Thrown Into Another World:Trapped In A Mysterious Maze

Thrown Into Another World:Trapped In A Mysterious Maze
Ch. 45 Iblis dalam hati dan aura raja Ming {sudah revisi}


__ADS_3

#masih ditempat yang sama


Setelah diprovokasi oleh Raja Ming, Gaora bersama dengan 18 orang temannya yang tersisa maju dan menyerang dengan sekuat tenaga mereka tanpa bantuan roh yuan-hun.


Meski tanpa bantuan roh yuan-hun, mereka yang sudah dipenuhi rasa amarah karena provokasi Raja Ming hanya bisa terus menyerang sekuat tenaga mereka.


Karna roh yuan-hun dari 5 wanita sudah dihancurkan oleh Raja Ming sebelumnya membuat mereka berlima hanya bisa pasrah dan ikut menyerang dengan kekuatan fisik mereka.


Raja Ming yang terus tersenyum membuat mereka menjadi semakin terprovokasi, meski ia juga tak bisa mengeluarkan roh Yuan-hun ia menggunakan kekuatan fisik yang sudah ia latih sejak lama.


Perbedaan jumlah membuat Raja Ming kewalahan, namun meskipun ia terpojokkan oleh mereka Raja Ming tetap tegar tak ingin kalah kemudian mengambil pedang yang berada tepat di bawah kakinya lalu menusukkannya ketubuh Gaora.


Seketika itu Gaora membatu menatap kedepan dengan ekspresi tak terbaca kemudian jatuh terkapar membuat pedang yang menusuk tubuhnya semakin dalam menembus daging dan tulangnya serta membuat darah menjadi semakin cepat mengalir membanjiri tanah lapang yang sudah nampak memerah bercampur darah.


"KETUA!!"


Teriak mereka semua serempak selain Raja Ming kemudian berlari kearah tubuh Gaora yang terbaring tak berdaya.


Meski merasakan rasa sakit yang luar biasa ketika tubuhnya ditembus oleh pedang tapi seiring pedang itu menembus tubuhnya dengan cepat membuat rasa sakitnya menjadi berkurang.


"ak... akhirnya ka.. kalian memanggilku ketua huh..."


Ucap Gaora memandangi rekan-rekannya yang memegangi tubuhnya dengan ekspresi sedih dengan air mata yang mengaliri pipi mereka.


"kau ini bagaimana sih?"


"masih bisa bercanda disaat situasinya seperti ini"


Ucap 2 orang yang menangis tak percaya bahwa akan ada hari dimana mereka akan kehilangan ketua mereka yang sudah merawat serta melindungi mereka dan juga selalu mendukung keputusan mereka.


"bukankah ka.. kalian yang se.. selalu ber.. canda.. pad.. a saat seperti ini"


"ayolah, kalian juga seharusnya tertawa, ha.. ha.. ha..."


Ucap Gaora menatap mereka dengan tersenyum dan akhirnya tertawa tak enak didengar. Kemudian matanya menatap kearah langit dimana ia melihat sosok pria dengan sayap indahnya dan berniat untuk meminta tolong kepadanya.


"kumohon, selamatkan mereka ketika aku sudah tiada"


"baiklah, akan ku kabulkan permohonan terakhir mu, dan kuharap kamu bisa menemukan cinta dan kasih sayang pada kehidupan barumu setelah ini"


Batin Gaora meminta tolong kepada sosok itu dan seolah ucapan dalam hatinya terdengar oleh sosok itu dan mendapat balasan dari sosok bersayap itu dan seketika air matanya mengalir seraya matanya tertutup perlahan.

__ADS_1


"bagaimana bisa kami tertawa di saat kau.. akan.. akan.."


"hiks..."


"ketua... ketua.."


Ucap mereka yang tak bisa membalas tawa Gaora lalu menangis sejadi jadinya.


Pada akhirnya, bagaimanapun akhir yang menanti Gaora adalah kematian jadi mereka hanya bisa menangisi kepergian ketua mereka.


"hahaha... kalian lihat kan, inilah akhir yang kalian jika berhadapan denganku"


"Khu.. khuhahaha..."


"memang... sampah tetaplah sampah"


"pada akhirnya yang sampah itu, dia"


Tawa Raja Ming memberikan provokasi kepada mereka semua yang masih menangisi kepergian ketua mereka.


Setelah mendengar ucapan Raja Ming itu, mereka yang tersisa benar-benar marah, sangat marah hingga mengabaikan sekeliling.


