
#diluar perbatasan
"menurutmu kapan kita akan menyerbu?"
"entahlah"
"apa kalian tidak lihat?, pasukan penyerang sudah masuk dan menyerang ibukota"
"bukankah sudah terlambat jika kita terlalu lama menunggu sinyal dari dalam ibukota"
"sudahlah, ikuti saja apa yang diperintahkan!, lagipula kita dibayar hanya untuk menyerang jika sinyalnya sudah nampak"
"terserahlah"
Bincang 2 orang kesatria yang telah dibayar untuk menyerbu dari bagian belakang pasukan Raja Ming.
"woah... hebat... pasukan istana terjun dari atas langit"
"yang membawa mereka itu... elang tempur yang sudah dipasangi Sirah"
"oh... jadi seperti itu yah... menggunakan elang untuk membawa mereka kemedan pertempuran dengan cepat"
Bincang mereka membahas tentang cara para pasukan istana memasuki Medan perang.
"bukankah dengan begitu mereka akan menabrak apapun yang ada dibawah yah"
"iya, dengan memanfaatkan kecepatan elang tempur dan berat Sirah yang dipakai para prajurit istana mereka terjun dengan sangat cepat"
Bincang mereka lagi membahas tentang para prajurit istana yang mendarat.
"wah... jika mereka menabrak rumah, bisa langsung roboh dong. hahaha..."
"bukan hanya rumah, manusia saja jika di tabrak dengan baju Sirah yang berat dan kecepatan yang tinggi, sekali terjun pasti sudah mati"
Bincang mereka lagi kemudian mematung tak berkutik ketika mengetahui jika manusia akan mati ketika ditabrak para prajurit yang tengah terjun ke medan perang.
Tak lama kemudian, sebuah petasan berbunyi dan meletus diatas langit meninggalkan percikan cahaya yang indah yang merupakan sinyal bagi para kesatria untuk turun tangan.
"ketua, sinyalnya sudah nampak!"
"seluruh pasukan SERANG...!!!"
Ucap seorang bawahan kepada ketuanya, lalu diperintah untuk langsung menyerang.
Yap, pasukan kesatria yang sudah bersembunyi dengan sangat sempurna kian muncul dan langsung menyerang dari belakang.
30.000 orang kesatria menyerang pasukan Raja Ming dari belakang membuat pasukan Raja Ming yang berada pada barisan yang paling belakang kini berbalik menyerang para kesatria yang sudah menyerang dengan ganas.
#Pasukan Raja Ming --->Barisan paling belakang
"bagiamana? hahaha... wanita ja**** itu pasti sedang kesulitan"
"benar yang mulia, rencana yang telah anda buat berjalan sangat lancar"
"ckck... penasehat ini sangat pandai memuji orang"
Ucap Raja Ming kemudian dipuji oleh penasehat Qi dan berakhir membatin tak senang dengan sanjungan penasehat Qi.
__ADS_1
"meskipun mereka menyerang dengan menukik dari atas langit, dengan 100.000.000.000 prajurit yang kupunya, semua prajurit si ja**** itu tak ada apa-apanya"
"tapi yang mulia, tidakkah anda merasa aneh dengan ketidak munculnya kaisar Yao"
"seharusnya kaisar Yao sudah berada dalam perang, tapi sejak tadi dia belum datang-datang juga"
Puas Raja Ming menyombongkan pasukannya kemudian Ming Xiu yang berada di samping belakangnya memberikan usul yang merasa ada sesuatu yang janggal.
"tentu saja si ja**** itu pasti ketakutan dan hanya bisa mengerahkan pasukannya untuk melarikan diri, hahaha..."
"benar kata yang mulia... yang mulia benar-benar luar biasa"
Ucap raja Ming menerka keadaan Yao Siyue kemudian disanjung oleh penasehat Qi.
"tetap saja ada yang janggal dengan semua ini"
"lebih baik aku maju ketengah pasukan untuk menghindari hal yang tak diinginkan"
"kalau begitu, izinkan ananda untuk ikut dalam peperangan ini ayahanda"
Batin Ming Xiu masih merasa ada yang janggal dan tak ingin ambil resiko dan maju ke tengah pasukan demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Tak berselang beberapa menit kemudian, sebuah ledakan yang menggema diatas langit yang meninggalkan percikan-percikan indah muncul dilangit membuat semua orang menatapnya.
