
Dibalik pohon besar yang menjulang tinggi Dareen dan Shi Que sedang bersembunyi karena mereka tidak bisa mengalahkan 10 orang dengan tingkatan grand master petarung jiwa.
Sementara itu Shi Que yang dipeluk dengan satu tangan oleh Dareen merasakan jantungnya berdetak kencang.
"ini... kenapa dengan jantungku? rasanya ada yang sedang menggelitiki jantungku"
Shi Que merasa aneh dengan dirinya yang seumur hidupnya baru kali ini ia merasakan detak jantung tak karuan. Memang pernah ia merasakan jantung yang berdetak kencang tapi kali ini terasa berbeda.
"tampan"
Shi Que tanpa sadar mengucapkan kata 'tampan' dalam hatinya yang membuat pipinya memerah.
"tidak.. tidak.. kenapa denganku?, aku pasti sudah gila mengira dia tampan, tapi... melihat wajahnya dengan dekat memang terlihat tampan"
Sekian perdebatan batin dari Shi Que yang tidak mau mengakui bahwa dirinya telah jatuh cinta pada pandang pertama.
Dalam pelukan itu Shi Que merasakan otot-otot Dareen yang kokoh dan dadanya yang membidang di balik bajunya.
"otot otot kuat ini...!!"
"kenapa harus disembunyikan oleh baju?"
Demikian Shi Que mendengar detak jantung Dareen yang berdetak seperti sedang bersenandung membuat pipinya tambah memerah.
Ke 10 orang yang mengejar Shi Que akhirnya merasa pasrah karna tak menemukan jejak Shi Que.
"mungkinkah Shi Que diselamatkan oleh bintang roh?"
"apa apaan kau ini, mana ada binatang roh yang mau menyelamatkan manusia"
"tiga... sembilan... berhentilah berisik"
Ucap seorang wanita berjubah hitam bernomor 1 kepada bawahannya untuk diam.
#note:Gini yah... mereka tidak punya nama, cuman di kasih angka nah angka itu menentukan kekuatan mereka dari yang terlemah yaitu 10.
Shi Que yang merasa bersemangat tanpa sadar menginjak ranting yang membuat suara yang mengundang perhatian ke 10 orang tersebut.
"ah..."
Secara refleks Shi Que berteriak dan itu malah membuat ke 10 orang itu yakin bahwa ada seseorang di sekitar.
"matilah..."
"cewek ini..."
Umpatan Dareen membatin kesal dan geram serta jengkel kepada Shi Que karena ceroboh.
Begitulah Dareen menunjukkan dirinya agar Shi Que tidak ketahuan.
"ingat...!! jangan keluar kalau kau ingin selamat"
Shi Que merasa bersalah atas tindakannya dan sadar bahwa ia sudah sangat merepotkan Dareen.
"adu du duh... kukira tadi ada ular, eh... sedang apa kalian di sini"
Dareen dengan sengaja berakting dengan bajunya yang disobek-sobek dan menggunakan keranjang di punggungnya.
"350 poinku huhuhu..." .·´¯`(>▂<)´¯`·.
__ADS_1
Batin Dareen menangis karna kehilangan sejumlah poin karma.
"siapa kau?"
Ucap nomor 5 ke Dareen dengan menunjuk ke arahnya.
"aku?, hehehe aku cuman seorang warga biasa yang datang mencari tanaman obat untuk ibuku yang sedang sakit"
Ucap Dareen berakting bingung dan menggaruk-garuk kepalanya.
[2, 3, 4, 5, 6, 7, 8 dan 9 tidak percaya kepada anda +130 poin negatif]
[1 curiga kepada anda +40 poin negatif]
[Shi Que kagum kepada anda +50 poin positif]
"aktingku memang buruk" ༎ຶ‿༎ຶ
Dareen sebenarnya sudah sangat bagus dalam aktingnya tapi 10 orang ini saja yang terlalu curiga.
10 orang berjubah hitam itu mulai berkumpul lalu berdiskusi.
"kurasa dia berbohong"
"tapi dia kelihatan memang seperti warga rendahan"
"aku juga tidak merasakan kalau anak ini punya roh penjaga"
"tapi tetap saja anak ini mencurigakan"
Dengan itu mereka sepakat untuk mengetes apakah benar Dareen cuman warga biasa dari desa. Mereka melirik ke arah Dareen sebentar lalu berdiskusi kembali.
