Thrown Into Another World:Trapped In A Mysterious Maze

Thrown Into Another World:Trapped In A Mysterious Maze
Ch. 36 Konspirasi {sudah revisi}


__ADS_3

#di menara pembatas --->didalamnya


"baguslah rencana yang telah disusun ketua berjalan lancar"


"diam! jangan sampai gara-gara keributan kalian rencana yang telah disusun rapi malah jadi berantakan"


Ucap seorang bawahan dengan bosnya yang telah menyusup kedalam menara pembatas.


"wow... ternyata yang didalam isinya seperti ini"


"apa perasaanku saja atau memang batu ini memancarkan aura?"


Ucap kedua bawahan yang merasa terpukau dengan batu pembatas.


Batu pembatas itu besar dengan kilau-kilau yang terpancar dari retakan-retakan kecil pada batu itu dengan rantai yang melilitnya.


"itu cuma angan-angan mu saja"


"sebaiknya kita melaksanakan tugas kita lebih cepat supaya rencana selanjutnya bisa segera kita lakukan"


Ucap bos kepada bawahannya untuk melaksanakan tugas mereka dengan cepat agar tidak menghambat rencana ketua mereka.


"bos... bukannya ini aneh... kenapa tidak ada satupun penjaga disini"


"yah... mungkin ini hari keberuntungan kita"


"benar seharusnya kita bersyukur rencana kita berjalan lancar"


Ucap mereka senang bahwa rencana mereka berjalan lancar di malam hari yang tak dikelilingi bukan dan bintang-bintang.


Mereka bertiga pun berhasil menghancurkan batu besar pelindung itu dengan sempurna membuat pelindung yang menekan semua pria yang ada dalam radiusnya tidak bisa mengeluarkan Yuan-hun mereka.


Mereka bertiga kemudian memakai cadar hitam lalu bergerak cepat melompat lompat menjauh dari lokasi.


Dan secara tak sengaja mereka dilihat oleh 5 orang prajurit yang sedang berpatroli kemudian dikejar oleh mereka.


"gawat kita ketahuan..."


"bos..."


"sutt... lari aja sekuat tenaga kalian menghindari mereka"


Bincang mereka bertiga berlari melompati setiap atap rumah yang ada didepan mereka meski mereka sedang dalam incaran 5 prajurit yang juga berlari melompat lompat menatap rumah.


Meskipun mereka melompat lompat diatap rumah tapi tak ada satupun yang merasa terganggu atas perbuatan mereka yang bahkan menghancurkan genteng yang ada diatap rumah.


Setelah mencapai perbatasan 5 orang prajurit itu berhenti dan kembali ketempat mereka tak ingin mengejar lagi.


"berhenti!"


"kembali ketempat masing-masing!"


Ucap salah seorang yang memakai baju zirah menandakan bahwa dirinya seorang prajurit yang sedang mengatur bawahannya.


"siap laksanakan!"


Ucap 4 orang prajurit lainnya yang kemudian berbalik dan kembali ke tempat mereka berpatroli.


"apa sih yang direncanakan yang mulia kaisar?"


"menyuruh kita untuk mengejar mereka tapi tak boleh menangkap dan melepaskan mereka jika telah keluar perbatasan"


"entah apa yang direncanakan oleh yang mulia?"


"entahlah... kita hanya harus melakukan apa yang diperintahkan"

__ADS_1


Bincang mereka berempat yang ternyata sudah diberi instruksi dari yang mulia kaisar Yao.


Karena mereka hanyalah seorang prajurit makanya tidak boleh melawan perintah kaisar tanpa keluhan sama sekali.


"eh... mereka tidak mengejar kita lagi"


"sudahlah terus berlari dan beritahukan kepada yang mulia raja Ming"


Bincang mereka berdua yang lekas mempercepat laju mereka ketempat raja Ming berada.


#disebuah tempat didalam hutan


"hormat kami kepada yang mulia raja Ming"


Ucap mereka serempak berlutut dengan kaki kiri ditekuk dengan kesan prajurit handal.


"berapa kali harus kukatakan panggil aku kaisar Ming"


Teriak raja Ming tidak ingin dipanggil raja dan hanya ingin dipanggil kaisar dengan mengeluarkan aura yang tajam membuat mereka bertiga menjadi merinding.


"ma... maafkan kami yang mulia"


"ho... hormat kami yang mulia kaisar Ming"


Hormat mereka tertatih dan menundukkan wajah mereka karna tak mau menatap mata raja Ming.


"sudahlah, cepat katakan apa saja yang terjadi"


"lapor yang mulia"


"kami telah berhasil menghancurkan batu penghalang itu"


"bagus... bagus..."


