Thrown Into Another World:Trapped In A Mysterious Maze

Thrown Into Another World:Trapped In A Mysterious Maze
Ch. 59 Si kembar yang terkurung


__ADS_3

#didalam menara 9 tingkat --->lantai 4 ---->ruangan untuk istirahat


"kalian apa kabar?"


"huh..."


"sangat membosankan terus berada di sini"


"maafkan Shia dia hanya tidak suka tinggal di satu tempat terlalu lama"


"kami baik-baik saja kok"


Tanya Dareen kepada Shiu dan Shia yang ada didalam ruangan lantai 4 dimana Shiu dan Shia berada.


Shia hanya menjawab dengan ketus karena ia masih menaruh benci dalam dirinya terhadap Dareen.


Shiu yang sekarang ada dihadapan Dareen membungkuk minta maaf karena kelakuan adiknya juga menyampaikan kepada Dareen bahwa mereka baik-baik saja.


"tidak apa-apa, aku mengerti kenapa ia seperti itu"


"aku minta maaf karena harus mengurung kalian disini"


"aku berjanji, setelah kalian melahirkan aku akan memberikan kalian izin untuk jalan-jalan di ibukota"


"aku mohon kepada kalian untuk menjaga bayi yang ada dalam kandungan kalian"


"sekali lagi aku minta maaf kepada kalian"


"aku datang kesini untuk istirahat sekalian aku bawa makanan untuk kalian"


Ucap Dareen mengerti bagaimana perasaan Shia yang ketus kepadanya juga menyerahkan 4 bungkus makanan yang diberikan oleh bibi Wang.


"tuan tidak makan bersama kami?"


"tidak, aku tidak ingin membuat suasana yang canggung"


"aku akan pergi kelantai bawah"


Tanya Shiu yang memelas menatap kearah Dareen lalu dijawab Dareen santai dan berjalan ke sebuah dinding yang lalu membuat jalan baginya untuk turun.


Dareen menuruni tangga yang muncul lalu menghilang ketika ia sudah masuk. Shiu dan Shia yang sudah melihat Dareen yang melakukan hal tersebut sudah tidak terkejut lagi.


"kak... kenapa kakak memanggilnya tuan?"


"kakak kan bukan pelayannya"


Panggil Shia bertanya kepada kakaknya yang mau mau saja memanggil Dareen dengan sebutan tuan.


"Shia... mau bagaimanapun anak yang ada dikandungan kita itu adalah anaknya"


"kita tidak tahu nanti setelah melahirkan..."


"bukankah yang dia inginkan hanyalah anak ini"


"lebih baik kita gugurkan saja, tidak usah merawat mereka"


"Shia... tidak boleh seperti itu, mau bagaimanapun anak yang ada dikandungan kita ini tidak salah apa-apa"


"yang salah itu kita"


"justru karena kita mengandung anak-anaknya makanya kita masih hidup sampai sekarang"


"tidak tahu nanti akan seperti apa kita nanti setelah melahirkan"


"makanya kita harus merawat anak-anak ini dengan baik dan memperlakukan pria itu dengan baik supaya kita tidak perlu dibuang ataupun hal-hal lainnya nanti"

__ADS_1


Jawab Shiu menjelaskan dengan lembut keadiknya yang mudah marah. Shia yang mendengar juga ikut merasakan rasa sakit yang diderita oleh kakaknya.


"tapikan kak"


"kalau memang pria itu tidak bakal melakukan apapun kepada kita, kenapa dia mengurung kita ditempat ini?"


"aku tidak mau melakukan apapun yang dia suruh"


"aku benci dia"


"pokoknya kita harus cari cara buat bisa keluar dari sini"


Ucap Shia tidak setuju dengan hal yang dikatakan oleh kakaknya dan memutuskan untuk mencari cara agar terlepas dari ruangan itu.


"shia... tenangkan dirimu"


"kali ini saja, kakak mohon turuti perkataan kakak"


"kakak mohon sama kamu yah yah..."


Ucap Shiu memohon kepada adiknya untuk menuruti permohonannya agar tidak mengacau dan membuat masalah dengan Dareen


"iya deh... iya"


"tapi aku tidak akan pernah mau menerimanya sebagai ayah dari anakku"


"aku tidak akan pernah mau memberikan anak yang kukandung kepada pria sepertinya"


Ucap Shia mengiyakan permintaan kakaknya lalu mengatakan dalam hatinya apa yang ia ingin lakukan.


"aku benci pria itu"


"aku tak akan pernah melupakan apa yang telah ia lakukan kepada kakak"


Batin Shia lagi yang meluapkan emosinya yang ditutup dengan senyuman.


"ah ia, kakak juga lapar, mari makan sama-sama"


Ucap Shia yang memegang perutnya lembut dan mengajak kakaknya untuk makan bersama yang akhirnya disetujui oleh kakaknya.


"kak..."


"hmm... ada apa?"


Panggil Shia ke kakaknya yang tengah makan lalu di tanggapi dengan deheman oleh kakaknya dan bertanya ada apa.


