
Darah yang melebur dalam tubuhnya kemudian mengalir kearah kakinya dan membentuk saluran darah baru.
Dareen tentu merasakan darah itu merembes menuju ke betisnya melalui beberapa saluran darah dan membuat saluran darah baru di paha, betis serta kakinya.
Rasa dari pembuatan saluran darah baru menembus daging itu sangat sakit. Dareen sampai-sampai berteriak kesakitan olehnya.
15 menit berlalu, rasa sakitnya pun ikut menghilang bersamaan dengan notifikasi dari system.
[Ding]
[selamat anda berhasil menyerap semua darah monster kelelawar bercakar]
[tidak mendapatkan vitalitas]
[darah berinisiatif membuat jalur baru untuk darah di bagian paha, betis serta kaki]
[membentuk kaki baru dengan meningkatkan kecepatan secara permanen]
[kecepatan kaki anda meningkat drastis]
"woah... sudah kuduga!"
Ucapnya membuka mata lalu melompat gembira.
Dareen sudah menduga bahwa darah kelelawar bercakar itu akan meningkatkan kecepatannya.
Semenjak darah serigala rakus yang ia serap membuatnya mendapatkan tubuh beladiri, kini ia tak lagi ragu bahwa setiap kali ia menyerap darah dari setiap monster maka ia akan mendapatkan keunggulan dari setiap monster yang ia serap.
"pas sekali, yang kudapatkan dari peti hadiah itu buku tentang kecepatan"
Ucapnya lalu mengeluarkan buku yang ia dapatkan dari peti hadiah.
Dareen membacanya dengan seksama, ia tak mau ketika mempraktikkannya malah mendapatkan luka yang serius dan juga buku itu akan berguna kedepannya.
Ia mempraktikkan gerakan-gerakan kaki yang ada di dalam buku itu.
Langkahnya seperti sedang menari, lembut, anggun dan perkasa. Langkah yang benar benar mempesona, Dareen hampir mengira buku ini tentang tari, tapi ketika ia selesai pada gerakan akhir ia merasakan bahwa ada yang berubah dengan kakinya, ia kemudian mencoba untuk berlari.
Tak disangka kecepatannya agak meningkat dan nafasnya juga tak ngos-ngosan, membuatnya semakin ingin menguasai gerakan langkah kecepatan yang ada dalam buku itu.
★
★
★
─\=≡Σ(╯°□°)╯︵┻┻
★
★
★
__ADS_1
3 Minggu berlalu Dareen sudah pada tahap setengah langkah lagi baru ia akan menguasai 'gerakan langkah kecepatan'.
Bisa dikatakan ia hanya perlu untuk melangkah lagi atau bisa di sebut ia hanya perlu beberapa latihan lagi baru ia akan dengan sepenuhnya menguasai teknik kecepatan itu.
Tapi sebelum itu ia merasa ada yang salah dengan giginya. Ia merasa giginya menggores bibirnya.
Ia kemudian membeli cermin untuk bercermin dengan dalam hatinya yang bertanya-tanya apa yang terjadi pada giginya.
[membeli cermin sederhana -10 poin Karma]
Sebuah cermin muncul di depannya kemudian hendak jatuh tapi ia dengan sigap menangkap cermin itu.
Betapa terkejutnya ia ketika melihat gigi taringnya memanjang, tak percaya dengan keadaan giginya itu, maka ia pun memeriksanya sekali lagi.
Dareen dengan tangan yang gemetar memegang cermin dan mengarahkannya ke mukanya dengan niat untuk memastikan apa benar dirinya memiliki taring.
Matanya ia tutup serta mulutnya, ia takut dengan keadaannya dan masih tak percaya dengan giginya yang memanjang.
Dengan perlahan ia membuka matanya kemudian mulutnya ia buka secara perlahan.
"ah...
Ucapnya dengan suara yang tertekan dan dirinya yang menjatuhkan dirinya ke tanah karna ia sudah memastikan bahwa gigi taringnya benar benar memanjang.
"system sebenarnya apa yang terjadi pada gigi taringku?"
Ucapnya berdiri lalu melebarkan mulutnya dan menunjuk gigi taringnya bertanya kepada system.
[Ding]
[tubuh anda tidak bisa menahan semua darah didalam tubuh anda jadi secara tak terasa membentuk bagian tubuh yang baru, sama halnya dengan sayap yang anda dapatkan]
"ooh... jadi seperti itu toh..."
