
"kenapa? ada masalah?"
"aku capek sampai kesusahan untuk bergerak"
Tanya Dareen yang penasaran tapi capeknya membuat rasa penasarannya berkurang apalagi ia hanya menganggap Qiu Ming sebagai bocah.
Dengan papahan Qiu Ming, Dareen berhasil sampai ke ruangan yang terdapat bak mandi yang terbuat dari kayu berisi air hangat dengan aroma dan kelopak mawar didalamnya.
"haah... berendam di air hangat memang yang terbaik"
"apalagi setelah bekerja keras selama ini"
"tapi itu semua tak masalah sih, yang penting hasilnya, hahaha"
Desah Dareen yang masuk kedalam bak mandi dibantu dengan Qiu Ming dan bersyukur setelah semua yang ia dapatkan.
Qiu Ming hanya diam dengan wajah yang memerah merona seraya membasuh rambut dareen di pinggiran bak mandi.
"bagaiman kabar kakakmu?"
"eh... itu Ming Xiu baik-baik saja"
"maksudku, bagaimana reaksinya setelah melihatmu?"
Tanya Dareen menanyakan tentang Ming Xiu kepada Qiu Ming tapi malah dijawab dengan asalan kemudian ditanya lagi lebih jelas oleh Dareen yang kemudian di tanggapi dengan pandangan sedihnya ketika mengingat kejadian tadi pagi.
"jangan memaksakan dirimu hanya untuk hal seperti itu"
"yang perlu kau lakukan hanya ikuti kata hatimu"
"jangan terlalu terpaku degan diriku hingga menentang kata hati mu"
"setiap orang berhak untuk bahagia, jadi hiduplah dengan bangga dan selalu ikuti kata hatimu, jangan karena diriku kau jadi tidak bisa menemukan kebahagiaanmu sendiri"
Ucap Dareen berbalik dan menatap wajah Qiu Ming yang tertunduk dan mengusap-usap kepalanya hingga Qiu Ming pun meneteskan air matanya.
"meski begitu kau harus tetap melakukan semua yang kuperintahkan dan meminta pendapat ku jika kau ingin melakukan sesuatu"
"i.. iya, saya pasti akan selalu berada di sisi anda"
"kebahagian terbesar bagiku adalah bertemu dengan anda yang bersedia membawaku dan membiarkan aku tetap disisimu"
"kau tidak harus selalu disisiku, karna akan ada waktu dimana aku akan pergi"
"yang harus kau lakukan hanya menjalani hidup dengan baik dan menemukan kebahagiaan"
Ucap Dareen menenangkan Qiu Ming dan dibalas dengan terisak-isak menunduk tak ingin memperlihatkan wajahnya yang berantakan kepada Dareen.
"apa maksud anda mengatakan 'ada waktu bagiku untuk pergi'?"
"apakah anda ingin bilang bahwa anda akan meninggalkan ku"
"tapi kemana?"
"aku... apa yang harus kulakukan nanti ketika tuan pergi?"
"sudahlah berhenti menangis"
"bawakan handuk untukku"
__ADS_1
"perutku sudah lapar karena tidak makan dari kemarin"
Batin Qiu Ming bertanya-tanya dan penasaran atas ucapan Dareen yang menyatakan bahwa dirinya akan pergi suatu saat kemudian dirinya kembali rileks ketika Dareen mengatakan bahwa ia merasa lapar.
Qiu Ming pergi dan datang kembali dengan handuk yang cukup untuk menutupi bagian bawah Dareen.
Dareen kemudian mengetuk tombol memakai baju dan seketika baju yang indah berwarna biru dengan motif bunga berwarna emas sudah terpakai dengan rapi dan sempurna.
[Ding]
[menukar 435.000 poin karma dengan hanfu bermotif bunga mawar]
"makin lama, system malah makin mahal aja deh"
"mentang-mentang poin karma udah banyak malah minta banyak juga"
"yah ini tak seberapa sih, masih mending daripada tidak ada sama sekali"
Batin Dareen mengeluh atas membesarnya biaya untuk membeli di mall system.
"tuan... saya sudah menyiapkan makanan untuk anda?"
"benarkah?, aku tidak tahu kalau kau bisa masak"
"iyah, ini baru pertama kali saya memasak sesuatu jadi ada juga yang gosong"
Panggil Qiu Ming dengan panggilan tuan kepada Dareen mengajaknya untuk ke lantai satu dimana ruangan yang penuh dengan buku meski ada juga ruang untuk mereka berdua makan.
"hahaha... kau pasti sudah berusaha untuk membuat ini yah?"
"hampir semuanya gosong, kau bilang sedikit saja"
Makanan itu sudah tidak bisa dimakan, maka dari itu Dareen berniat untuk memasak menggantikan makanan yang gosong itu.
