
Di bawah tekanan dari kelelawar bercakar, Dareen berpikir keras bagaimana cara yang harus ia lakukan agar bisa melawan kelelawar bercakar itu.
Kelelawar itu terus saja menyerang secara membabi-buta dan tanpa ada pola atau tekniknya.
Kecepatannya sangat cepat hingga hanya bisa melihat bayangan hitam dengan pancaran merah dari matanya.
"tidak tidak.. seharusnya kelelawar juga punya kelemahan kan?"
Ucapnya berdiskusi dengan dirinya sendiri dan menggeleng-gelengkan kepalanya.
"kelelawar!"
Ucapnya kemudian mendapatkan ide dan matanya berbinar.
"kalo dipikir-pikir lagi kelelawar pada umumnya takut dengan cahaya kan?"
Ucap Dareen sadar bahwa kelelawar tinggal di dalam gua karna takut dengan matahari, apalagi jika ia memikirkan tentang vampir.
Memikirkan tentang vampir yang muncul dibenaknya adalah menghisap darah, dan ketika ia memikirkan dirinya yang menyerap darah untuk menjadi kuat, ia menjadi penasaran dengan dirinya apabila iya menyerap darah kelelawar bercakar itu maka apakah ia akan menjadi vampir.
Menjadi seorang vampir manusia yang menggunakan darah sebagai minuman, sungguh impian para lelaki.
"system tunjukkan benda yang mengandung cahaya"
[dimengerti]
[menunjukkan beberapa benda yang mengandung unsur cahaya]
Sebuah layar virtual dengan kotak kotak yang penuh dengan senter, bom cahaya, juga pemancar sinar muncul dihadapannya.
"ini saja!"
Ucap Dareen memilih sebuah senter dengan ukuran sebesar kelelawar bercakar itu.
[Ding]
[senter dengan laser telah dibeli -540 poin karma]
Bersamaan dengan itu pelindung aura nya retak dan tertembus, dengan segera Dareen menggunakan senternya kearah kelelawar itu.
[Ding]
[pelindung aura rusak]
[skill pelindung aura untuk sementara tak bisa digunakan]
[skill pelindung aura akan pulih 12 menit kemudian]
Kelelawar itu kemudian berteriak kesakitan dengan matanya tertutup karna tidak tahan dengan cahaya senter Dareen, dan tampak ia bergerak tak karuan kesana kemari dengan pelan.
"bagus... tak sia-sia 540 poinku"
Ucap Dareen karna berhasil menemukan kelemahan kelelawar bercakar itu dan kemudian mengeluarkan roh penjaga sebelah kanannya.
Sebuah tombak berwarna oranye kemerahan dengan ukiran naga yang dililit sebuah ular berwarna hijau kebiruan muncul ditangan kanannya.
Dengan cepat Dareen menebas tubuh kelelawar bercakar itu menjadi dua.
[Ding]
__ADS_1
[anda membunuh kelelawar bercakar +1.000 exp]
Dengan suara kikikan kelelawar bercakar itu menghilang dengan perlahan kemudian menyisakan sebuah kristal kecil berwarna merah berkilau dan sebuah genangan darah.
"untuk sementara masukkan saja dulu ke kotak penyimpanan"
Ucap Dareen memasukkan kristal serta darah yang keluar setelah kelelawar bercakar itu menghilang.
[Ding]
[segerombolan kelelawar bercakar mendekat kearah anda]
Segerombolan kelelawar bercakar kemudian datang dari arah ujung lorong dengan cepat. Dareen dengan sigap menggunakan skill bersembunyi dan kamuflase.
[memakai skill kombinasi bersembunyi dan kamuflase]
[skill berhasil di kombinasikan]
[skill menyatu dengan alam berhasil didapatkan]
[skill menyatu dengan alam memungkinkan pengguna untuk menyatu dengan alam tanpa ada yang mengetahui baik keberadaan, nafas, gerakan sekecil apapun tak kan terlihat kecuali jika itu adalah seorang yang berada pada tingkatan petarung jiwa tingkat raja keatas]
Begitulah akhirnya Dareen menyatu dengan dinding lorong yang berada di sampingnya, tanpa adanya pergerakan kelelawar itu tidak bisa menemukan kehadiran Dareen.
Dareen kemudian membeli sebuah bom cahaya, kacamata hitam, mesin suara nyaring dan penutup telinga serta terasi.
[membeli 10 bom cahaya -2.500 poin karma]
[membeli kacamata hitam legam -20 poin karma]
[membeli mesin pembuat suara nyaring -340 poin karma]
[membeli 2 terasi ukuran sebesar kasur -1.000 poin karma]
Pertama Dareen melemparkan 2 bom cahaya ke arah ia datang tadi dan 2 bom ke arah ujung lorong agar kelelawar tidak akan berlari kerah pojok ataupun keluar dari lorong tersebut.
