Thrown Into Another World:Trapped In A Mysterious Maze

Thrown Into Another World:Trapped In A Mysterious Maze
Ch. 62 Suku rambut warna warni


__ADS_3

Di sebuah tempat makan dan minum teh, tepat pada lantai dua yang ada terasnya, seorang pria gagah sedang duduk dan menyeruput teh memandangi orang-orang yang berlalu-lalang.


Ditengah kerumunan orang yang berlalu-lalang ia tidak sengaja melihat seorang wanita cantik meski tertutupi dengan cadar.


Pria itu sontak menatap wanita itu dengan berseri-seri, saat itu iapun sadar bahwa ia sedang jatuh cinta pada pandangan pertama.


Tapi dengan kesombongannya dan keangkuhannya yang berlebihan membuatnya menahan rasa cinta yang menggetarkan hatinya.


Meski begitu ia tetap memandangi wanita itu sambil menyeruput secangkir teh yang dituangkan oleh seorang pelayan wanita dengan baju yang cukup terbuka.


Ia memandangi wanita cantik itu yang berjalan dengan anggun dan berhenti disebuah toko yang menjual perhiasan dan membeli sebuah kalung dengan tersenyum.


Melihat senyuman manis dari wanita itu ia semakin goyah dan merasa terpanah melihat wanita itu tersenyum cerah meski ditutupi oleh cadar tipis.


Pria itu sontak berdiri dan berjalan dengan cepat menuju tangga dan berniat untuk turun dan menghampiri wanita yang ia lihat tadi.


Karena terhambat oleh banyak orang yang berlalu-lalang iapun sampai ke toko perhiasan tapi wanita yang ia lihat tadi sudah tidak ada disana.


"apa ada yang bisa saya bantu tuan?"


"anda ingin membeli kalung, cincin atau gelang'


Tanya seorang wanita paruh baya yang merupakan pemilik toko itu dan menawarkan jualannya kepada pria gagah itu.


"hei kau, dimana wanita cantik itu?"


Tanya pria itu tanpa meminta maaf dan mengabaikan sang pemilik toko dan berjalan kearah penjual kalung yang ada disebelahnya.


"wanita yang mana tuan?"


"wanita cantik yang memakai cadar"


"dan membeli kalung berwarna biru juga sepasang kalung kembar"


Tanya bibi pemilik toko kalung itu tidak tahu wanita mana yang disebutkan pria tampan yang kini berada di tokonya.


"oh... nona yang baik itu?"


"kalau anda mencarinya, maaf... nona itu sudah pergi"


Ucap pemilik toko kalung itu mengingat ciri-ciri yang dimaksud oleh pria tampan itu lalu meminta maaf karena wanita yang dimaksud pria itu sudah pergi.


"wanita itu pergi kearah mana?"


"sana tuan?"


"sebaiknya anda mengejarnya karena nona itu jalannya sangat cepat"


Tanya pria tampan itu lalu di tunjukkan arah perginya wanita yang dimaksud olehnya lalu disarankan untuk mengejarnya karena kemungkinan wanita yang dimaksud sudah jauh.


Tanpa berterimakasih atau apapun, ia segera memanggil bawahannya dan menyuruh agar bawahannya itu untuk mengikuti wanita itu dan memberitahukannya apa saja yang dilakukan wanita itu.


Si pria tampan itupun beranjak pergi dari toko itu dan menuju kembali ke tempatnya tadi duduk dan menikmati teh dengan kue bulan.


Sambil menunggu bawahannya untuk melaporkan kepadanya apa saja yang dilihatnya.


Setelah menunggu selama 57 menit bawahannya itupun berada disampingnya entah bagaimana ia muncul dan hilang begitu saja.

__ADS_1


"bagaimana?"


Tanyanya kepada sang bawahan yang sudah ia suruh tadi untuk mengintai wanita yang membuat hatinya bergetar.


"maaf tuan saya kehilangan jejak wanita itu"


"apa..!?!"


Bungkuk sang bawahan meminta maaf kepada pria yang merupakan majikannya yang sontak memukul meja keras hingga semua orang beralih memandangi mereka.


Setelah melihat sosok yang membuat mereka terkejut mereka langsung beralih karena tahu sosok yang membuat ribut adalah seorang ***** yang banyak ditakuti orang.


"ma..af tuan, saya kehilangan jejak karena... bla bla bla bla bla..."


Ucap sang bawahan meminta maaf dan menjelaskan kepada tuannya apa yang terjadi sebenarnya dari awal ia mengikuti wanita itu sampai akhirnya ia menghilang.


sfx:sruuup...


"ternyata wanita itu tidak selembut yang terlihat"


"menarik!!"


"aku akan mendapatkan ku wanitaku"


Ucap pria tampan itu sambil menyeruput teh yang dituangkan oleh bawahannya sambil menyeringai dan semakin tertarik kepada wanita yang memikat hatinya.