"kenapa bayi dalam kandungan kita nafsu makannya banyak sekali yah?"


"kita mengandung juga baru sebulan, tapi perut kita sudah seperti hamil 3 bulan?"


"seperti ada yang aneh dengan bayi yang kita kandung ini"


Tanya Shia yang penasaran dengan bayi yang mereka kandung yang membuat Shiu menghentikan makannya lalu menatap kearah Shia dengan serius.


"entahlah... kakak juga tidak tahu apa apa"


"kakak sendiri bingung dengan pertumbuhan janin yang begitu cepat"


"sepeti semua yang berhubungan dengan pria itu terasa... semua hal tentangnya sangat aneh dan tak bisa dijelaskan"


"semua hal yang berhubungan denganya itu memang selalu aneh"


"dia selalu meminta maaf tapi tidak pernah menuruti keinginan kita"


"aku kan cuma ingin jalan-jalan, sangat membosankan terus berada di tempat seperti ini"

__ADS_1


"apalagi pria itu belum menyebutkan namanya sampai sekarang"


"bagiamana tidak terasa aneh coba?"


Ucap Shiu memberitahukan semua simpulan yang ada di otaknya tapi tak bisa mendapatkan jawaban sama sekali hingga Shia pun turut memberikan pendapatnya.


"sudahlah tidak usah memikirkan hal lain"


"hal yang perlu kita lakukan saat ini hanya mengurus dan menjaga dengan baik bayi yang ada dalam perut kita"


"jangan sampai terjadi apa-apa kepada bayi yang tidak bersalah ini"


Ucap Shiu menenangkan dan mencoba mengalihkan pembicaraan agar Shia tidak terlalu memikirkan hal lain yang membuat dia stress.


"kuharap pria itu orang yang bertanggung jawab dan mau menerima kami"


"juga kuharap pria itu tidak seperti yang kupikirkan"


Batin Shiu yang penuh harap memandangi adiknya yang makan dengan lahap dan tersenyum pahit tanpa sepengetahuan adiknya.


...~sementara itu~...


[Ding]


[Shiu berharap anda tidak seperti yang ada dipikirannya +23.000 poin negatif]


"wah wah..."


"ternyata kedatanganku mendadak setelah sebulan tidak kesini, membantu menambah poin karma"


"mantap lah"


Ucap Dareen memandangi layar virtual yang di berdenting dalam kepalanya sambil menulis buku baru yang ingin ia publish kan.


...[Ding]...


...[Ding]...


...[Ding]...


...[Ding]...


.............


Bunyi notifikasi system yang memberitahukan pendapatan poin karma dari setiap orang yang memuji bukunya.


Dareen yang menulis di lantai satu yang merupakan perpustakaan merasa senang sampai terlihat banyak bunga yang mengelilingi wajahnya.


Begitulah pekerjaan Dareen yang sekarang menjadi seorang penulis, ia sudah mengeluarkan 3 buku dengan judul yang berbeda.


Karya pertamanya adalah buku berjudul 'anak terbuang dan kesialan yang menghantuinya', karya ini diambil dari kisah Qiu Ming yang melibatkan banyak kerajaan berperang karena aura kesialan yang ada dalam dirinya.


Karya keduanya yang berjudul 'malaikat turun ke tanah kekaisaran wanita' yang juga merupakan cerita yang berkaitan dengan karya pertamanya, disini malaikat turun karena ingin menghilangkan kesialan sang anak terbuang dan mendamaikan kekaisaran.


Karya ketiganya melibatkan banyak orang termasuk dirinya sendiri, Kaisar Yao, Raja Ming, malaikat, anak sial, penghianat yang menghilang setelah perang, pasukan mayat berjalan hingga konflik diantara warga dan bangkitnya orang yang sudah mati serta ras elf yang terlahir di kekaisaran Yao.


Karya ketiganya ini mengambil latar belakang kekaisaran Yao dan sudah menyebar kepenjuru daratan jiwa. Dan juga karya ketiganya ini merupakan cerita lengkap dan terperinci dari karya pertama hingga keduanya.


Ketiga buku ini merupakan buku yang sudah menjadi topik pembicaraan yang menarik bagi semua kalangan karena menyangkut banyak orang didalamnya.


Selain ketiga karya itu ada juga beberapa buku karya Dareen yang menceritakan kehidupan sehari-hari hingga konflik diantara pasangan seperti...


'suamiku direbut orang', 'kisah perjuangan anam yatim piatu' dan 'perjuangan irang tua di masa senja'.


Semua karya Dareen selalu menarik bagi banyak orang dan mengandung makna tersendiri didalamnya membuat semua orang merasa bersimpati bahkan ada juga yang sampai menangisi cerita karena terlalu larut dalam membacanya.

__ADS_1


Semua yang dialaminya terasa damai hingga ia tak menyadari bahwa ada banyak masalah yang akan mendatanginya satu persatu kedepannya tanpa sepengetahuan dirinya.


...Bersambung:)...


__ADS_2