Thrown Into Another World:Trapped In A Mysterious Maze

Thrown Into Another World:Trapped In A Mysterious Maze
Ch. 35 Kasus pembunuh berantai part 4 {sudah revisi}


__ADS_3

"hei... apa kereta kuda bisa keluar masuk ibukota secara bebas?"


Tanya Dareen seraya menunjuk kearah gerbang dimana ada satu kereta kuda yang dibiarkan untuk keluar dengan alasan mengantar seorang keluarga kaya dan dibiarkan untuk keluar.


Padahal sudah ada perintah untuk menyuruh semua penjaga gerbang untuk tidak membuka gerbang sementara waktu.


"tentu saja..."


"karena kereta kuda merupakan satu-satunya at transportasi umum meski ada juga yang bersifat pribadi"


"kereta kuda yang biasa lewat adalah kereta kuda yang membawa seorang pelanggan untuk bepergian ke kota sebelah"


"atau kereta kuda yang membawa seorang bangsawan"


"bisa juga kereta kuda membawa surat penting atau barang barang dari negara-negara kecil"


"makanya kereta kuda dibiarkan bebas melewati gerbang masuk dan tidak pernah di hadang agar tidak menimbulkan masalah berkelanjutan.


Jawab Yao Siyue dengan santai tak ada curiga sama sekali.


"justru itulah masalahnya"


"astaga"


Ujar Dareen memukul pelan dahinya karna ketidakwaspadaan seorang Kaisar pada kekaisarannya sendiri.


"cepat suruh anak buahmu untuk tidak membiarkan pintu gerbang dan membuat laporan pada setiap kereta kuda yang lewat"


"jangan bengong saja, cepat lakukan apa yang kubilang!"


"sebelum pelakunya melarikan diri"


Titah Dareen kepada Yao Siyue yang masih belum bisa menangkap apa yang dimaksud Dareen.


Setelah beberapa saat kemudian Yao Siyue akhirnya paham apa yang dikatakan Dareen kemudian memanggil komandan Wei.


"komandan Wei suruh bawahanmu untuk mengirimkan surat perintah kepada komandan pasukan mawar merah dan mawar merah untuk mengamankan kereta kuda yang akan melewati gerbang serta pasukan bayangan untuk memberikan laporan pada setiap kereta kuda yang lewat"


Perintah Yao Siyue kepada komandan Wei dan merekapun segera berangkat dan menyampaikan pesan ke tempat komandan pasukan mawar merah dan mawar putih serta pasukan bayangan.


"hah... sekarang situasinya tambah parah"


"sekarang jika dipikir pikir bagiamana bisa hanya ada seorang pelaku yang terlibat dalam kasus ini"


"jika itu seorang rakyat maka akan sulit baginya untuk meneror warga"


"maka mungkin ada orang dibalik layar yang memberikan dukungan kepada pelaku ini"


"tapi siapa orang di balik semua ini?"


"seseorang yang memiliki pengaruh besar"


"tidak!"


"pasti orang itu adalah seseorang yang tidak memiliki pengaruh besar"


"melainkan orang ini hanya sebatas memiliki pengaruh kecil dalam masyarakat"


"atau mungkin orang ini seorang adalah seorang yang keluarganya sudah diturunkan dari pangkatnya"

__ADS_1


"atau mungkin orang ini merupakan sekutu orang kerajaan yang menuntut balas dendam lalu diutus untuk mengacak-acak kekaisaran ini"


"jika orang itu memang seorang utusan maka seharusnya mereka takut"


"karna di kekaisaran Yao hanya perempuan yang bisa mengeluarkan Yuan-hun nya karna suatu pembatas bagi seorang laki-laki"


"hingga laki-laki yang ada di kekaisaran Yao tidak ada yang bisa melawan, makanya mereka mengutus seorang untuk meneror ibukota"


"dan saat semua orang sedang sibuk melakukan pencarian terhadap pelaku pembunuhan"


"maka saat itulah mata-mata dari kerajaan akan masuk ke istana dan merusak pembatas yang membuat para laki-laki tidak bisa mengeluarkan Yuan-hun nya"


"jika memang seperti itu maka...."


"oh tidak"


Gumam Dareen membuat banyak kesimpulan tentang pelaku pembunuhan itu dan berakhir kepada tujuan yang lebih tinggi.


"dimana letak penghalang itu?"


Tanya Dareen ke Yao Siyue memegang kedua pundak nya dan menggoncang tubuhnya.


"penghalang apa?"


"penghalang yang membuat semua laki-laki tidak bisa mengeluarkan Yuan-hun mereka"


Tanya balik Yao Siyue karena tak mengerti apa yang ditanyakan Dareen.


