Thrown Into Another World:Trapped In A Mysterious Maze

Thrown Into Another World:Trapped In A Mysterious Maze
Ch. 05 Bersembunyi dibalik pohon {sudah revisi}


__ADS_3

Dalam keadaan tak sadarkan diri, wanita yang tadinya terjatuh dari tebing dan dibawa oleh arus sungai yang deras itu kemudian mencium aroma makanan yang lezat.


Tidak lama kemudian, wanita itu membuka matanya dengan perlahan. Dareen yang menyadari hal itu, hendak membantunya untuk menyandarkan tubuhnya ke pohon.


"oh... kau sudah sadar"


Dareen ingin memapahnya untuk bersandar tapi tangannya di tepis secara kasar, lalu wanita itu mundur kebelakang dengan ketakutan.


"tidak baik untuk bertindak kasar kepada penyelamatmu kau tau?"


Dareen hanya bisa mundur lalu mengelus-elus punggung tangan yang di tepis wanita cantik itu.


"ma.. maaf"


Wanita cantik itu kemudian melihati tubuhnya yang telah di balut dengan perban, dan dia mendapati bahwa bajunya sudah diganti.


Terlihat wanita cantik itu seakan melindungi hartanya ia menyilang kan tangannya di depan dadanya.


"bajumu basah karna hanyut di sungai, jadi aku mengganti pakaianmu. Tidak perlu khawatir, aku tidak melihat apapun saat aku memakaikannya"


Ucap Dareen yang sadar akan tingkah laku wanita yang melindungi tubuhnya, dengan memakan sate yang tadi ia sudah masak.


"seharusnya kamu berterimakasih kepadaku karena membantumu membalut lukamu apalagi menggunakan pil berhargaku"


"hiks... 4.000 poin karmaku hilang hanya untuk 1 pil regenerasi dan 100 poin karma buat beli bajunya" .·´¯`(>▂<)´¯`·.


Wanita itu kemudian melihati tubuhnya yang di balut kain dengan rapi dan diikat pita, lalu ia sadar bahwa perutnya juga termasuk luka yang ia terima.


"kamu tidak perlu khawatir dengan tubuhmu, aku tidak akan tertarik kepadamu"


"tapi tubuhnya benar-benar menggoda"


Dareen benar mengucapkan kata kata yang berbeda dengan isi hatinya dengan wajah yang tenang.


"si.. siapa kau?"


Akhirnya pertanyaan pun terlontar dari mulut wanita cantik itu, dengan meringkuk.


"huh... makanlah dulu daging ini"


Dareen mengulurkan tangannya memberi 1 tusuk sate dan sepiring paha kelinci.


"kurasa akan aneh baginya jika aku mengucapkan kata sate"


Wanita cantik itu pun menerima sate dan memakannya dengan lahap, tanpa sadar ia mengekspresikan perasaan yang sangat senang. Dan itu benar benar menawan bagi Dareen.


"dwaging inwi swangat lezwat" (daging ini sangat lezat)


"aowa yawng kou maswukkuan kw dwaginh inwy" (apa yang kamu masukkan ke dalam daging ini)

__ADS_1


Ucap wanita itu dengan daging yang masih ada di dalam mulutnya. Ia makan dengan lahap sampai belepotan ke mana-mana.


"jadi... kamu ini siapa? dan kenapa juga bisa terseret arus sungai?"


Ucap Dareen menautkan jarinya, dan menatap lurus ke arah wanita cantik itu.


Wanita cantik itu kemudian berangsur angsur meneteskan air mata meski ia sedang menggigit potong terakhirnya.


"huee... ༼;´༎ຶ ۝ ༎ຶ༽ "


"nmwaku shwi qiuwe huee... (༎ຶ ෴ ༎ຶ)" (namaku Shi Que)


Wanita itu menjawab pertanyaan Dareen dengan menangis dan mengunyah daging satenya.


"ah.. ee... tenanglah dan habiskan dulu makanan itu, baru bicara"


Dareen panik karena belum pernah ada pengalaman dalam memenangkan seorang yang sedang menangis.


Shi Que mulai tenang dan menelan potongan daging terakhirnya. Serta minum air yang diberikan Dareen secara panik.