"mau bagaimana lagi, saya.. baru kali ini saya memasak hidangan untuk orang lain"
"selama di penjara, prajurit pasti membawakan makanan meski hanya roti yang keras dengan air yang kotor"
"makanya masakanku jadi begini, ini baru pertama kali aku lakukan semasa hidup ku"
"tidak apa apa, memasak memang perlu mengasah dan berlatih terus menerus hingga bisa, tidak ada orang yang bisa memasak dengan instan dengan hanya sekali coba"
"dagingnya masih ada kan?"
"iya saya memburu lebih banyak untuk disimpan selama beberapa hari"
"bawakan aku beberapa potong daging ayam liar berjenggot juga kelinci batu yang sudah kamu tangkap"
"aku akan memasak bubur ayam dan sup semur kelinci"
Bincang mereka yang harmonis meski Qiu Ming merasa malu dan kecewa bahwa masakannya tidak sesuai harapan dareen dan membuat tuannya memasak dengan terpaksa.
"sudah tidak perlu merasa sedih, sini lihat aku memasak, akan kulihatkan betapa hebatnya aku memasak hahaha..."
"baik!!"
Ucap Dareen mengelus kepalanya yang terlihat sedih kemudian Dareen tertawa bangga atas kebolehannya dalam memasak dan dibalas anggukan oleh Qiu Ming.
Dareen pun mengeluarkan peralatan dapur lengkap dari dalam kotak penyimpanan yang sudah ia simpan selama ini setelah menggunakannya sekali di tepi sungai.
__ADS_1
Ia memotong-motong daging yang sudah dibawa oleh Qiu Ming lalu memasak nasi di rice cooker, sambil menyalakan rice cooker Dareen memasukkan potongan daging ayam liar berjenggot beserta dengan bumbu-bumbu lainnya kedalam rice cooker.
Dengan dibantu oleh Qiu Ming proses pembuatan semur daging kelinci batu yang sudah dipotong kecil-kecil dicampur dengan beberapa daun yang aromanya kuat serta jamur yang bisa dimasak semakin cepat.
Dan setelah 30 menit berlalu, masakan pun siap di hidangkan. Setelah dihidangkan embun embun asap yang wangi menyebar di ruangan itu membuat air liur mereka hampir jatuh.
Mereka pun makan dengan lahap dengan bincangan dan candaan yang membuat mereka tertawa pelan.
Setelah selesai makan mereka beranjak dari tempat makan lalu naik kelantai 3 tepat diruangan Ming Xiu.
Dareen masuk duluan diikuti dengan Qiu Ming yang membawa Bubur ayam dan sup semur daging kelinci yang sudah disiapkan untuknya.
Betapa terkejutnya mereka melihat keadaan Ming Xiu yang terkapar, tangan kirinya sudah bersimbah darah akibat luka irisan, lehernya juga demikian teriris dan mengalirkan banyak darah, di lengan kanannya terdapat sebuah pedang pendek, air mata di pipinya sangat jelas terlihat ia sangat sedih.
"ka.. kakak..."
"kakak Xiu apa yang kau lakukan?"
"kenapa kakak bunuh diri?"
"kakak tidak seharusnya melakukan ini"
"huhuhu... huaa..."
Panggil Qiu Ming menggoncangkan tubuh Ming Xiu dengan sangat sedih dan air matanya juga mengalir di pipinya membasahi baju yang ia kenakan.
Bajunya juga kian memerah terkena darah Ming Xiu.
"tuan... tuan... kumohon, lakukan sesuatu"
"tolong selamatkan kakakku"
"aku tidak ingin kakak mati"
"hanya dia satu-satunya keluargaku yang tersisa"
"kumohon... aku mohon kepadamu tuan"
"tolong selamatkan kakak Xiu"
Ucapnya meminta tolong dan memohon kepada Dareen agar menyelamatkan Ming Xiu, hal itu membuat Dareen tak tega dan mau tidak mau ia harus menyelamatkan Ming Xiu.
"hah... bocah ini, kenapa sih?, merepotkan saja, kalau mau bunuh diri jangan di tempatku"
"kau yakin ingin menyelamatkannya?"
Desah Dareen tak kuasa melihat kejadian bunuh diri di tempat tinggal barunya dan menanyakan pendapat Qiu Ming.
"iya... tolong sembuhkan kakak, hiks..."
"yah... bagaimana pun aku masih ada janji yang belum kusampaikan kepadanya"
"setelah ini kuharap kau menjaganya, karena aku tak mau mendapat masalah lagi"
"suruh dia untuk tidak ikut campur urusan orang lagi dan kalau perlu ikat dia agar tidak membuat kejahatan lagi"
Ucap Qiu Ming memohon dan menangis merangkak dan bersujud didepan Dareen, dan dengan helaan Dareen pun bersedia menyembuhkan dan menyelamatkan Ming Xiu meski dengan beberapa syarat.
Dan...
__ADS_1
...Bersambung:)...