
"ini, ambil spirit stone ini!"
"dan belilah perban untuk menutup lukanya"
Serah Dareen memberikan beberapa spirit stone untuk dibawa Qiu Ming ke toko yang masih buka untuk membeli perban.
Qiu Ming berangsur-angsur pergi dengan cepat mengusap air matanya meski air matanya masih bercucuran di perjalanannya diterbangkan oleh angin dan dirinya yang berlari dengan cepat.
"bos... kenapa kau mengiyakan permintaannya?"
"iya bos, anak jelek ini tidak perlu diselamatkan"
"yah... jika bukan karena Qiu yang memintanya, mana mungkin aku mau menyelamatkan Ming Xiu"
"yah, terserah saja deh, lihat saja apa yang bakal anak ini lakukan nanti"
Tanya yin dan yang atas pengiyaannya terhadap permintaan Qiu Ming dan dijawab dengan banyak desahan tak ingin tapi terpaksa.
Tangan kanan Dareen mengeluarkan cahaya hijau yang berkerlap-kerlip mengelilingi tubuhnya lalu berbelok dan membuat cabang masuk ke dalam luka yang dibuat oleh Ming Xiu.
Lukanya kemudian tertutup dengan beberapa akar yang menjahit lukanya.
"bos kenapa anak ini belum bangun?"
"iya bos, lukanya sudah tertutup, tapi masih belum bangun"
"apa sihir bos tidak mempan lagi?"
"kau mengejekku, sihirku ini yang terhebat, mana ada orang selain aku yang bisa sihir"
Tanya yin dan yang mengitari tubuh Ming Xiu dan melihat luka yang sudah tertutup pada tangan kiri dan lehernya.
"mungkin karena dia keluar banyak darah, makanya belum bangun bangun juga"
"ah iya, ambil pedang pendek yang ada di tangan kanannya, jangan sampai aku menyia-nyiakan sihirku untuk anak ini"
"juga ikat tangannya agar tidak melakukan hal lainnya setelah bangun"
"oke bos!!"
Ucap Dareen memikirkan kemungkinan kenapa Ming Xiu belum bangun-bangun juga lalu memerintahkan kepada Yin dan Yang untuk menahan agar Ming Xiu tidak melakukan hal-hal yang membuatnya membantunya lagi.
Dareen mengambil pedang pendek yang telah diambilkan oleh yin kemudian mengiris tangan kanannya di atas mulut Ming Xiu.
Darah berwarna merah dengan bintik-bintik cahaya biru menetes dan masuk kedalam mulut Ming Xiu yang sudah dibuka menganga.
Karena keadaannya sedang diikat Dareen terpaksa mendongakkan kepalanya agar bisa membuat darahnya yang menetes masuk ke mulutnya.
Meski begitu mulutnya tidak merespon dan malah menutup membuat darah Dareen menjadi sia-sia, Dareen menjadi geram karena darahnya yang berharga malah terbuang sia-sia.
Dareen menghisap darah pada tangan kanannya yang teriris lalu menyimpannya dalam mulut untuk di minumkan ke Ming Xiu.
"bos.. bos... apa yang ingin kau lakukan?"
"wahh... bos... bos..."
Ucap Yin dan Yang khawatir dengan yang akan dilakukan oleh Dareen mendekatkan mulutnya ke mulut Ming Xiu.
"berisik..!"
"tidak lihat apa kalau aku cuman membuatnya meminum darahku"
__ADS_1
"mana mau aku melakukannya"
Ucap Dareen yang membuat Yin dan Yang terdiam karena yang Dareen ucapkan memang benar tapi membuat mereka salah paham.
Beberapa detik kemudian, Ming Xiu terbangun karena suara bising yang dibuat Dareen, Yin dan Yang.
"uhk... sakit!!"
"tentu saja sakit bodoh"
"sudah tau bakalan sakit tapi masih saja mencoba bunuh diri"
"kau itu kenapa sih?, apa kau tahu apa yang kau buat ini salah"
Desah Ming merasa lengan kiri serta lehernya yang perih lalu disambung oleh Dareen yang ucapannya menyinggung tapi memang benar.
"kau... itu kau?, grrr... kenapa kau ada disini?"
Ucap Ming Xiu yang geram melihat sosok yang ada didepannya adalah seorang yang ia kenali yaitu Xiuhuan yang pernah membohonginya.
"memangnya kau akan ada disini karena siapa?, dan kenapa kau masih hidup sekarang hah?"
"seenaknya saja menunjuk orang"
"kalau tahu akan seperti ini aku tidak usah mengiyakan permintaan Qiu"
Ucap Dareen yang berteriak kecil menekankan ucapannya karena geram ketika ia dengan susahnya menyelamatkan nyawa nya lalu ia dimaki-maki olehnya.
