Thrown Into Another World:Trapped In A Mysterious Maze

Thrown Into Another World:Trapped In A Mysterious Maze
Ch. 26 menara sembilan tingkat {sudah revisi}


__ADS_3

[Ding]


[labirin terkesan terhadap kekuatan anda +50.000 poin positif]


[labirin memberikan anda hadiah]


"oh jadi ini hadiahnya toh.."


Ucapnya sambil melihati kedua portal yang muncul tanpa ia sadari dan di hiraukan.


"portal menuju lantai 11 dan... lantai ke 50"


Ucapnya dengan santai membaca tulisan yang ada mengambang di atas kedua portal itu.


"kurasa portal ini untuk memberikanku penghargaan atas kerja kerasku"


"setelah sekian lama bertahan hidup dalam labirin"


Ucap Dareen yang memuji labirin secara tak sadar dan merasa bangga dengan pencapaiannya.


Dareen tidak mengerti kenapa labirin memberikan hadiah yang begitu luar biasa, seperti langsung menuju lantai ke 50 benar-benar luar biasa batinnya.


"yasudah lah, lebih baik kubuka saja peti ini"


Ucapnya lalu mengabaikan kedua portal itu lalu membuka peti hadiah yang muncul bersamaan dengan matinya sang ibu laba-laba berwajah manusia yang merupakan boss dari lantai ke 10.


[Ding]


[selamat anda mendapatkan menara sembilan tingkat]


[menara sembilan tingkat, merupakan sebuah sub-dimensi yang terdistorsi dan membentuk sebuah menara dengan sembilan lantai, lantai pertama adalah perpustakaan, lantai kedua adalah ruangan harta, lantai ke tiga adalah ruangan penempaan serta ruangan untuk alkimia, lantai ke empat adalah ruangan istirahat serta dapur dan juga gudang, lantai ke lima adalah ruangan pelatihan dan uji coba, lantai ke enam adalah ruangan kultivasi yang penuh dengan aura di dalamnya, lantai ke tujuh adalah ruangan dengan lingkungan yang cocok bagi binatang, lantai ke delapan adalah ruangan yang cocok untuk perkebunan tanaman obat serta tanaman racun, lantai ke sembilan adalah ruangan keheningan]


Menara sembilan tingkat itu ukurannya kecil mungkin setinggi betisnya jika diukur dari bawah, bentuknya kotak memanjang yang menipis menjadi ujung yang runcing, warnanya hijau kebiruan dengan ujung menara berwarna hitam dengan garis merah keemasan di setiap sisinya.


"hum.. hum... menara yang luar biasa!"


Ucap Dareen mengangguk-angguk memuji dirinya sendiri dengan senyum cerah terpancar diwajahnya.


"sungguh hadiah yang bagus untuk tempat yang berbahaya, mengingat semua hadiah yang kudapat dari lantai dibawah 10 sungguh hadiah pada lantai ini lebih bagus dan epik"


Ucapnya yang kemudian menggigit jari telunjuknya dengan gigi taringnya lalu meneteskannya ke menara sembilan tingkat.


Tak lama kemudian menara sembilan tingkat itu berputar pelan dan bersinar lalu putarannya semakin cepat.


Menara sembilan tingkat itu kemudian berputar kencang dan mengecil dan mengarah ke jarinya menjadi cincin indah dengan warna hijau kebiruan dengan batu berwarna hitam bergaris-garis merah keemasan.

__ADS_1


[Ding]


[berhasil memurnikan menara sembilan tingkat]


[sekarang anda bisa dengan bebas untuk masuk kedalam menara sembilan tingkat dan bisa dengan bebas mengeluarkannya]


"menara ini benar-benar berguna, sekarang jika dipikir-pikir menara ini bisa digunakan sebagai tempat untuk bersembunyi jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan"


Ucapnya dengan pandangan kagum ke arah jari manisnya dimana cincin sub-dimensi itu berada dan menciumnya lembut.


"baiklah kembali ke darah yang telah kudapatkan, saatnya mendapatkan darah yang lebih kuat lagi"


Ucapnya kemudian berbalik dan duduk bersila dengan rileks dan perlahan menutup matanya.


"gunakan skill penyerapan darah!"


Ucapnya ke system dengan mulutnya yang kemudian menarik kembali gigi taringnya dengan mata tertutup.


[dimengerti]


[menggunakan skill penyerapan darah]


Dengan itu darah yang tadinya berada didalam kotak penyimpanan keluar secara bersamaan lalu membentuk sebuah gumpalan bola darah raksasa.