#di menara 9 tingkat --->lantai pertama --->perpustakaan.


"jadi, apa yang membuat kalian mengikutiku?"


Tanya Dareen kepada sosok mungil nan imut yang kini ikut bersamanya masuk ke dalam menara 9 tingkat.


"kau membawa kami kemana?"


"kakak... Yu takut"


Gelisah mereka kemudian berhimpitan karena merasa tidak nyaman dengan tempat yang baru saja mereka masuki.


"tenanglah, aku hanya membawa kalian ketempat rahasiaku"


"tempat ini sangat aman dan hanya aku yang tahu dan hanya aku yang bisa membawa kalian masuk ke sini"


Ucap Dareen memenangkan mereka dengan menjelaskan perlahan agar mereka merasa nyaman.


"sudahlah, cepat jelaskan kepadaku siapa kalian?"


Ucap Dareen to the poin langsung menanyakan apa alasan mereka berempat yang mengikuti Dareen sembunyi-sembunyi.


"emm... kita mulai dari mana yah?"


"mulai dari nama kalian aja dulu"


Pikir si nomor satu yang bingung mau memulai dari mana lalu Dareen pun mengusulkan untuk memberitahukan nama mereka dulu.


"namaku Jiancheng"


"Yaoshan saudara ke tiga kami"

__ADS_1


"Shilin Yuwen saudara ke empat"


"Shilin Yu saudara ke lima"


Ucap Jiancheng memberitahukan namanya juga adik-adiknya kepada Dareen.


"loh, kalian 5 bersaudara?"


"trus kakak kalian dimana?"


Tanya Dareen karena menyadari bahwa mereka menyebut saudara ke 5 tapi mereka hanya ada 4 yang membuat mereka berempat menundukkan kepala.


"Chyou adalah kakak pertama kami, dia ditangkap oleh oleh pemburu dan akan dilelang di sini 2 hari lagi?"


Jiancheng menjelaskan kondisi kakaknya yang kini sedang di tawan dan akan di lelang 2 hati kemudian.


"hah..!"


"sebenarnya apa yang terjadi?"


Dareen terkejut ketika mengetahui bahwa salah satu dari mereka ditangkap dan semakin penasaran sebenarnya mereka ini apa?.


"sebenarnya kami ini bukan manusia, melainkan keturunan dari suku rambut warna warni"


"suku kami adalah salah satu suku manusia kuno yang sudah hidup semasa dunia ini tercipta dan sebelum manusia pertama yang turun dari langit"


"suku kami terkenal akan keindahan rambut yang berwarna cerah, namun sebenarnya rambut kami berwarna cerah karena jumlah kehidupan kami tergantung secerah apa warna rambut kami"


"awalnya suku kami hanya bisa hidup selama tidak lebih dari 25 tahun saja, setelah munculnya sesosok pria yang turun dari langit dan menabrak tanah hingga menjadi kubah"


"legendanya, pria itu merupakan seorang peri kehidupan, pria itu mengeluarkan pohon dari tangannya dan memberikan kami umur yang panjang"


"setelah beberapa ribu tahun bersama kami, pria itu masih hidup dan masih tampak sama seperti pertama kali ia datang dan masih setia membagikan umur kepada suku kami"


"kehidupan damai kami selama beberapa ribu tahun terganggu akibat semakin banyak orang yang turun dari langit"


"orang-orang yang turun dari langit itu semuanya adalah orang-orang yang kuat, sama kuat dengan pria yang ada dalam cerita dongeng di suku kami"


"orang-orang yang turun dari langit itu membentuk suku mereka sendiri, bahkan ada yang berperang melawan suku lain untuk mendapatkan kekuasaan"


"untungnya pria yang ada di suku kami juga cukup kuat hingga tak ada yang berani melawan suku kami"


"hingga suatu hari muncullah seseorang yang jatuh dari langit"


"ternyata yang jatuh bukanlah seorang manusia melainkan iblis, iblis itu menargetkan suku kami, karena merasa suku kamilah yang paling kuat"


"awalnya suku kami berhasil menahan kekuatan iblis itu, tapi iblis itu bukannya menyerah malah beraliansi dengan suku-suku lainnya"


"pada akhirnya suku kami terancam punah akibat suku-suku yang beraliansi dengan iblis itu"


"akibatnya semua suku yang ada dihari itu berperang melawan suku rambut warna warni"


"tapi karena kekuatan suku rambut warna warni yang amat kuat dengan bantuan pria yang bisa mengeluarkan api, air, es, tanah, angin, dan petir juga menurunkan beberapa elemen kepada orang-orang suku rambut warna warni"


"pada akhirnya iblis itu berhasil dilenyapkan oleh pria yang ada di suku kami, bersama dengan suku-suku lainnya"


"tapi akibat pertarungan itu pria yang ada di suku kami mengorbankan nyawa nya demi melindungi suku rambut warna warni"

__ADS_1


...Bersambung:)...


__ADS_2