
#didalam istana kekaisaran --->diluar aula istana
Nampak Yao Siyue serta Dareen yang ikut dibelakangnya tengah berjalan ke sebuah altar dengan garis lingkaran pentagram dengan gambar bintang serta tulisan-tulisan yang tidak bisa dimengerti.
Ditengah altar itu terdapat tiang setebal bambu dengan beberapa ukiran kata-kata kuno yang juga banyak batu batu yang nampak memenuhi tiang itu, ujungnya meruncing dengan ujung yang dibulatkan mendatar dengan cekungan kebawah yang berisi sebuah air.
"jadi ini altar yang ia bicarakan waktu itu"
"jadi selanjutnya, bagaimana membuat pelindung yang membuat para laki-laki tidak bisa mengeluarkan Yuan-hun mereka?"
Batin Dareen yang kemudian bertanya kepada Yao Siyue yang penasaran dan melihat-lihat sekeliling altar itu.
Yao Siyue tidak menjawab dan terus berjalan ketengah altar tepat di depan tiang itu.
"berikan aku setetes darahmu"
Ucap Yao Siyue meminta yang lebih ke menyuruh Dareen dengan paksa untuk memberikan darahnya.
Dareen mengangguk mengerti kemudian mengeluarkan gigi taringnya kemudian menggoreskan jari telunjuknya lalu tetesan darahnya menetes di atas altar itu tapi dihentikan oleh Yao Siyue dengan cepat agar tidak sampai ke ukiran-ukiran kuno yang ada dalam altar itu.
Dareen dibuat kaget karna kedatangan Yao Siyue yang berlari dengan cepat kedepannya kemudian menghentikan darah yang menetes dari jari telunjuknya.
"jangan sampai menodai altar dengan darah laki-laki"
"kalau tidak..."
"kau hampir saja meledak menjadi abu, dasar..."
Ucap Yao Siyue melarang Dareen untuk menodai altar sedikitpun dengan darah laki-laki, karna darah laki-laki hanya akan membuat darah banyak wanita yang telah tertuang dalam altar itu mengamuk dan menghancurkan tubuh lelaki yang menodai altar itu.
Dareen kemudian memasukkan jari telunjuknya yang berdarah kedalam mulutnya dan menghisap darahnya agar tidak menetes ke atas permukaan altar.
"sudah, setetes darah laki-laki sudah cukup untuk mengaktifkan altar ini"
"sebaiknya kau menunggu di luar altar"
Usul Yao Siyue meminta Dareen untuk menjauh dari dalam altar agar tidak mendapatkan efek buruk.
"sebenarnya ada apa sih, sampai-sampai menyuruh ku untuk menjauhi altarnya"
"system kau tau?, sebenarnya ini apa sih?, identifikasi altar ini!"
Batin Dareen yang penasaran terhadap altar itu lalu bertanya pada system agar lebih jelas.
[dimengerti]
[mengidentifikasi]
.
__ADS_1
.
.
[selesai mengidentifikasi]
[altar penghalang kuno]
[merupakan altar pelindung dengan 4 kegunaan]
[pertama membuat penghalang roh yuan-hun. Dengan meneteskan darah dari ras makhluk hidup]
[kedua membuat penghalang fisik yang bisa membuat dinding penghalang yang bisa membuat seseorang masuk tapi tak bisa keluar. Hanya bisa keluar ketika di izinkan oleh yang membuatnya]
[ketiga membuat formasi perang, dengan menggunakan 400 jenis senjata pada lubang-lubang kecil yang ada di setiap garis lingkaran yang cukup untuk menancapkan senjata]
[keempat membuat tempat atau tanah yang telah ditandai sebagai kepemilikan megambang diatas langit]
"woah... luar biasa, cepat salin altar ini!"
Ucap Dareen membatin dengan mata berbinar-binar berharap altar itu bisa di salin dan ia bisa membuatnya sendiri.
[dimengerti]
[membuat salinan biru altar 4 penghalang]
"beneran bisa dong"
"tapi, gimana dong dengan darahku?, darahku kan sudah tercampur dengan banyak darah ras lain"
Batin Dareen khawatir dengan darahnya yang digunakan Yao Siyue untuk mengaktifkan penghalang Yuan-hun.
[Menjawab]
[darah yang keluar dari dalam tubuh host seelah berbaur dengan sekitar akan berubah menjadi darah biasa]
"ah... syukurlah kalau seperti itu"
Ucap Dareen dalam hati yang merasa lega bahwa darahnya tidak akan mempengaruhi altar itu.