"kita tanya saja anak itu, siapa tau dia melihat nona Shi Que"
"benar... benar..."
"Karena dia berada di sekitar sini pasti dia melihat nona Shi Que"
"tapi kenapa suara teriakannya tadi seperti suara perempuan"
"mungkinkah dia itu waria"
Sekian diskusi mereka yang berujung merasa jijik kepada Dareen.
[1,2,3,4,5,6,7,8,9,10 merasa jijik kepada anda +3.500 poin negatif]
"sialan aku bukan waria" (ノ`Д´)ノ彡┻━┻
"tapi makasih buat poinnya" (^∇^)ノ♪
Melihat mereka melirik ke arahnya, Dareen langsung berlenggak lenggok dan melakukan gerakan cium jauh.
"dia beneran waria"
"tetep saja kita perlu dia buat jawab pertanyaan kita"
Lalu mereka sepakat untuk bertanya kepada Dareen untuk memastikan apakah Dareen benar hanya warga biasa.
"hei anak muda, apa benar kau disini hanya untuk mencari tanaman obat?"
__ADS_1
Ucap nomor 1 ke Dareen dengan wajah yang merasa jijik.
"be... benar"
Ucap Dareen yang berlagak gagap supaya tidak dicurigai.
"lalu apa kau melihat seorang wanita yang penuh dengan luka disekitar sini, jangan mencoba untuk berbohong karna disini sudah ada buktinya"
Ucap nomor 4 menunjuk ke arah bekas kayu bakar yang sudah di matikan.
"seorang wanita penuh luka...?, seingatku... aku hanya melihat wanita yang diperban sedang tergesa gesa berlari"
Ucap Dareen dengan lagak menggoda dengan jari telunjuknya di bibir.
[1,2,3,4,5,6,7,8,9,10 jijik kepada anda +3.000 poin negatif]
Nomor 1 maju lalu mencengkram tangan Dareen dengan tatapan mengintimidasi.
"kau sebaiknya tidak berbohong dan katakan kearah mana ia pergi, kalau tidak..."
Ucap nomor 1 yang menahan diri untuk merasa jijik dan mengancam Dareen.
"ahh... sakiit~ tiidak... aku tidak berbohong dia pergi ke arah sana bersama dengan seorang pria yang menggendongnya sambil berlari"
Ucap Dareen yang berakting, tapi tangannya memang sakit karena di cengkram oleh si nomor 1.
"sebaiknya kau tidak berbohong"
"ayo cepat kita kejar, lalu bunuh pria yang bersamanya"
"kalau tuan tahu nona dengan pria lain di hutan maka..."
"sttt... kita tidak perlu melaporkan detailnya"
"benar...benar..."
Dengan itu mereka beranjak pergi meninggalkan Dareen dan menuju ke tempat yang ditunjuk Dareen.
Tentu saja yang dikatakan Dareen itu semata-mata untuk mengarahkan mereka ke tempat yang penuh dengan binatang roh level 8 yang seharusnya cukup kuat untuk menahan mereka.
"sampai jumpa ganteng"
Ke 10 orang itu yang ditengah perjalanan seketika merinding karna mendengar teriakan Dareen yang membuat mereka jijik.
[1,2,3,4,5,6,7,8,9,10 jijik terhadap anda +4.300 poin negatif]
[Shi Que terkagum-kagum kepada anda +1.000 poin positif]
"huuff... akhirnya mereka pergi juga, kupikir aku akan mati untuk kedua kalinya"
Ucap Dareen lega dan memegangi tangannya yang meninggalkan bekas cengkeraman oleh orang berjubah hitam.
"mati...? kedua kalinya?"
Shi Que merasa bingung atas ucapan Dareen yang secara tidak sadar mengisyaratkan dia telah mati sekali.
"ah... apa kau baik-baik saja, sebaiknya kita pergi dari sini secepatnya"
Ucap Dareen yang mengalihkan pembicaraan dan menarik tangan Shi Que berlari bersamanya ke arah berlawanan dengan arah orang yang mengejar Shi Que.
__ADS_1
...Bersambung:)...