Cahaya dari bom cahaya membuat mata sekelompok kelelawar bercakar itu kesakitan termasuk Dareen untung saja ia membeli kacamata hitam dan menggunakannya.
Kemudian melemparkan 1 terasi seukuran kasur ke tengah lorong tersebut. Bau terasi yang menyengat membuat kelelawar bercakar itu Ling-lung dan berputar putar ingin mencari jalan keluar.
Sebelum mereka bisa keluar dari dalam lorong tersebut Dareen mengeluarkan mesin pembuat suara nyaring serta memakai penutup telinga.
Dareen terkejut karna suara yang keluar dari mesin pembuat suara nyaring itu mengeluarkan suara yang sangat amat nyaring, bahkan dengan penutup telinga suara nyaring itu tetap terdengar.
"nyaring banget"
Ucap Dareen menahan suara nyaring dengan kedua tangannya menutup telinga.
Dan benar saja kelelawar kelelawar bercakar itu mulai bekikik-kikik dan mulai berjatuhan satu persatu dari atas langit-langit lorong.
[Ding]
[anda membunuh 60.000 kelelawar serta 1 raja kelelawar bercakar +610.010.000 exp]
Dengan segera Dareen menghentikan mesin pembuat suara nyaring itu karna sudah tidak tahan dengan suaranya yang nyaring.
Dareen kemudian memasukkan kembali terasi, mesin pembuat suara nyaring serta semua kristal berwarna merah berkilau dan beberapa genangan darah yang ada di lorong itu.
"jir... mati semua"
__ADS_1
Ucap Dareen tak percaya bahwa 1 mesin pembuat suara nyaring bisa menjatuhkan semua kelelawar bercakar itu.
"kalo gini seharusnya belu mesin pembuat suara nyaring itu aja daripada beli hal-hal tidak berguna"
Ucapnya menyesal karena telah menghamburkan poin karma nya untuk sesuatu yang tidak berguna.
★
★
★
─\=≡Σ(╯°□°)╯︵┻┻
★
★
★
Dareen kemudian berkeliling mengumpulkan semua kristal kecil berwarna merah berkilau serta genangan darah yang berserakan.
Tak sekali ia menemukan jebakan tapi ia tetap menghindarinya dengan mudah.
Setelah mengumpulkan semua kristal kecil berwarna merah berkilau serta genangan darah dari setiap kelelawar bercakar ia kemudian bergegas ke arah ruangan boss nya.
Sesampainya ia di ruangan boss itu ia mendapati sebuah kristal berukuran sedikit lebih besar daripada kelelawar lainnya berwarna merah darah dan tak berkilau, serta seember darah.
Selain itu ia juga melihat ada sebuah peti hadiah serta portal untuk menuju ke lantai ke 3.
Dareen memasukkan kristal serta darah raja kelelawar bercakar ke dalam kotak penyimpanan. Lalu membuka peti hadiah.
Sebuah buku berjudul 'gerakan langkah kecepatan' yang berputar-putar dan melayang-layang di dalam peti itu.
Dareen ingin mempraktikkan gerak langkah kecepatan itu tapi ada hal yang harus ia lakukan.
"menggunakan 60.001 darah kelelawar bercakar untuk menambah kecepatan"
Melihat bahwa serigala rakus itu unggul dalam pertahanan dan kemudian setelah menyerap darahnya iya jadi mendapatkan tubuh beladiri.
Jadi ia berpikir kalau serigala rakus itu memberinya tubuh beladiri, maka seharusnya kelelawar bercakar itu akan memberinya kecepatan yang unggul dari kelelawar bercakar itu.
"system gunakan skill penyerapan darah!"
Ucapnya kepada system dan mengeluarkan semua darah yang ia kumpulkan dari membunuh kelelawar bercakar.
[dimengerti]
[menggunakan skill penyerapan darah]
Seketika itu darah yang tadinya ada didalam kotak penyimpanan keluar semua dan membentuk sebuah gumpalan bola raksasa.
Gumpalan darah itu kemudian meneteskan setetes demi setetes darah kearah dada sebelah kirinya lalu membuat lubang untuk darah itu masuk.
Dareen merasakan darah itu membuat lubang lalu menembus dagingnya serta tulangnya dan menuju ke jantungnya.
Darah itu kemudian melebur bersama dengan darahnya. Gumpalan darah itu melebur dengan darah Dareen secara berkala hingga 5 jam berlalu.
...Bersambung:)...
__ADS_1