"oh batu kristal pembatas?"


"iya, pokoknya dimana letaknya?"


"cepatlah, sebelum semuanya berakhir"


"berakhir? apanya yang berakhir?"


Teriak Dareen dengan khawatir tapi di balas dengan pertanyaan yang polos dari Yao Siyue.


"aku akan menjelaskannya sebentar, cepat katakan dimana batu kristal apalah itu pokoknya katakan dimana?"


"batu kristal pembatas itu ada padaku tepatnya di cincinku"


Tanya Dareen tergesa-gesa khawatir dan akhirnya dijawab juga oleh Yao Siyue.


"..."


Dareen tak bisa berkata-kata dan tak percaya bahwa penghalang yang membuat semua laki-laki tidak bisa mengeluarkan Yuan-hun mereka ada pada cincin kaisar mereka.


"huff... syukurlah..."


"memangnya ada apa sih?"


"setelah kau bergumam langsung berteriak kearah ku"


Tenang Dareen syukur bahwa penghalang yang membuat semua laki-laki tidak bisa mengeluarkan Yuan-hun mereka ada pada Yao Siyue kemudian disuguhi pertanyaan oleh Yao Siyue.


"oh... maafkan aku karna tidak sopan tadi"


"tidak apa-apa, aku tahu kau pasti khawatir"

__ADS_1


Ucap Dareen meminta maaf dan di maafkan oleh Yao Siyue.


"aku ada pertanyaan, kalau yang ada di cincinmu itu adalah batu kristal pembatas maka yang ada di menara pembatas itu apa?"


"oh itu... itu adalah adalah salinan dari batu kristal pembatas"


"karna bentuknya lebih besar makanya di simpan di dalam menara"


"dan yang menamai nya menara pembatas itu para pelayan yang sering kesana untuk melakukan terobosan"


"batu itu mengeluarkan aura yang kental makanya menara itu disebut menara pembatas"


Tanya Dareen yang dijawab oleh Yao Siyue tentang menara pembatas yang awal mulanya hanyalah batu besar dengan banyak aura yang diserap dari luar lalu mengeluarkan aura yang kental hingga membuat pembatas sederhana pada sekitar menara itu.


"sudahkan, sekarang jelaskan kenapa kamu menanyakan batu kristal pembatas?"


Tanya Yao Siyue dengan penuh selidik karna merasa ada sesuatu yang harus diwaspadai pada Dareen.


"yang ingin aku katakan adalah kasus ini tidak sesederhana itu"


"melainkan kasus ini sudah masuk ke tahap perang atau mungkin juga pemberontakan"


"pembunuh ini bukanlah satu-satunya orang yang terlibat melainkan banyak orang yang terlibat"


"mereka membuat rencana yang sangat matang tapi sayangnya mereka membuat celah yang besar pada rencananya"


"mereka seperti membunuh lalu meninggalkan petunjuk lalu menutup jejak dan memberi petunjuk lagi"


"seolah-olah mereka sedang bermain-main dengan kita"


"pada akhirnya mereka bersekongkol dengan sekelompok laki-laki yang ada kekaisaran untuk melakukan pemberontakan"


"tapi sebelum itu mereka harus menghancurkan penghalang yang membuat mereka kehilangan kekuatan mereka"


"dan pada saat penghalang itu menghilang..."


Jawab Dareen menerangkan kepada Yao Siyue dengan jelas dan terperinci.


"pada saat itu mereka dengan bebas bisa memanggil bantuan dari kerajaan-kerajaan diluar Kekaisaran untuk ikut andil dalam pemberontakan ini"


"oh tidak... aku sudah mengerahkan 4 komandan ke setiap pintu gerbang"


"aku harus memanggil mereka kembali"


Ucap Yao Siyue melanjutkan perkataan Dareen lalu tersadar akan kelanjutan peristiwa ini.


"tidak kau tidak usah memanggil mereka kembali, cukup kirimkan surat kepada mereka untuk terus melakukan pekerjaan mereka tapi dengan diam diam mengintai sekitaran mereka"


"agar pihak musuh tidak curiga kepada kita"


"dan kita hanya perlu untuk terus masuk kedalam perangkap mereka dengan rencana"


Usul Dareen kepada Yao Siyue untuk tidak mengambil langkah yang membuat musuh lebih memperhatikannya.


"tapi apa rencananya?"


Tanya Yao Siyue yang ingin tahu apa rencana yang akan mereka lakukan.


...Bersambung:)...

__ADS_1


__ADS_2