Thrown Into Another World:Trapped In A Mysterious Maze

Thrown Into Another World:Trapped In A Mysterious Maze
Ch. 25 "hah ada dua portal?" {sudah revisi}


__ADS_3

...[PERINGATAN]...


...[PERINGATAN]...


...[PERINGATAN] ...


...[PERINGATAN]...


[tubuh host mengalami kerusakan 100%]


[mulai memperbaiki tubuh host]


...[1%]...


...[5%]...


...[20%]...


...[34%]...


...[41%]...


...[50%]...


...[56%]...


...[79%]...


...[90%]...


...[100%]...


[perbaikan tubuh berhasil dilakukan]


Dengan itu tubuh Dareen sudah kembali pulih seperti semula tapi tidak dengan kesadarannya, meski ia secara samar-samar mendengarkan system memberi motif tapi ia tak bisa bangun.


Ia merasa tubuhnya mati rasa dan tak bisa digerakkan, ia sudah berusaha sekuat tenaganya untuk terbangun.


Setelah beberapa menit ia mencoba untuk menggerakkan tubuhnya ia pun terbangun dan dengan cepat mencari kertas bergambarkan neneknya.


"dimana? dimana?, tadi ada disini kan?, dimana itu?"


Ucap Darren yang sudah menampakkan ekspresi putus asa di wajahnya dengan muka yang pucat Pasih.


Tak lama kemudian air matanya pecah dan melihat selembar kertas yang sudah dilahap api dan menyisakan potongan kecil berupa wajah seorang nenek yang tersenyum.


"hahaha... masih ada, masih ada, ternyata masih ada"


Ucapnya yang memeluk erat sebuah potongan kertas bergambar dan tertawa diiringi dengan tangisan yang membanjiri pipinya.


Tak peduli akan sekelilingnya ia menangis dalam diam dan menyandarkan tubuhnya didinding terduduk di sana dengan tenang.


Lalu ia dengan cerianya menceritakan perjalanannya sampai saat ini pada selembar kertas bergambar yang ia letakkan di depannya.


Dengan riangnya ia berbicara tanpa mempedulikan tempatnya saat ini. yang ia pikirkan saat itu hanya bercerita kepada neneknya.


Dan pada saat ia selesai bercerita air matanya menetes kembali dan memecahkan keheningan yang sebentar itu.


Ia kemudian mengambil kertas dengan gambar seorang nenek paruh baya kedalam pelukannya dengan erat.


[Ding]


[sejumlah spirit stone dalam jumlah besar sebentar lagi akan menghilang]

__ADS_1


[diingatkan untuk mengambilnya sesegera mungkin]


Pemberitahuan system membuat suasana sedih Darren terpecah lalu ia mengelap pipi serta matanya yang basah lalu menyimpan sepotong gambar itu dalam kotak penyimpanan.


Ia kemudian membeli baju dari system karena baju sebelumnya hangus terbakar bersama dirinya.


[membeli baju training dengan garis hitam -260 poin karma]


Ia melihat ke sekelilingnya yang tampak seperti bekas peperangan, lantai serta dinding disekitar banyak mengalami kerusakan apalagi pada bagian tengah ruangan itu telah membuat sebuah kubah yang dalam.


Nampak masih ada pohon serta ranting-ranting yang masih terbakar perlahan yang membuat tempat itu nampak seperti telah mengalami kebakaran yang hebat.


Beberapa batang kayu yang masih bertahan kini semuanya gosong.


Dan yang paling banyak ada di ruangan itu adalah kristal kecil berwarna merah berkilau dengan genangan darah yang tak kunjung menghilang.


"system masukkan semua spirit stone dan genangan darah yang ada di dalam ruangan ini!"


Ucapnya dengan tegas ke system lalu dalam sekejap semua spirit stone serta genangan darah yang ada di dalam ruangan itu terserap masuk kedalam kotak penyimpanan.


[dimengerti]


[memasukkan semua spirit stone serta genangan darah kedalam kotak penyimpanan]


Dareen kemudian mengeluarkan sayapnya dan memutari ruangan itu dan system dengan sigap menyerap semua spirit stone serta genangan darah yang ada di dalam sana kedalam kotak penyimpanan.


Setelah semua spirit stone serta genangan darah sudah di masukkan kedalam kotak penyimpanan Darren kemudian membuat lubang pada dinding yang ia buat sendiri dengan elemen tanahnya lalu keluar dari ruangan itu.