"apa itu?"
"hamba rasa itu hanya mainan biasa yang mulia"
"benar mainan seperti itu tidak mungkin bisa memberikan efek apapun kepadaku"
Seiring ledakan itu terus menggema dan meninggalkan percikan-percikan cahaya yang indah para kesatria datang dari belakang mereka.
"apa...?!!"
"jadi ledakan itu hanya sebuah peralihan agar kita terkecoh. Dan pada saat kita tak fokus mereka akan menyerang dari belakang"
"sungguh licik"
Ucap Raja Ming tak percaya bahwa Yao Siyue benar-benar telah melakukan serangan dari belakang yang selama ini mengaku tak suka menyerang dari belakang.
"yang mulia, saya rasa mereka bukalah prajurit yang diutus oleh kaisar Yao"
"baju yang mereka pakai lebih menunjukkan bahwa mereka itu adalah para kesatria pengembara"
"dan lagi sifat yang menyerang tanpa ada yang memimpin merupakan sifat alami mereka"
Ucap penasehat Qi mengidentifikasi pasukan yang menyerang mereka dari belakang.
"apa..?! beraninya mereka ikut campur dalam urusanku dengan si ja**** itu"
"yang mulia saya rasa mereka sudah dibayar boleh kekaisaran untuk menyerang kita"
"oh... jadi begitu, licik juga si ja**** itu"
"tapi selicik apapun si ja**** itu, mereka hanya akan mengantarkan nyawa mereka jika berani ikut dalam perang yang sudah kurencanakan dengan matang selama 10 tahun ini"
Ucap Raja Ming marah dan ditenangkan oleh penasehat Qi dan kemudian beranjak dari kursinya dan menuju kearah para kesatria itu datang.
__ADS_1
"beraninya... berani-beraninya kalian... merusak rencana yang sudah kususun rapi selama 10 tahun"
Ujar Raja Ming geram dan memancarkan aura pembunuh dan sekeliling tubuhnya mengeluarkan aura biru kehitaman dan rambutnya yang kini terbang membuatnya tampak dalam mode marah besar.
Raja Ming kemudian mengeluarkan roh yuan-hunnya yang berupa singa langit biru.
"si.. singa langit biru... itu roh binatang singa langit biru!!!"
"singa langit biru? apaan tuh?"
Ucap Gaora yang merupakan ketua dari para kesatria yang menggigil ketakutan ketika melihat roh yuan-hun singa langit biru.
"heh!, bodoh singa langit biru itu binatang roh yang tinggal di pedalaman ngarai hujan petir"
Ucap Gaora memukul keras kepala bawahannya yang bernama Sou yang bodoh.
"hoh... ternyata kau cukup tau juga, kukira kesatria pengembara hanya tau mengembara saja"
Ucap Raja Ming memuji sekaligus menyinggung perasaan Gaora.
"tentu saja aku tau, karna aku sudah pernah mengalahkan 1 dari mereka"
"bos... kita juga ikut loh"
"biarkan saja dia menyombongkan dirinya hahaha..."
Ucap Gaora menyombongkan dirinya dihadapan Raja Ming dan para kesatria serta pasukan Raja Ming. Yang akhirnya digagalkan oleh teman seperjuangannya sendiri.
"hahaha..."
Tawa mereka semua yang merupakan satu kelompok dengan Gaora berjumlah 100 orang.
"kalian... aku ini ketua kalian, dasar... tidak bisa lihatkah kalau ketua kalian ingin bersikap keren"
"ketua sudah keren kok!, pufft"
"hahaha..."
Ucap Gaora yang merasa kesal kepada teman-teman seperjuangannya yang berujung mendapat hinaan dan tawaan dari mereka.
"sudah lama sekali kita menyatukan kekuatan seperti ini"
"kukira kita selamanya akan tinggal dirumah saja"
"benar hahaha... aku merasa senang karena bisa ikut andil dalam perang ini"
"jika seperti ini bahkan jika tidak dibayar aku akan tetap ikut hahaha..."
"hahaha...."
Bincang mereka sekelompok lalu merapat ke ketua mereka dengan akhiran tawa yang girang bersama.
"sialan... mereka benar-benar mengabaikan ku"
Batin Raja Ming yang merasa tersinggung dan kesal karna diabaikan oleh musuhnya, seakan-akan dianggap enteng oleh mereka.
...Bersambung:)...
__ADS_1