatan untuk menyembuhkan kelabang itu.
Seolah merasa akar itu tidak mempan terhadapnya, dengan santainya Raja kelabang berjamur itu membuka tutup capitnya dan memberontak untuk melepaskan diri dari jeratan akar itu.
__ADS_1
Jeratan akar yang melilit tubuh raja kelabang itu mulai kendor akibat ngengat yang ada di dalam tubuh raja kelabang itu merasa terganggu dengan sifat mengobati dari akar tanaman obat dan mulai memakan akar itu.
Dareen kemudian mundur kebelakang hingga mencapai dinding labirin dan tangan kanannya kemudian bergerak berputar di atas kepalanya lalu ia tarik tangannya turun dan menunjuk raja kelabang itu.
[Ding]
[menggunakan sejumlah mana yang ada di ruangan untuk menggunakan elemen tumbuhan]
Seisi ruangan itu kemudian bergetar hebat lalu akar akar tanaman obat muncul dari dalam dinding, lantai serta atap labirin dan merambat kearah raja kelabang berjamur itu.
[Ding]
[penguasaan terhadap elemen tumbuhan meningkat 05,08%/100%]
Dengan cepat tubuh raja kelabang berjamur itu terbungkus oleh akar akar tanaman obat yang di munculkan oleh Dareen.
Dengan tak sadar raja kelabang itu sudah tak bisa bergerak lagi karna tubuhnya terjerat.
"saatnya si jago merah beraksi hehe... hehehe..."
Ucapnya yang memikirkan rencana sadisnya dan kembali mengingat ingatan dari kehidupannya di bumi, ketika ia pertama kali membakar kelabang yang muncul di semak-semak dengan menggunakan korek api.
Api yang ada di tangan kirinya hanya sebesar kelereng kemudian di lempar ke arah raja kelabang yang sudah di lilit oleh akar-akar tanaman obat.
[Ding]
[penguasaan terhadap elemen api meningkat 20,01%/100%]
Api yang tadinya hanya sebesar kelereng kemudian dengan sekejap berubah menjadi sebuah api unggun yang sering meresahkan warga dengan melahap rumah mereka.
Secara singkat api menjalar sangat cepat hingga dengan cepat membakar akar-akar tanaman obat dan mencapai raja kelabang berjamur.
Akar yang digunakan Dareen memang sengaja ia pilih yang paling lemah dan rentan terhadap api tapi lilitannya kuat.
Tak lama kemudian teriakan kesakitan muncul dari dalam bungkusan paket😂(akar-akar tanaman obat) yang terdengar histeris.
Dalam lubuk hati terdalam Dareen ia merasa kasihan dengan raja kelabang berjamur itu tapi kegigihan hatinya mematahkan perasaan itu.
"maafkan aku tapi ini sudah seharusnya terjadi baik itu dengan diriku ataupun dengan orang lain"
Ucapnya yang telah turun ke lantai dan menyatukan kedua telapak tangannya dan membungkuk memberi penghormatan kepada raja kelabang berjamur iyang ia bakar hidup-hidup.
__ADS_1
Meski dengan perasaan yang tak enak hati tapi dengan berlakunya hukum rimba dimana yang kuat menginjak-injak yang lemah.
...Bersambung:)...