"maaf... sekali lagi namaku Shi Que dari keluarga Shi di kerajaan Long"


"ibuku meninggal ketika aku lahir dan ayahku menikah lagi dengan wanita jalang itu"


Ucap Shi Que mula-mula ia nampak sedih lalu geram dan menekankan kata 'jalang' dengan kesal.


"wanita jalang itu siluman rubah yang berkulit manusia dan suka menggoda, bahkan ayahku jadi tergoda olehnya"


"seharusnya aku yang menjadi penerus keluarga tapi si jalang itu menggoda ayah untuk menyarankan ku menikahi anak pertama keluarga Liu"


Menikahi keluarga yang lebih tinggi berarti tidak memiliki tempat untuk mendapatkan kekuasaan.


"meskipun aku terima kalau anak jalang itu menjadi penerus keluarga tapi aku tidak bisa menerima bahwa aku harus menikahi pria playboy itu"


"ayah awalnya terima kalau aku tidak jadi dinikahkan, tapi pelacur itu lagi lagi menggoda ayah untuk memaksaku menikahi keluarga Liu"


"karna itu aku lari dari rumah, tapi Liu Cang Kong itu mengirim 10 bawahannya yang berada di tingkatan grand master petarung jiwa"


"mereka mengejar ku bahkan menyakitiku, lalu ketika sampai di jurang aku memutuskan untuk melompat, aku tidak tau setelahnya. Karena setalah itu kukira aku sudah mati"


"lalu ketika sadar aku samar-samar mencium aroma makanan dan kulihat lah dirimu"


"aku benar-benar bersyukur bisa bertemu denganmu.."


Belum selesai berbicara Shi Que berhenti karena melihat Dareen yang memakan sate dengan santainya menikmati ceritanya.


Sadar dirinya ketahuan menikmati cerita sambil ngemil, Dareen dengan malu menyodorkan beberapa sate ke Shi Que.


"kapan kamu memasak daging ini semua?"

__ADS_1


Ucap Shi Que yang bingung karena ia tidak merasa bahwa Dareen memasak daging daging tusuk itu.


"saat kamu membicarakan tentang dirimu"


"ah... maaf karena baru memperkenalkan diri, panggil saja aku Xiuhuan"


"kurasa akan aneh jika kukatakan nama Indonesia ku" ಥ╭╮ಥ


Karena dunia ini sepertinya memakai bahasa China alias huaxia atau yang biasa ada pada novel novel China serta manhua"


"setelah di pikir-pikir aku bahkan tidak pernah belajar bahasa China, kenapa aku bisa mengerti dan lancar berbicara dengan bahasa China?"


[menjawab]


[system menerjemahkan bahasa agar sesuai dengan dunia ini]


"ooh... jadi seperti itu yah!, hum... hum..."


Shi Que menikmati sate yang Dareen berikan dengan lahap.


"oh iya... aku ingin bertanya, kenapa kamu bisa ada di hutan para monster seperti ini?, seharusnya dengan kekuatan jiwamu saat ini..."


Ucap Shi Que yang di hentikan karna notifikasi dari system secara mendadak, dan membuat Dareen refleks menyuruh Shi Que diam"


[Ding]


[mendeteksi adanya 10 kehidupan, terduga berada dalam jarak 40 km dan melesat secara cepat]


[10 kehidupan ini berada di tingkatan grand master petarung jiwa]


"mungkinkah, orang orang ini yang mengejar Shi Que?, oh tidak mereka akan segera sampai"


Dareen dengan sigap menarik Shi Que lalu menutup mulutnya dengan tangan kirinya Dan membawanya bersembunyi di balik pohon besar.


"apa yang..."


Ucap Shi Que yang kemudian Dareen memberi isyarat dengan menggunakan jari telunjuknya ke depan bibirnya.


"sttt.., ada yang datang"


Ucap Dareen yang kemudian Shi Que langsung diam.


"disini ada bekas api unggun yang baru saja di matikan"


"aku yakin pasti ada orang yang menyelamatkannya"


"baguslah... itu berarti Shi Que masih hidup, kita jadi tidak perlu takut akan dihukum"


"tapi siapa yang menyelamatkannya yah?"

__ADS_1


"tidak mungkin ada orang di hutan kematian seperti ini, atau kah?"


...Bersambung:)...


__ADS_2