Ia kemudian berjalan menuju ruangan boss lantai ke 10 itu dengan menggunakan sayapnya.


Ia pun sampai di ruangan yang telah hadir laba-laba besar berwajah manusia yang sekujur tubuhnya berwarna hitam kelam dengan garis ungu dari kepala hingga belakangnya, kaki-kakinya nampak tajam.


[Ding]


"ternyata ibunya, mungkin dia marah kepadaku karena telah membunuh anak anaknya, yah mana ada ibu yang tidak marah ketika anaknya dibunuh oleh seseorang"


Ucap Dareen melihat ibu laba-laba berwajah manusia itu terlihat memiliki permusuhan dan merasa benci kepadanya.


"yah... semua itu memang akan terjadi baik dengan atau tanpa adanya diriku, jadi jangan salahkan aku, aku hanya ingin bertahan hidup dan menjadi yang terkuat"


Ucap Dareen dengan santai menganggukkan kepalanya kesamping dengan tangannya yang diangkat miring sebagai tanda yang tak sengaja.


Lalu ibu laba-laba berwajah manusia itu marah dan berteriak dengan beberapa racun yang terpercik dari dalam mulutnya.


Darren dengan sigap menghindari racun yang dipercikkan oleh ibu laba-laba berwajah manusia itu dengan menggunakan skill langkah kecepatannya.


Ibu laba-laba berwajah manusia itu kemudian bergerak dengan kakinya yang tajam untuk menusuk tubuh Dareen dan memberinya racun dari ujung kakinya.


Dengan menggunakan sayapnya ia terbang menghindari setiap langkah kaki dari ibu laba-laba berwajah manusia itu dan terbang di atasnya.


Tubuh ibu laba-laba berwajah manusia itu sangat besar jika di ukur mungkin sebesar 5 kali villa besar dan sepanjang 7 kali pesawat terbang.


Hal inilah yang membuat Dareen merasa ragu untuk menyerangnya dengan asalan.


Ia mengeluarkan roh penjaga pada tangan kanannya yang berupa tombak dengan ukiran naga dan di lilit oleh ular.


Menggunakan pengetahuan buku tentang dasar menggunakan tombak yang pernah ia baca lalu mengangkat tombaknya dan mengalirkan qi ke tombak itu.


Tombak itu seketika memancarkan aura qi biru dan mengalir ke ujung tombak lalu memanjang dan membentuk tombak yang cukup panjang untuk menebas kepala sang ibu laba-laba berwajah manusia.


[Ding]


[Anda telah menggunakan semua qi internal]

__ADS_1


[mulai meregenerasi ulang qi]


Lalu Dareen mengangkat tombaknya dan dengan sekuat tenaga dan dibantu dengan qi yang tersisa ia mengalirkan qinya ke arah tangannya.


Qi yang ada pada kedua tangannya membuat kedua tangannya menjadi kekar seketika dan membuat tombak dengan aura biru yang panjang itu menebas kepala sang ibu laba-laba berwajah manusia dengan sekali serangan.


[Ding]


[butuh waktu 1 hari untuk mengembalikkan qi internal yang hilang]


[Ding]


[Anda berhasil membunuh ibu dari laba-laba berwajah manusia +35.000 poin exp]


Tubuh Dareen kemudian melemas dan terjatuh ke tanah karena baru saja kehilangan semua qi internalnya.


[Ding]


[menerima 89% kerusakan internal]


[kerusakan di blokir oleh darah slime peniru]


[memulihkan kerusakan internal]


[proses pemulihan butuh 5 menit]


...[05:01]...


...[04:23]...


...[02:04]...


...[01:59]...


...[00:05]...


..........


...[00:03]...


...[00:02]...


...[00:01]...


...[00:00]...


[Ding]


[kerusakan internal berhasil dipulihkan]


[memasuki kondisi prima]


Dareen yang kini terduduk karena terjatuh dari ketinggian kembali bangkit lalu meregangkan tubuhnya yang kaku.


"mari kita lihat apa yang ditinggalkan ibu laba-laba itu"


Ucapnya yang kemudian berjalan perlahan kearah batu bercahaya serta sesuatu yang mengambang disampingnya serta cahaya dari peti hadiah serta 2 portal di sampingnya.


"tunggu kenapa ada dua portal di sini?"


Tanyanya heran dan terkejut melihat ada 2 portal yang tertera di sekitar sana.


...Bersambung:)...

__ADS_1


__ADS_2