Thrown Into Another World:Trapped In A Mysterious Maze

Thrown Into Another World:Trapped In A Mysterious Maze
Ch. 71 Fei Qian


__ADS_3

"Hoi... paman, aku pesan menu spesial dengan minumannya sekalian." Teriak seorang tuan muda yang disampingnya ada pelayan yang setia mengikuti.


"Tuan, itu tidak sopan." Ucap pelayan menegur tuan mudanya seraya melepas pakaian luarnya, kemudian berdiri di belakang tuannya.


"Berapa kali saya harus mengingatkan anda untuk tetap menjaga sopan santun bahkan jika kita sedang diluar." Lanjut pelayan itu mengomeli tuannya.


"Terserah aku lah, memangnya kamu ini ibuku hah?." Balas tuan muda itu karena merasa risih dengan pelayannya itu.


"Meskipun saya bukan ibu anda, tapi saya di beri kepercayaan oleh ibu anda untuk selalu berada disisi anda." Jawabnya merasa bangga atas kepercayaan yang diberi oleh ibu tuan mudanya.


"Sudah diam, biarkan aku melihat keindahan wanita - wanita cantik untuk malam ini." Jawabnya kembali yang kemudian beranjak dari tempat duduknya menuju ke arah nona - nona cantik yang sedang menari dan menyanyi.


"Hah..." pelayannya pun hanya bisa pasrah terhadap tuannya itu.


"Hai nona - nona" Godanya


Para nona - nona itu tampak terpesona dengan rayuan mulus sang tuan muda dengan lancar jaya, hingga akhirnya sebuah kericuhan terdengar di pintu masuk yang membuat semua mata pria yang ada di sana tertuju ke arah seorang nona cantik bercadar yang baru saja masuk.


Tidak ada yang berani mengerumuninya karena keindahannya membuat semua orang membatu, bahkan beberapa jiwa orang tampak keluar dari tubuhnya.


"Bidadari..." Ucap tuan muda itu tanpa sadar.


"Paman, bisakah saya memesan 3 menu spesial. Satu untuk dimakan disini, duanya tolong dibungkus saja.


"Oo.. oke." Jawab paman pemilik tempat makan itu yang hampir saja oleng.


"Hahaha... lihat itu system, mereka semua terpesona melihatku, wahahaha." Batin Dareen merasa senang dengan poin yang terus berdering di telinganya.


"Halo nona, perkenalkan namaku .... kurasa aku jatuh cinta pada pandangan pertama denganmu." Ulur tangannya ingin mencium jari Dareen sambil berlutut dengan percaya diri dengan ketampanannya.


"Hmm... alasannya?" Tanya Dareen kepada tuan muda itu.


"Ehh..." Tuan muda itupun terpaku dengan jawaban yang diterimanya.


"Begitu yah, aku sudah tahu jawabanmu, jadi kurasa aku tidak ada alasan untuk menerima penghormatan dari dirimu." Ucap Dareen ketika melihat wajah bingung tuan muda itu, lalu kembali berjalan menuju meja yang kosong.


"Bahaya - bahaya, aku harus menghindarinya." Batin Dareen, sekilas setelah melihat baju yang dikenakan pria itu yang sangat mewah yang berarti orang itu adalah orang berpengaruh, di beberapa kerajaan.


[DING]


[12.000 poin reaksi positif dari Fei Qian]

__ADS_1


"Tuh kan, dari namanya aja udah ketahuan pasti anak raja." Batin Dareen yang sedang mengira - ngira status pria itu setelah menerima notifikasi dari system.


..........


"Ada apa?." Tanya Dareen yang penasaran apa yang membuat seorang tuan muda atau pangeran itu yang kini duduk dimeja yang sama dengannya.


"Aku penasaran, apa maksud dari perkataanmu tadi." Jawab tuan muda itu kini berpangku tangan memandangi wajah Dareen. dengan wajah yang penuh pertanyaan.


"Tidakkah dirimu puas dengan semua hal yang telah kau miliki sekarang?." Bukannya menjawab, Dareen kembali bertanya kepada tuan muda itu. Lalu beranjak dari kursinya sembari membawa menu spesial yang sudah dibungkuskan oleh pemilik toko dan meninggalkan si tuan muda yang masih memikirkan apa maksud dari perkataan dari Dareen.


Sementara itu di tempat Rui dan Qin Xiang berada...


"uhgk..." Rintih Qin Xiang.


Dengan sigap Rui langsung membantu Qin Xiang untuk bersandar dan duduk dengan nyaman.


