Thrown Into Another World:Trapped In A Mysterious Maze

Thrown Into Another World:Trapped In A Mysterious Maze
Ch. 20 harapan tuk kembali {sudah revisi}


__ADS_3

System terus melalukan perlawanan terhadap musuh yang mengancam tubuh masternya dan juga terus meningkatkan kekuatan masternya tanpa istirahat dan makan.


Sedikit demi sedikit tapi dengan dasar yang sangat kokoh maka semuanya akan berjalan lancar jika memiliki pemikiran yang luas tentang situasi dan diri sendiri.


Menggunakan tubuh masternya untuk mengalahkan musuh dan memperbaiki dasar sang master, menyerap aura dan menjadikannya qi didalam tubuh.


Membantai setiap monster yang ada di setiap lantai hingga akhirnya mencapai lantai ke 10, meski dengan usaha yang lebih.


Mengandalkan ilmu pengetahuan dari bumi untuk menyelesaikan segala urusan dan menggunakan setiap kesempatan yang ada untuk mengembangkan kekuatan masternya.


Setiap hari tidak setiap detik dalam hidupnya dia akan terus bertambah kuat dan seiring berjalannya waktu dia akan mencapai tingkatan yang tidak bisa dicapai orang lain.


Seperti kata pepatah 'waktu adalah emas', setiap detik system harus menggunakannya untuk diganti menjadi kekuatan.


Selang waktu berlalu 4 bulan system menggunakan tubuh masternya untuk membantai setiap monster yang mengancam tubuh masternya.


Mau bagaimanapun Dareen adalah master yang lebih baik padanya jika ia memikirkan masternya yang terdahulu.


β˜… β˜… β˜…


Sementara itu kesadaran Dareen berada pada sebuah ruangan yang serba putih, tubuhnya berupa wujud arwah tanpa sehelai benang pada tubuhnya.


Dihadapannya terdapat layar lebar yang menampilkan tubuhnya yang dikendalikan oleh system dan dengan santainya ia menonton tubuhnya.


Ternyata selama ini Dareen bukannya tidak sadar tapi ia tidak ingin sadar, ia ingin melihat bagaimana keadaan tubuhnya jika tanpa kesadaran.


Yah, meski lebih ke memanfaatkan system untuk tidak menguras tenaganya.


"woah jadi begitu toh cara kerjanya, hmm... hmm..."


Ucapnya yang melihati tubuhnya yang dikendalikan oleh system menggunakan elemen api, es, tanah, dan angin pada lantai ke 3 dan 4.


"Oh.. oh.. ternyata seperti itu?"


Ucap Dareen melihati tubuhnya dikendalikan oleh system yang sedang meringkuk dan melancarkan serangan duri duri yang diluncurkan kearah kucing-kucing bersabit yang ada pada lantai ke 5.


"wuah... menghindar.. yah.. huff..."


Ucap Dareen yang menggerakkan tubuhnya ke samping dengan tanda untuk menghindar melihati tubuhnya yang dikendalikan oleh system ketika menyerang ratu rubah pemikat pada lantai 6


"wahahaha... Untung yang mengendalikan tubuhku adalah system, jadi tidak akan tergoda apalagi terpikat"


Ucap Dareen yang dengan menyanjung system dan mengumpat pada rubah pemikat karna system tidak memiliki emosi sama sekali.


"serang intinya..., nah gitu dong"


Ucap Dareen dengan kasar melihati system menggunakan tubuhnya menggunakan roh penjaga yang ada pada tangan kanannya untuk menyerang raja dan ratu Slime peniru pada lantai 7.


"eh!! bisa regenerasi"


Ucap Dareen yang kaget melihat tubuh Slime yang ditebas malah beregenerasi kembali seperti semula.


"eh astaga ternyata bisa bergabung"


Ucap Dareen melihat raja dan ratu Slime malah bergabung menjadi satu dan berubah jadi bentuk manusia.


"Iyyah... gitu, wuaah... kaget astaga"

__ADS_1


Ucap Dareen terkejut kaget karna melihat monster yang ada di lantai 8 adalah kecoak berarmor tapi karna ukurannya lebih besar dari pada kecoak yang ada dibumi ia jadi tidak takut tapi malah ke terkejut.


"sejak kapan kecoak ada armornya, keren syalan"


Ucapnya melihati kecoak yang besar dan juga tubuhnya terbungkus oleh armor yang keren dan berkilau.


