Thrown Into Another World:Trapped In A Mysterious Maze

Thrown Into Another World:Trapped In A Mysterious Maze
Ch. 51 Penyesalan si kembar Shiu dan Shia


__ADS_3

"asik... asik..., akhirnya bisa akting dengan sempurna"


"Kalian melihatnya kan?"


"aku hebat kan?"


"iya dong aktingku kan paling luar biasa"


"hahaha..."


Ucap Dareen dengan penuh semangat dan kegirangan sambil terbang ke arah toko buku di alun-alun kota yang sudah berada di luar perbatasan kekaisaran.


Sebelum perang dimulai atau lebih tepatnya saat perang sudah direncanakan Dareen sudah mengamankan hadiahnya yang bahkan belum tuntas ia lakukan.


Bagaimanapun ia sangat yakin bahwa ia akan mendapatkan apa yang dihadiahkan oleh Yao Siyue.


"benar bos"


"akting bos memang yang terbaik"


"ngomong-ngomong kita mau kemana nih bos?"


"kok kita malah keluar dari perbatasan kekaisaran?"


"emang bos mau ngapain di luar?"


Puji yin dan yang kemudian penasaran dan bertanya kepada Dareen apa yang akan ia lakukan selanjutnya.


"tentu saja ke rumah sementara kita"


"eh atau haruskah kukatakan toko buku yah"


"terserahlah, yang penting aku akan menepati janjiku kepada seseorang disana"


Ucap Dareen yang bingung harus memanggil toko bukunya rumah atau malah toko saja tapi malah tak ingin ambil pusing.


"oh... bocah itu yah"


"yang mana?"


"itu yang tadi... yang mukanya seneng banget pas di elus-elus sama bos"


"oh bocah itu..."


"oh iya baru ingat, hahaha..."


Bincang yin dan yang, mengingat ingat kejadian tadi lalu kembali ingat dan Ter oh oh"


"bukan... bukan yang itu?"


"itu loh bocah selir kesayangan kaisar Yao"


"aku kan ada janji sama dia buat kasih tau ke dia pria seperti apa yang disukai kaisar Yao"


Ucap Dareen membenarkan kesalahan dalam menemukan bocah yang dimaksud Dareen kepada Yin dan yang"


"oooh..."


"bocah yang mukanya jelek itu kan?"


"bisa-bisanya bocah jelek itu jadi selir kesayangan kaisar"


"benar deh, suka banget ngirim 2 orang buat ngebunuh bos, tapi malah bos perk*sa sampai teler wkakakak"


"jadi inget adegan bos malam itu, sungguh wow mantap"


"benar hahaha... tenaga bos benar-benar kuat dan banyak hahaha.."


Bincang mereka berdua lagi saling mengejek Dareen dengan tak tahu malu.

__ADS_1


"sudah sudah, jangan ngingetin hal yang kayak gitu"


"aku kan jadi pengen, apalagi yang pertama rasanya ngk puas"


"oh iya gimana yah kabar si kembar itu"


"mereka kan lagi ngandung anak-anak ku"


Ucap Dareen mengingat kejadian di penginapan ketika 2 orang wanita tengah datang mengusik waktu malamnya dengan membius dan membuatnya terlena.


...* * * * * *...


#didalam menara 9 tingkat --->lantai ke 4 dari 9 lantai ---->ruangan untuk istirahat


"kak kita udah disini selama sehari"


"aku takut kak"


"gimana kalau nanti ada orang jahat yang datang trus kita"


"trus... trus..."


Ucap Shiu kepada Shia yang ketakutan dipelukan Shia.


"sudah-sudah tidak perlu khawatir"


"kakak yakin banget kalo kita lagi di ruangan yang aman"


"coba aja lihat tuh, perlengkapan disini lengkap trus ada tempat mandi yang kakak ngk tau bagaimana caranya dipake tapi kayaknya bisa deh"


"trus disini juga ada banyak pakaian yang cantik bisa kita pakai juga


"ada dapur yang entah bagaimana caranya dipakai sama kotak es yang dingin bisa jadi tempat buat naroh makan, apalagi ada banyak banget makanan bungkus disini"


"kita juga tidak perlu lagi buat susah susah melakukan hal yang tidak mau kita lakukan"


"disini kita bebas mau melakukan apa aja"


Ucap Shia menenangkan adiknya dengan elusan hangat dipundaknya.


"tapi kak, kenapa perut kita jadi semakin membesar setiap saat"


"trus rasanya seperti ada yang nendang-nendang gitu"


"aku takut kak, kalau-kalau nanti perut kita jadi meledak"


Ucap Shia menambah kekhawatirannya dengan mengusap-usap perutnya yang semakin membesar.