"Apa ada yang anda butuhkan?" Tanya Rui khawatir dengan kondisi Qin Xiang.


"Tempat apa ini?" Tanya Qin Xiang dengan mata yang masih tertutup dan merasa khawatir karena ia terbangun di tempat yang asing baginya.


"Ini di penginapan tuan" Jawab Rui.


"Jadi itu kau bocah yang kuselamatkan." Ucapnya kemudian mengusap pelan kepala Rui.


"Anu... apa mata anda baik - baik saja?" Tanyanya dengan kepala menunduk karena tau bahwa pertanyaan itu sangat berat bagi orang yang sebelumnya buta.


"Tentu saja mataku tidak apa - apa." Sebelum menjawab Qin Xiang sempat terdiam karena masih setengah sadar apa lagi ia sekarang masih menutup matanya.


"Tidak, maksud saya apa mata anda sudah tidak sakit?" Jelas Rui dengan muka polosnya.


Sekarang Qin Xiang merasa bingung dan mulai berpikir lebih jernih dan berusaha untuk berpikir dengan tenang maksud dari pertanyaan Rui.


"Apa maks..." Ucapnya terpotong.


"Tidak mungkin, ma.. mataku sembuhkan?" Batin Qin Xiang.


"Hahaha.., mataku sejak kecil sudah seperti ini. Orang tuaku sudah meminta kepada semua tabib yang ada tapi tidak ada yang bisa menyembuhkannya, bahkan Fei Qixuan sang tabib kehormatan di kekaisaran Fei pun angkat tangan karena racun yang sangat kuat sudah mendarah daging keseluruh tubuhku ini." Ucapnya sambil mengarahkan pandangannya kelangit - langit tanpa membuka matanya.


"Tapi, kata si kakak cantik itu setelah bangun mata tuan akan sembuh." Ucap Rui.


"kakak cantik?, siapa yang anak ini maksud?" Batin Qin Xiang.

__ADS_1


"Maksudmu orang yang sudah menyelamatkan kita?" Tanya Qin Xiang.


"Kenapa kau berbelit - belit sekali, tidak bisakah kau membuka matamu saja untuk membuktikan perkataan Rui." Ucap Dareen yang baru saja tiba.


"Ada orang lain?, bagaimana mungkin aku tidak merasakan kehadirannya." Batin Qin Xiang langsung ke mode waspada.


"Ah kakak cantik!" Girang Rui memutar pandangannya ke arah Dareen.


"Kakak cantik?" Batin Qin Xiang.


"Ah, jadi andalah yang sudah membantu kami?, terimakasih kepada nona karena sudah menyelamatkan dan membantu kami." Ucap Qin Xiang dan berusaha bangun dan berniat untuk berterimakasih dengan cara yang benar.


"Maaf karena tidak bisa menyapa anda dengan baik malah mewaspadai anda dengan tidak sopan." Ucap Qin Xiang yang akhirnya terhuyung dan oleng.


Dengan cepat Dareen sudah melesat sampai ke arah Qin Xiang lalu menahan tubuh Qin Xiang yang hampir saja terjatuh.


"Makanya kubilang buka matamu, merepotkan." Ucap Dareen membenarkan rambutnya yang terurai kedepan dengan wajah kesal.


Saat itu juga Qin Xiang membuka matanya karena sangking kagetnya dia, gara - gara terjatuh.


"Ah cantik..." Gumam Qin Xiang secara tak sadar.


[DING]


[Qin Xiang terpesona..., anda mendapatkan 25.000 poin karma]


"Ah... bakal repot nih" Batin Dareen.


"Ehm... anu?, saya masih kecil. Saya keluar dulu, menyiapkan makanan, silahkan bicara dengan tenang" Ucap Rui yang membuat Dareen dan Qin Xiang berbalik kearahnya.


"Kenapa dengan anak itu?" Ucap Qin Xiang yang bingung dengan reaksi Rui.


"Entahlah... padahal aku membawa makanan, ah mungkin karena penampilanmu saat ini." Jawab Dareen memandangi seluruh tubuh Qin Xiang yang sepenuhnya tak berbusana.


Meski sempat terdiam, tapi kini Qin Xiang tengah berada di dalam selimut dan Dareen duduk dengan santai di sebelah Qin Xiang.


"Anu... maaf" Ucap qin Xiang dengan mata berkaca - kaca.


"Itu adalah reaksi yang wajar." Balas Dareen yang masih setia duduk nyaman di kursi meski pipinya ada bekas tamparan.


Bukannya menjadi lebih tenang, malah Qin Xiang menjadi terisak karena sudah menampar Dareen.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2