Alis mereka semua sudah nampak bersatu seperti terjahit, gertakan gigi mereka membuat darah kental yang segar mengalir karena bibir mereka digigit dengan niat ingin menahan amarah tapi tidak bisa.


Kepalan tangan mereka yang erat membuat goresan teriris karena kuku ditelapak tangan mereka yang kemudian darah mulai menetes ke tanah.


Tak berselang beberapa saat mereka bergerak dengan kecepatan yang mereka bisa dengan teriakan tak terima atas kepergian ketua mereka.


Hal itu nampak dari tangisan darah mereka yang seolah melampiaskan seluruh perasaan negatif yang telah mereka pendam selama hidup mereka.


Kuku jari tangan mereka memanjang dan menghitam gigi taring mereka juga memanjang serta tanduk muncul di kepala mereka dibarengi dengan pupil mata mereka yang berubah menghitam sepenuhnya seraya rambut mereka memanjang dan menghitam kelam.


"apa yang terjadi?"


"mereka berubah menjadi iblis"


Ucap Raja Ming tak percaya bahwa mereka berubah menjadi iblis hanya karena kematian ketua mereka.


Raja Ming kemudian mengambil pedang dan tameng yang berserakan dimana-mana lalu menangkis setiap serangan kuku jari mereka.


Kuku yang panjang itu kemudian menembus tameng yang dipakainya hingga ia terpaksa melepaskan tameng itu dan menangkis serangan dari yang lain yang menyerang di sekitar belakangnya dengan pedang.

__ADS_1


Kali ini Raja Ming kewalahan menghadapi mereka dengan mode iblisnya hingga tidak sekali ia terkena cakaran di sekujur tubuhnya.


Dengan ngos-ngosan ia memegang pedangnya kemudian menangkis satu-persatu serangan dari mereka yang telah berubah menjadi iblis.


sfx:Jleb! Jleb!


sfx:Jleb!!!


Tusukan kuku tepat mengenai seluruh tubuhnya termasuk bagian dada, perut, lengan, tangan, punggung serta pantatnya.


Tak berhenti disitu mereka terus menusukkan kukunya ke tubuh Raja Ming dengan pelan membuat raja Ming tersiksa oleh rasa sakit ketika tubuhnya terkena serangan iblis.


Meski ada juga yang mencakar tubuh Raja Ming karena tak mau jika ia hanya merasakan rasa sakit yang sama seperti yang diterima oleh kapten mereka.


Setelah beberapa menit berlalu, Raja Ming menunjukkan tanda-tanda mengalami perubahan, tubuhnya meregang tangannya mengepal membuat mereka semua yang mengelilingi tubuhnya terhempas oleh suatu aura yang berwarna merah.


"seharusnya ini adalah kartu as untuk mengalahkan si ja**** itu, tapi karna situasinya sudah seperti ini"


"aku terpaksa menggunakannya lebih awal karna iblis iblis ini"


Ucap Raja Ming kemudian berdiri dan seketika semua luka yang ada ditubuhnya kian menutup dan kembali sembuh seperti sediakala.


Tubuhnya kemudian melayang naik keudara dan dengan gerakan tangan yang seperti menyuruh mayat-mayat berjalan itu untuk berbalik dan menyerang mereka yang sudah berubah menjadi iblis.


Meski begitu dengan kekuatan iblis dan menggunakan emosi negatif yang telah terpendam kekuatan mereka menjadi berkali-kali lipat lebih besar dari kekuatan mereka sebelumnya.


Karna melihat mereka masih saja belum mati setelah mengerahkan 1/4 dari mayat-mayat berjalan yang masih ada untuk menyerang mereka. Tapi setelah beberapa menit berlalu, tetap saja mereka tidak kunjung tumbang.


"jika seperti ini, haruskan aku menggunakan rencana cadangan?"


"karena sudah seperti ini lebih baik menggunakannya sekarang atau tidak sama sekali"


Ucap Raja Ming yang terpaksa menggunakan rencana cadangan yang telah ia siapkan.


Tubuhnya kemudian memancarkan cahaya merah yang meluap-luap keluar menjalar keatas langit.


Mayat-mayat berjalan yang tersisa kemudian berhenti sejenak lalu tampak mengeluarkan aura yang sama seperti yang dikeluarkan oleh Raja Ming.


Seketika itu semua mayat-mayat berjalan yang tersisa menjadi lebih kuat tapi beberapa menit kemudian semuanya jatuh terkapar tampak tak bisa menggerakkan tubuh mereka.


...Bersambung:)...

__ADS_1


__ADS_2