"ahk.."
Ucapnya mengangguk paham dan secara tak sengaja gigi taringnya mengenai bibirnya lagi.
Jadi sebenarnya setiap kali ia menyerap darah maka secara tak sengaja akan membentuk bagian tubuh baru sebagai efek sampingnya.
"jadi bagaimana cara menghilangkannya?"
Ucapnya dengan gerakan tangan dan bahu yang tidak tahu apa apa dengan kepalanya yang didirikan sebagai pertanda tak tahu juga.
[huh.._-]
"ekspresi apaan itu?"
Ucapnya karna melihat system sudah pandai mengekspresikan dirinya melalui emoticon.
[menjawab]
[bayangkan saja seperti anda menarik kembali gigi anda sama seperti anda menarik sayap anda]
__ADS_1
Sama seperti sebelumnya ia membayangkan gigi taringnya memendek seperti semula dan benar saja gigi taringnya kembali normal.
─\=≡Σ(╯°□°)╯︵┻┻
Tanpa basa-basi Dareen kemudian menuju portal menuju lantai ke 3 dengan menggunakan skill menyatu dengan alam.
Dengan bekal itu ia tak akan terlihat oleh makhluk hidup yang ada di dalam lantai ke 3 itu.
Dengan waspada ia juga mempersiapkan dirinya dengan persenjataan roh penjaga tombak berwarna oranye kemerahan dengan ukiran naga yang dililit sebuah ular berwarna hijau kebiruan.
Dengan bekal itu ia siap dengan tantangan apapun yang ada didepannya.
★ ★ ★
Dareen berhasil sampai ke lantai 3 dengan selamat dan aman tanpa bahaya.
Kali ini tak ada lorong dengan ujung tanpa perangkap melainkan sebuah ruangan kosong penuh jebakan.
Ruangan itu kosong dengan satu jalan keluar yaitu tepat didepannya tapi setiap sudut ruangan itu penuh dengan jebakan, bahkan atap serta pintu juga penuh jebakan.
Dareen tentu saja tak ingin terkena satupun jebakan jadi ia hanya berdiri diam ditempatnya, karna sekali saja ia melangkah maka satu kakinya akan menghilang.
Melihat semua jebakan yang kebanyakan seperti perangkap tikus, ia kemudian berpikir bahwa monster yang ada di ruangan itu adalah sekawanan tikus.
Ia berpikir secara serius dan akhirnya mendapatkan ide, jika benar bahwa monster kali ini adalah sesosok tikus maka lebih baik memanfaatkan semua jebakan itu dengan baik.
"heheheh..."
Ucapnya menyeringai dengan pikiran yang penuh dengan kekejaman dan pikiran tentang pembantaian.
"jika memang monster disini adalah tikus..."
"maka lebih baik memanfaatkan perangko tikus ini hehehe.."
Ucapnya sekali lagi menyeringai dengan mata yang penuh nafsu kejam.
Dareen membeli sebuah keju ukuran televisi SHARP yang cukup untuk mengundang banyak tikus untuk datang kemari.
[membeli keju bau menyengat -230 poin karma]
Dareen kemudian mengangkat keju itu diatasnya karna tak ada tempat yang bisa di tempati untuk menyimpan keju.
Benar saja, sekawanan tikus datang berbondong-bondong ketika mencium Bau keju yang amat sangat lezat bagi tikus tapi bagi Dareen bau itu sangat menyengat.
[Ding]
[sekawanan tikus pelahap menuju kearah anda]
Nampak tikus tikus yang berukuran 3 kali lipat dengan tikus yang ada dibumi bentuknya tetap sama tapi matanya berwarna merah, kaki depannya panjang dengan kuku yang seperti tikus tanah, di punggungnya terdapat duri duri seperti landak, moncongnya terdapat kumis yang terlihat menjijikkan kumis itu lebih seperti kumis kecoa.
"tikus apa kah ini..!!"
"menjijikan sekali"
__ADS_1
Ucapnya yang merasa ngeri melihat tikus pelahap itu yang sangat amat menjijikkan untuk dilihat, bagaian manapun yang ia lihat tetap saja sangat menjijikkan apalagi kumis itu seketika membuatnya membayangkan kecoa yang pernah terbang kearah hidungnya.
...Bersambung:)...