Kembali pada Yao Siyue yang tengah berdiri di depan tiang mengangkat kedua tangannya dan menatap kearah langit.
Setelah beberapa saat tiang itu yang tadinya setinggi atap rumah kini memendek setinggi tubuh Yao Siyue, lalu Yao Siyue meneteskan darah Dareen yang melayang ditangannya dengan bantuan aura kedalam ujung tiang itu yang terdapat air.
Bukannya berwarna merah air itu berubah menjadi berwarna hijau kemudian memancarkan sinar.
Air itu kemudian mengalir kebawah ke dalam tiang itu yang membuat batu-batu yang ada pada tiang itu bersinar hijau.
Tak selang beberapa waktu air itu terus mengalir hingga ke lingkaran dengan ukiran-ukiran pentagram itu kemudian bersinar hijau mengelilingi garis-garis kasar pada altar itu hingga sepenuhnya selesai.
__ADS_1
Setelah altar itu sepenuhnya telah dialiri oleh cahaya hijau tiang yang ada ditengah altar kian memanjang setinggi rumah, kemudian berputar-putar layaknya bunyi mesin dengan suara ketukan sambungan dan putaran rantai yang terdengar dari dalam tiang itu.
Kemudian tiang itu berhenti berbunyi dan cahaya yang ada di dalam garis-garis altar kian mengalir kearah tiang itu dan kian naik hingga puncak tiang yang ada ditengah altar dan menembakkan cahaya hijau.
Cahaya hijau itu tertembak naik lalu membuat dinding tembus pandang dengan cepat mengitari setiap sudut kekaisaran hingga mencapai dinding perbatasan.
Tak sampai disitu Dareen juga ikut membuat pelindung fisik degan bantuan elemen anginnya serta skill pelindung aura.
Dengan mengeluarkan elemen angin dari tangan kanannya mengirimnya ke tiang altar hingga tiang itu menyerap elemen angin Dareen lalu dengan bantuan Yao Siyue mengamankan kalau-kalau terjadi sesuatu hal yang buruk terjadi.
Karna tiang itu mengeluarkan reaksi penolakan, Dareen memutuskan untuk menggunakan pelindung aura untuk melindungi tiang itu agar tidak menolak elemen anginnya lagi.
Setelah beberapa menit pelindung fisik pun selesai dibuat.
"sebenarnya apa yang mau kau lakukan?"
"kau pasti tahu sendiri kan kalau altar ini memiliki fungsi lain"
"memang benar kalau altar ini memiliki fungsi lain, tapi setelah itu bagaiman kita bisa keluar dari pelindung ini"
"tentu saja dengan izinku dan izinmu"
"pelindung fisik membuat pelindung yang membuat orang yang masuk tidak bisa keluar lagi, tapi dengan izin dari kita orang-orang bisa keluar"
Bincang mereka berdua membahas tentang pelindung fisik yang membuat orang-orang yang ada didalam tidak bisa keluar lagi.
"ha.. sudahlah, kalau begitu kau siap-siap untuk melancarkan aksimu yah.. puft..."
"hahaha..."
Ucap Yao Siyue menghina Dareen dengan candaan yang tak lucu bagi Dareen.
"kau..., ini kulakukan untuk membantumu, kenapa kau malah menertawakan ku"
Ucap Dareen kemudian merentangkan tangannya lalu sayapnya pun keluar dari dalam tulang belikatnya.
"kalau begitu, mari kita mulai sandiwara ini, hahaha..."
Ucap Yao Siyue melompat dengan tangan kanannya diatas karna sudah tidak sabar untuk memerankan perannya dengan tawa yang menggema.
"sebelum itu kita harus ganti baju dulu"
Ucap Dareen menghentikan kesenangan Yao Siyue yang kemudian melihati tubuhnya yang sudah kotor akibat hempasan angin yang terjadi ketika pelindung dibuat.
Setelah mengganti pakaian mereka kemudian bersiap untuk berangkat kemedan perang.
Setelah sampai di Medan perang tepatnya di udara mereka tampak dengan begitu menawan.
Yao Siyue dengan baju Sirah yang memancarkan aura kekaisarannya dan menunggangi elang tempur yang memakai Sirah yang senada dengan sirahnya.
__ADS_1
Dareen yang memakai baju biru kehijau-hijauan yang senada dengan sayapnya yang berwarna biru kehijauan dengan rambut yang terurai juga berwana hijau kebiruan dengan membuatnya tampak sepeti malaikat yang turun dari langit untuk membantu mereka.
...Bersambung:)...