"Qiu..?, Qiu Ming?, adikku... dimana dia?"
"apa yang kau lakukan kepada adikku"
"huh.. adikmu?"
Ucap Dareen yang menyunggingkan senyum pada bibirnya lalu melangkah maju mengangkat dagu Ming Xiu dengan telunjuknya.
"memangnya kau pikir kenapa kau masih hidup?"
Ucap Dareen berteriak keras didepannya membuatnya membatu menatap kosong kedepan meski ia masih merasa ada yang janggal.
"adikku?, adikku?, kau... kau apakan adikku?, apa yang kau lakukan kepadanya?"
"dimana adikku?"
"dimana dia...?"
Tanya Ming Xiu yang memberontak bergerak kasar membuat ikatan erat yang mengikat tubuhnya mengerat tubuhnya.
Ming Xiu berteriak sejadi-jadinya menggerakkan tubuhnya yang membuat dirinya berdarah kembali karena goncangan kuat yang membuat tali yang mengikatnya semakin mengerat.
"aku tidak percaya kepadamu, berikan adikku!!, aku ingin adikku!!, kemana adikku kau sembunyikan?"
"KEMBALIKAN ADIKKU!!!"
Teriak Ming Xiu memberontak dan semakin membuat perutnya serta tangannya yang terikat berdarah.
"meskipun kau berteriak seperti itu, Qiu tidak akan pernah kembali"
Ucap Dareen yang menegaskan bahwa Qiu Ming tidak akan pernah kembali lagi ke sisinya.
"apa... apa yang kau katakan?"
__ADS_1
"aku tak percaya kepadamu!!"
"lepaskan aku!!"
"aku ingin mencarinya!!!"
Ucap Ming Xiu yang semakin terkena mental dan semakin ia tak ingin percaya apa yang dikatakan Dareen.
"kau ingin mencarinya kemana bodoh?"
"dia menawarkan nyawanya untuk menyelamatkan nyawamu dasar bodoh"
"kemana kau akan mencarinya?, kemana?, cepat katakan!, Qiu sudah meninggalkan dunia ini"
Ucap Dareen berteriak dan menggoncangkan tubuh Ming Xiu yang sudah meneteskan air matanya.
"aku tidak percaya, aku tak percaya dengan ucapanmu"
"dan kenapa kau malah mengiyakannya?, kenapa kau membiarkannya memberikan nyawanya untuk diriku?, kenapa kau melakukan ini?"
Ucap Ming Xiu dengan suara rendahnya karena tak ingin percaya bahwa nyawa yang ia pakai sekarang adalah nyawa adiknya.
"dasar bodoh, memangnya kenapa aku mau menawarkan nyawa Qiu hanya untuk penjahat sepertimu yang membuang adiknya sendiri ke tempat yang gelap dan suram seperti penjara"
"dia memohon kepadaku"
"meski aku sudah menolaknya, dia terus memohon kepadaku"
"bahkan ia sampai mengancam akan bunuh diri jika aku tidak menyelamatkan nyawa mu"
"aku sudah berulangkali menolak untuk menyelamatkan nyawamu meski aku sudah memberitahukan bahwa untuk membuatmu kembali hidup harus mengorbankan nyawa kerabatnya"
"dan kau tahu apa yang ia katakan seelah tahu hal itu?"
"dia bilang kalau, walaupun kalian sekeluarga Ming telah membuangnya dan tak ingin merawatnya tapi dia bilang kalau kau adalah keluarga satu-satunya yang ia miliki"
Ucap Dareen dengan perasaan didadanya yang sakit dan meneteskan air mata palsu dengan ekspresi sedih.
"tidak mungkin..."
"meski begitu kau tidak seharusnya mengorbankan nyawa adikku"
"kau kan tuannya, aku ingat dia pernah bilang akan bersumpah setia kepadamu hingga akhirnya hayatnya"
"tidak mungkin kau setuju dengan usulannya untuk menukar nyawanya untuk menyelamatkan ku"
Ucap Ming Xiu tidak ingin percaya dengan kata-kata Dareen yang mengatakan bahwa adiknya mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan nya.
"kenapa kau menyalahkan ku?"
"yang harus disalahkan disini itu kau"
"jika kau tidak bunuh diri apa semuanya akan menjadi seperti ini?"
"dengan egoisnya kau memutuskan untuk bunuh diri tanpa memikirkan Qiu yang masih ingin punya keluarga yang menemani disisinya"
"meski ia memiliki diriku yang menerimanya... menjadi kakak untuknya, tapi baginya kau tetaplah kakak yang ia ingat dalam ingatan masa bayinya"
Ucap Dareen berteriak keras supaya Ming Xiu mendengarkan kata-kata nya dengan baik, tak ingin Ming Xiu untuk tidak menerima kenyataan lagi.
...Bersambung:)...
__ADS_1