Kemudian darah menetes perlahan dari gumpalan darah itu dan menuju kearah dada kiri dimana jantungnya berada.


Darah itu kemudian mengalir menuju tulang punggungnya kemudian secara perlahan sesuatu tumbuh dari dalam tubuhnya.


Sebuah tulang tumbuh dari dalam tubuhnya tepatnya pada tulang punggungnya tumbuh tulang yang memaksa untuk keluar dari dalam tubuhnya.


"ukh..."


Dareen merasa kesakitan dengan tumbuhnya tulang baru pada tulang punggungnya dan menggigit bibirnya agar bisa menahan rasa sakit yang ia terima.


Bersamaan dengan meleburnya setiap darah yang masuk ke jantungnya tulang baru yang ada di tulang punggungnya ikut berkembang dan tumbuh memanjang.


Tulang-tulang itu terus tumbuh dan akhirnya keluar dari dalam tubuhnya yang nampak seperti sebuah kaki.


Secara perlahan tulang-tulang itu terus tumbuh dan memanjang semakin waktu berlalu.


"waakh..."


Dengan kesakitan Dareen berteriak karena sudah pada titik dimana ia sudah tidak tahan dengan tulang baru itu yang ingin menembus daging dan juga kulitnya.


Sebuah tulang yang lebih mirip seperti kaki laba-laba dengan total 8 kaki yang panjangnya 3 kali tubuh Dareen muncul dari dalam tubuhnya tepatnya pada tulang belakangnya atau punggungnya.

__ADS_1


Setelah bertahan selama 5 jam, tubuh Dareen melemas karena menahan rasa sakit luar biasa hanya untuk menumbuhkan 8 tulang baru pada punggungnya.


"haah... hah.. huff.."


Desahnya yang kelelahan dan membaringkan tubuhnya di tempat itu lalu menutup matanya dengan lengan kanannya, tak ingin melihat yang ada ditangan itu.


Tapi anehnya lengan yang menutup matanya ada 9. Dareen hanya biasa-biasa saja dan belum sadar akan keadaannya saat ini.


"hum... sejak kapan aku punya 10 tangan"


Ucapnya yang langsung berdiri dan dengan tenang bertanya kepada dirinya sendiri.


Yah, mungkin karena sudah terbiasa dengan anggota tubuh baru yang muncul setelah menyerap darah dari setiap monster yang ia bunuh jadi ia tak merasa kaget sedikitpun.


[Ding]


[selamat anda berhasil menyerap semua darah monster laba-laba berwajah manusia termasuk ibu laba-laba berwajah manusia]


[mendapatkan efek samping]


[tak terdeteksi adanya kerugian ataupun kecacatan dalam efek samping]


"hum... 8 tulang yaitu kaki laba-laba berwarna hitam pekat dengan ujung kaki berwarna merah yang terdapat racun mematikan, panjangnya sekitar 3 kali tinggi tubuhku"


Ucapnya dengan tatapan kosong karena sudah tak mau terkejut lagi dengan perubahan tubuhnya.


"kurasa Spiderman akan menangis jika melihat tubuhku ini, hahaha..."


Ucapnya dengan ekspresi wajah yang gembira ketika memikirkan Spiderman yang hanya memiliki kekuatan untuk memanjat dinding dan serangan jaring pada tangannya.


"tunggu jaring laba-laba, mungkinkah..?"


Ucapnya lalu memandang tangan kanannya dan berpikir untuk melakukan hal yang sama ketika Spiderman ingin mengeluarkan jaring laba-laba nya.


Dengan kata lain Dareen ingin menguji apakah tangannya juga akan mengeluarkan jaring laba-laba atau tidak.


Ia pun mengepalkan tangannya dan menyisakan ibu jari, jari manis dan jari telunjuknya yang mirip seperti cara Spiderman mengeluarkan jaring laba-laba nya.


"huh.. sudah kuduga akan seperti ini, tidak mungkin mengeluarkan jaring laba-laba dari telapak tangan yang seperti Spiderman.


"huh.. tidak mungkinkan kalau jaring laba-laba nya keluar dari kaki laba-laba ini?"


Ucapnya secara sembarangan menerka-nerka dimana seharusnya jaring laba-laba nya keluar.


"aha! sekarang aku mengerti bagaimana mengeluarkan jaring laba-laba nya"

__ADS_1


Ucapnya yang akhirnya menerka secara sembarangan tentang jaring yang akan keluar seperti laba-laba.


...Bersambung:)...


__ADS_2