Bincang antara raja Ming dengan bos dari 2 bawahan itu.


"oh... apa yang aneh?"


"tidak ada satupun penjaga yang menjaga di sekitar menara penghalang"


"tapi ada 5 orang prajurit yang mengejar kami ketika sampai keluar"


"anehnya mereka hanya mengejar kami sampai perbatasan saja dan tak mengejar lagi ketika kami sampai diluar perbatasan"


Bincang mereka berdua lagi membahas permasalahan yang terjadi di dalam istana.


"hmm..."


"mungkin saja mereka sedang kesulitan mencari pembunuhan yang telah direncakan"


"hahaha..."


Pikir Raja Ming atas kelalaian kaisar Yao Siyue dan diakhiri dengan tawanya yang menggema di ruangan itu.


"yang mulia, saya rasa hal ini tak sederhana itu"


"oh... jadi menurutmu apa yang direncanakan wanita brengsek itu"


"coba katakan pendapat mu penasehat Qi"


Usul penasehat Qi yang ingin mengusulkan pendapatnya tentang hal yang baru aja menimpa mereka.


"saya rasa mereka sudah menyadari rencana pembunuhan yang sudah anda rencanakan"


"dan sedang bersiap-siap melancarkan serangan kepada kita"

__ADS_1


Usul penasehat Qi atas kesimpulan yang ia peroleh setelah mendengar yang dikatakan oleh Diu yang merupakan bos dari 2 bawahan itu.


"benar... tadi ketika kami sedang berlari diatap rumah"


"tidak ada satu orangpun yang berteriak bahkan ketika genteng atap rumah mereka jatuh dan pecah"


"seharusnya wajar saja jika hanya ada satu orang yang mendengar dan berteriak karena telah membuat keributan"


"tapi sepanjang kami berlari melompati atas rumah tetap tak ada satupun orang dari rumah sepanjang kami berlari melewati perbatasan yang merasa terganggu"


"tidak mungkinkan semua orang sudah tidur terlelap"


Jelas Diu kepada semua yang ada di ruangan itu membuat suasana diruangan itu semakin dibuat ribut oleh bisik-bisikan.


"sebenarnya apa yang direncanakan wanita brengsek itu?"


"tidak adakah satupun orang disini yang mengetahuinya?"


Teriak raja Ming membuat ruangan itu kembali hening membuat orang-orang menjadi tergidik karena aura yang ia keluarkan.


"oh... apa yang membuat raja Ming bisa berteriak seperti ini?"


"kau... ah... akhirnya kau kembali juga"


"Ming Xiu anakku"


"atau haruskah ayah memanggilmu Xiu Ming sekarang"


Bincang mereka berdua yang ternyata Xiu Ming merupakan anak dari raja Ming yang akan melakukan penyerangan.


"ayah tenangkan amarahmu"


"aku kali ini datang membawa berita besar yang akan sangat berguna bagimu"


Ucap Xiu Ming berlutut didepan raja Ming yang merupakan ayahnya.


"berdirilah anakku, cepat katakan berita besar apa yang kamu dapatkan kepada ayahanda"


"apakah kamu yang membuat rencana kita berjalan lancar?"


Ucap raja Ming maju kehadapan Xiu Ming yang sedang berlutut membangunkannya dari penghormatan kepada ayahnya.


"benar ayahanda, xi'erlah yang telah mengusir semua penjaga yang menjaga menara pembatas dan xi'er lah yang sudah membuat orang-orang bungkam disepanjang jalan mereka"


"xi'er tidak mau rencana ayahanda menjadi berantakan"


Ucap Xiu Ming menjelaskan bahwa dirinya lah yang telah membersihkan jalan rencana mereka dengan sempurna.


"bagus... bagus... ayahanda memang tidak salah mengirimmu untuk menjadi selir wanita brengsek itu"


Ucap raja Ming yang membuat senyum Ming menjadi luntur mendengar kaisar tercinta nya dibilangi wanita brengsek.


"tenanglah Xiu Ming, semua akan berjalan seperti yang diinginkannya"


Batin Xiu Ming membuat dirinya tersenyum cerah kembali.


"meskipun begitu, bukan hanya itu yang ingin Xi'er katakan"


"xi'er mendengar bahwa yang mulia sudah tau rencana ayahanda"


"dan telah mengumpulkan semua pasukannya di aula istana"


"dan Xi'er sudah memeriksa nya dengan mata kepala Xi'er sendiri"


Ucap Xiu Ming dengan senyum tersungging di atas bibirnya.

__ADS_1


...Bersambung:)...


__ADS_2