"ih, kamu ini kenapa sih, sudah tidak perlu khawatir kita hanya perlu istirahat disini dengan tenang"


"tapi kak, kita ini namanya dikurung kak, bagaimana Shiu bisa tenang kalo kita hanya bisa gerak-gerak di ruangan ini aja"


"sudah deh, ngk usah mikirin hal hal lainnya, mendingan kita buat makanan, perut kakak rasanya semakin lapar saja"


"padahal tadi udah makan banyak"


"iya nih kak, aku juga jadi semakin lapar sampe rasanya ada yang nendang-nendang diperut aku"


Bincang mereka kemudian memutuskan untuk beranjak dari kasur lalu menuju kedapur dan memasak bersama.


Setelah mereka selesai masak, mereka pun makan dengan lahap di atas meja yang sudah tertera rapi di pinggir dinding dengan bunga yang harum bercampur dengan aroma masakan yang gurih dan nikmat.


"masakan kakak memang yang paling lezat"


"ih apa sih, kamu kan juga ikut bantu masak"


"eh iya, hehehe. masakan kita memang yang paling lezat"


Ucap mereka berbincang dan saling memuji dan makanan pun sudah habis dipiring mereka.

__ADS_1


"biar aku saja yang cuci kak"


"kakak istirahat aja dengan tenang, kakak pasti capek"


"iya deh iya, tapi hati-hati yah, jangan sampe ngerusak piring orang lagi"


Ucap Shiu menawarkan dirinya untuk mencuci piring dan menyuruh kakaknya untuk beristirahat di sofa.


"kok perut aku, rasanya semakin berat saja"


"pasti karena makan banyak ini"


"lain kali makan yang sedikit aja deh, jangan sampai jadi gendut cuma gara-gara makan makanan yang enak"


Ucap Shiu di dapur merasakan perutnya semakin berat dan semakin membesar dan menyalahkan pola makannya sendiri.


"huh... bagaimana aku harus jelaskan ke Shiu yah"


"hah... kenapa juga waktu itu kita jadi tergoda sama pria cantik itu"


"jika malam itu kami tidak berbuat sesuatu seperti itu, maka kami pasti tidak akan jadi seperti ini"


"bagiamana caranya aku menjelaskan kepada Shiu kalau kita itu hamil bukannya jadi gendut"


"sudahlah tidak ada waktu untuk merasa menyesal"


"nasi sudah jadi bubur"


"tidak ada gunanya menagisi hal ini"


"lebih baik aku memikirkan bagaimana caranya kami bisa bertahan hidup setelah anak ini lahir"


"aku tidak ingin menyakiti anak yang tidak ada salahya sama sekali"


"dan aku tidak tahu apakah pria itu akan membuang kami setelah kami melahirkan"


"pertama-tama aku harus memberikan anak ini nanti setelah lahir dengan banyak kasih sayang agar tidak mampu untuk berpisah dariku, dan pria itu pasti tidak akan tega melihat anaknya tidak punya ibu"


"kuharap Shiu tidak terlalu merasa sedih nanti setelah melahirkan"


Ucap Shia bergumam pelan berharap Shiu tidak mendengarnya sambil ia mengelus-elus perut buncitnya dengan belaian lembut.


Yang ia tak sangka-sangka adalah Shiu sudah mendengar semua gumamannya sambil menahan mulutnya ahar tak terdengar oleh kakaknya meski air matanya sudah mengalir deras di pipi serta punggung tangannya.


"jadi... jadi aku hamil"


"kakak juga tidak kembung"


"bagiamana ini terjadi"


"mungkinkah, malam itu kami melakukan hal itu"


"tapi kakak bilang kita tidak melakukan apapun dan hanya membunuh pria cantik yang disuruh tuan muda bunuh"


"aku hilang ingatan sejak aku terbangun disini pada hari itu"


"tak kusangka kakak merahasiakan kebenaran yang sangat menyakitkan ini"


"bagaimana ini?"


"aku.. aku hamil, dan anak... anak ini anak dari pria itu"


"kita bahkan tidak tahu siapa nama ayah dari anak ini, kenapa kakak masih mau merawat anak yang dia kandung"


"kakak, kakak seharusnya tidak membohongi dan merahasiakan keberadaan yang seperti ini"


"huhuhu..."


Batin Shiu menangis dan tak terima kakaknya merahasiakan hal yang besar seperti hamil anak seorang pria yang bahkan tidak ia kenal.

__ADS_1


Dan...


...Bersambung:)...


__ADS_2