"sungguh menjijikkan, habisi saja..."


Ucap Dareen merasa jijik dengan monster yang ada di lantai ke 9 adalah kelabang berjamur yang tubuhnya membusuk dengan jamur di seluruh tubuhnya tapi tetap bisa berjalan layaknya zombi yang bahkan jika bagian tubuhnya hilang satu ia akan terus bertahan hidup jika bukan kepalanya yang menghilang.


"jijik banget sumpah, lebih jijik daripada kecoak"


Ucapnya yang masih mengumpat setelah melihat kelabang berjamur bahkan hampir muntah karenanya.


"hueek...🌈"


#note: kutarik kembali kata-kata ku tadiπŸ‘†


"yah... kurasa waktuku disini sudah habis selain itu sudah cukup sampai sini, system ternyata masih setia bahkan ketika kesadaranku menghilang"


Ucapnya sambil melihati layar yang menunjukkan tubuhnya yang berada di ruangan boss lantai ke 9 berkat bantuan system.


"lagian tak ada lagi yang bisa kuserap disini"


Ucapnya berdiri dan seketika ruangan itu berubah menjadi dataran yang hijau sejauh mata memandang dengan udara yang sejuk dimana-mana.


"sama seperti terakhir kali yah?"


Ucapnya yang merasakan perasaan yang sama ketika tubuhnya hendak ke tempat ia berada selama 4 bulan itu.


Dalam keadaan mata yang tertutup itu Dareen meneteskan air mata dengan perasaan rindu yang mendalam.


"nenek"


Dalam perjalananya kembali ketubuhnya ia secara tak sadar mengucapkan kata 'nenek' dan ia dengan dengan banyak pertanyaan dalam batinnya.


"apa nenek baik-baik saja di bumi?"


"bagaimana jika orang-orang sialan itu mengganggu nenek lagi"


"bagaimana kabarnya sekarang?"


"nenek"


"tunggu saja, aku pasti bakal kembali ke bumi"


Dalam keadaan mata tertutup ia dengan samar-samar mendengar suara system memberi sambutan kepadanya.


[selamat datang kembali master (◍‒ᴗ‒◍)]


"tenang saja nenek aku pasti bakal kembali ke bumi"


Ucap Dareen yang menggenggam tangannya dengan semangat tapi dengan ekspresi yang sebaliknya.


[Ding]


[system tidak mengerti apa yang ada ucapkan]

__ADS_1


[bukankah Anda bisa menembus ruang dan waktu dengan jimat pemecah ruang dan pindah ke bintang BUMI]


"hah! apa?!"


Ucap Dareen yang kaget karna sebenarnya ia bisa kembali ke bumi dengan bantuan system.


"hahaha... tidak usah menghiburku. kau bercanda kan?"


Ucap Dareen yang ketawa renyah dan kembali serius menatap layar system.


[jimat pemecah ruang, adalah jimat yang bisa dibeli di dalam toko]


"beneran ada?"


Ucap Dareen yang terkejut melihat jimat pemecah ruang ternyata benar benar ada dalam toko tapi jimat itu terkunci.


"ukh... tentu saja tak semudah itu"


Ucapnya sadar bahwa tak ada yang mudah dalam dunia ini bahkan jika itu systemnya sekalipun.


Jumlah poin karma yang dibutuhkan adalah 1.000.000 poin karma.


"trus kenapa ini terkunci?"


Ucap Dareen yang menunjuk dan menekan layar virtual yang ada di depannya.


[menjawab]


[versi system belum cukup]


[butuh meningkatkan versi system ke v.50]


"berapa poin karma yang dibutuhkan untuk meningkatkan system ke versi 50?"


Ucapnya yang memijit dahinya yang tak bisa dibayangkannya bahwa butuh meningkatkan system' ke versi 50.


[menjawab]


[butuh 50.000.000.000 poin karma]


"trus poin karmaku saat ini?"


Ucapnya yang memijit keningnya lebih keras dari sebelumnya dan bertanya ke system.


[menjawab]


[poin karma anda saat ini 81.039]


"ukh..."


Tubuh Dareen terjatuh bahkan sebelum system memberi notifikasi karna merasa semua usahanya kali ini sia-sia.


"kurasa, lebih baik menyimpan poin karma untuk kedepannya"


Ucapnya menunduk dan menggambar lingkaran dengan jari telunjuknya di atas permukaan tanah.


...Bersambung:)...

__ADS_1


__ADS_2